Oleh: Syamsudin Kadir
Penulis Buku “Pendidikan Ramadhan’
RAMADHAN terhitung tak lama lagi. Ia adalah bulan yang selalu dirindukan kedatangannya oleh umat Islam di seluruh dunia. Bahkan tak sedikit non muslim yang turut berbahagia dengan tibanya. Semua itu menjadi bukti bahwa Ramadhan memang bulan penuh dengan kemualiaan dan keunikan tersendiri.
Mengapa umat Islam sangat rindu Ramadhan? Alasan paling sederhana adalah karena Ramadhan sebagai momentum terbaik untuk menjalankan ibadah Ramadhan seperti shaum wajib sebagai bagian dari rukun Islam, lalu shalat tarawih, sedekah, tilawah al-Qur’an dan ibadah lainnya. Bahkan bahagia karena mendapat dampak ekonomi yang tak sedikit. Poin yang terakhir ini jugalah yang diperoleh oleh umat non muslim. Ada yang menjual pakian, makanan, kue, minuman dan berbagai macam kebutuhan materi khas bila Ramadhan tiba.
Ramadhan sendiri merupakan bulan istimewa bagi umat Islam di berbagai penjuru dunia sejak dulu hingga saat ini. Di Ramadhan mulia umat Islam ditempa, dididik, dilatih, dan dibimbing untuk menjadi insan mulia: orang bertaqwa. Sehingga Ramadhan juga dikenang sebagai lembaga pendidikan (madrasah tarbiyah, mu’asasah tarbiyah).
Bila ditelisik dari berbagai aspeknya, tidak ada lembaga pendidikan yang terbaik dan teristimewa yang disediakan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya kecuali lembaga pendidikan Ramadhan. Sehingga hampir semua orang senang bila Ramadhan tiba, dari tua hingga muda dan anak-anak.
Keistimewaan Ramadhan
Dalam rangka menyambut Ramadhan yang segera menjelang, alangkah baiknya kita mengetahui dan mendalami beberapa keistimewaan Ramadhan dengan segala kandungan edukasi atau pendidikan di dalamnya. Dengan demikian kita semakin mencintainya dan lebih siap menjalankan berbagai ibadah saat berada pada bulan mulia ini nantinya.
Keistimewaan lembaga pendidikan Ramadhan ini terlihat dari beberapa hal, antara lain; pertama, pengajar atau pendidik di lembaga pendidikan Ramadhan adalah Allah SWT, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang yang telah ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT, yaitu orang-orang yang berilmu.
Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an, “Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. al-Alaq: 4-5)
Dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman, “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS al-Baqarah: 151).
Kedua, yang menjadi peserta didik di lembaga pendidikan Ramadhan ini bukan sembarangan orang, tapi orang khusus. Mereka adalah orang-orang yang beriman, yang dipanggil dan terpanggil. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183)
Ketiga, buku panduan kurikulumnya sangat istimewa yaitu al-Qur’an dan al-Hadis Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an tepatnya dalam surat al-Baqarah ayat 185 seperti yang dikutip di atas, termasuk dalam firman-Nya, “Dan sesungguhnya al-Quran itu adalah kitab yang mulia.” (QS Fushshilat: 41).
Keempat, materi yang diberikan di lembaga pendidikan Ramadhan meliputi tiga hal, yaitu (1) pendidikan rohani, (2) pendidikan hati, dan (3) pendidikan fisik. Dengan ketiga pendidikan tersebut membuat rohani orang-orang beriman menjadi suci sesuai fitrahnya, memiliki kesabaran yang tinggi, dan mampu mengendalikan diri dalam segala situasi serta tubuhnya lebih sehat.
Kelima, proses pendidikan di lembaga pendidikan Ramadhan berlangsung sebulan penuh dan dilaksanakan di bulan yang istimewa, yaitu bulan Ramadhan, bulan dimana al-Quran diturunkan. Bulan dimana petunjuk Allah diberikan kepada hamba-Nya.
Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)….” (QS. al-Baqarah: 185)
Keenam, proses pendidikan di lembaga pendidikan Ramadhan dilaksanakan di berbagai tempat seperti masjid, mushala, langgar dan di ruang-ruang kehidupan orang-orang yang beriman. Hal ini dapat kita saksikan berbagai tempat tersebut dipenuhi oleh umat Islam.
Termasuk di kantor, lembaga pendidikan, stasiun, bandar udara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, pasar dan sebagainya, semuanya menjadi ruang pendidikan bagi peserta lembaga pendidikan Ramadhan. Hal tersebut berlangsung di berbagai kota dan negara di seluruh penjuru bumi.
Ketujuh, gelar yang diberikan kepada orang yang mampu menyelesaikan pendidikan di lembaga pendidikan Ramadan ini adalah al-Muttaqin, dan akan dianugerahi kebahagiaan dunia dan kebahagiaan di akhirat, serta mendapat ridha Allah SWT dan surga-Nya. Allah SWT berfiman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu shaum sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183)
Refleksi dan Harapan
Tak lama lagi kita sudah memasuki bulan Ramadhan yang sama-sama kita nantikan dari waktu ke waktu. Tugas kita sekarang adalah menyiapkan diri lebih awal, agar saat mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan Ramadhan nanti kita lebih siap dan matang. Sehingga berbagai ibadah yang kita lakukan lebih berkualitas dan berdampak lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Harapannya, kita mampu menjadi peserta didik terbaik di Ramadhan nanti. Yaitu peserta didik yang mampu menangkap, memahami, menghayati, dan merealisasikan berbagai pelajaran yang kita ikuti di bulan Ramadhan untuk dan pada bulan-bulan setelahnya. Itulah jugalah dampak ganda dari proses pendidikan Ramadhan mulia yang kita jalani.
Bila kita mampu menjaga ritme dan nilai-nilai Ramadhan, maka kita insyaa Allah menjadi insan bertakwa yang memiliki kekuatan fisik, kefitrahan ruh dan hati yang bersih. Sehingga kita semakin giat dan mampu menebarkan kebaikan dan kemanfaatan bagi diri, keluarga, dan masyarakat bahkan bangsa dan negara kita. Semoga Allah mengabulkan harapan kita, termasuk untuk menemui Ramadhan mulia! (*)






