Majalengka

FKIP USK Majalengka Hidupkan Budaya Ngariung

68
×

FKIP USK Majalengka Hidupkan Budaya Ngariung

Share this article
IMG 20251114 WA0065
IMG 20251114 WA0065

MAJALENGKA, GM – Sebagai salahsatu kampus yang telah benyak melahirkan tenaga pendidik bidang sastra dan Bahasa Indonesia dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Universitas Sindang Kasih Majalengka tampaknya cukup peduli terhadap upaya pelestarian adat dan budaya orang Sunda.

Salahsatu budaya tersebut yakni “Ngariung sambil makan Bersama” setelah melaksanakan shalat Jum’at sambil “Ngawangkong/ngobrol” tentang berbagai hal antara tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Hal itu juga yang dilakukanya Jumat ini (14/11/2025) yang secara kebetulan berbarengan dengan dilaksanakannya agenda seminar proposal skripsi gelombang 1 tahun akademik 2025/2026.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK Majalengka, Arip Amin, M.Pd langsung memimpin acara ngariung bersama tersebut dihadiri para Wakil Dekan, Ketua Prodi PBSI, Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Ketua Prodi Pendidikan IPA Biologi, dosen, tenaga kependidikan dan para mahasiswa yang sedang mengikuti seminar proposal skripsi.

Dekan FKIP USK Majalengka, Arip Amin, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, budaya Ngariung sambil makan bersama merupakan salahsatu kearipan lokal dari masyarakat Sunda yang banyak memberikan manfaat. Salahsatu manfaat tersebut antara lain untuk mempererat tali silaturahmi dan hubungan kekeluargaan antara semua pihak yang ada dalam sebuah komunitas seperti halnya di kampus USK Majalengka tentunya untuk semua unsur akademika.

“Pada hari Jumat yang penuh barokah ini mari kita hidupkan kembali salahsatu budaya kita orang Sunda yakni budaya Ngariung sambil makan bersama dan ngobrol berbagai hal di antara kita semua keluarga besar sihitas akademika USK Majalengka khususnya FKIP.
Semoga dengan budaya Ngariung ini kita dapat meningkatkan tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan kita sambil ngobrol berbagai hal untuk meningkatkan semangat kita dalam mengembangkan dunia pendidikan melalui wadah USK Majalengka ini,” jelas Arip Amin, M.Pd.

Baca Juga :  Aksi Peduli Lingkungan, Danlanud SKI Bersama Personel Turun ke Jalan Bersihkan Sampah Plastik Sepanjang 2 KM

Dikatakan salahsatu kandidat Doktor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tersebut, dunia pendidikan tinggi saat ini dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat Siring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju. Masyarakat yang semakin melek ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat, menuntut pengelola lembaga pendidikan untuk lebih cermat, lebih cepat dan lebih baik dalam memberikan pelayanan agar pendidikan lebih maju dan lebih baik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten,” ujar Arip Amin.

Lanjut Arip, berbagai momen dan tahapan akademik yang dilakukan dan dilalalui di lingkungan kampus USK Majalengka dapat dijadikan momentum untuk mendorong pengembangan berbagai hal. Salahsatu yang perlu dilakukan dan dikembangkan melalui momentum perjalanan akademik mahasiswa adalah melestarikan seni, budaya dan berbagai kearipan lokal yang selama ini sudah dilupakan masyarakat padahal selama ini merupakan akar budaya yang melekat di masyarakat.

Atas dasar itu tegas mantan aktivis HMI Cabang Cirebon itu, para dosen atau pendidik yang ada di lingkungan USK Majalengka hendaknya dapat mengkolaborasikan proses pembelajaran dan proses akademik dengan upaya melestarikan seni dan budaya lokal yang menjadi nilai-nilai kearipan lokal yang sudah banyak dilupakan. Dengan berbagai langkah dan upaya tersebut maka dunia pendidikan tidak hanya menjadi wadah pembentukan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional tetapi juga menjadi bagian penting dalam pemeliharaan dan pelestarian nilai-nilai kearipan lokal seperti halnya budaya Ngariung bareng tersebut. (Eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *