KOTA MATARAM,GM – Warga Kota Mataram dan sekitarnya kembali digegerkan oleh penemuan mayat seorang mahasiswi PGSD Universitas Mataram (Unram) atas nama Nadya Dwi Ramadhany (21), asal Dusun Bage Pungkur, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, di Kosannya di Gomong, Kota Mataram, Minggu malam (17/5/2026).
Kasus yang menimpa anak dari Enny Widiyawati, salah satu alumni MTs Putri Pondok Pesantren Nurul Hakim Angkatan 1994 ini mendapat perhatian serius dari salah satu pengurus Departemen Pendidikan Karakter Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) asal Jawa Barat, Syamsudin Kadir, Selasa (19/5/2026).
Menurut penulis belasan biografi tokoh nasional ini, kasus serupa kerap terjadi di NTB, terutama latar belakang korban yang masih menempuh pendidikan. Ia pun meminta penegak hukum, dalam hal ini Polresta Mataram dengan kawalan Polda NTB untuk mengusut kasus ini dengan cepat, tuntas dan profesional.
“Dunia pendidikan kita kembali dikagetkan oleh kasus meninggal tak wajar. Korbannya adalah mahasiswi rantauan. Tragis betul. Pihak kepolisian harus bertindak cepat dan usut tuntas, sehingga pelaku yang melakukan aksi biadab ini, harus dibawa ke meja hijau dan layak dihukum mati,” tegas alumni Nurul Hakim angkatan 2002 ini pada awak media Selasa (19/5/2026).
Ia pun berpesan kepada para mahasiswi terutama yang merantau ke daerah lain untuk lebih berhati-hati, sehingga terhindar dari kejadian serupa atau tindakan kriminal lainnya.
“Bagi adik-adik mahasiswi atau anak-anak putri yang berasal dari kampung dan melanjutkan pendidikan di kota agar menjaga pergaulan dan lebih berhati-hati. Karena pelaku kejahatan kapan pun bisa melakukan tindakan kejahatan,” ungkap penulis naskah biografi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini.
Pihak kepolisian dari Polsek Selaparang dengan bantuan Polresta Mataram dan Polda NTB pun sudah melakukan upaya penguatan. Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi sudah mendatangi di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi menemukan beberapa kejanggalan di lokasi kejadian, termasuk hilangnya sepeda motor, ponsel, dan kunci pintu belakang milik korban.
Namun, petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti laptop, pengisi daya, jilbab, celana panjang juga sebuah casing ponsel berwarna merah muda di area belakang kos. Tim kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian, Senin (18/5/2026) pukul 00.30 WITA dan saat ini sedang melanjutkan proses pengusutan. (BM)






