Oleh: Syamsudin Kadir
Penulis Buku “Prabowo Subianto; Optimisme, Kepemimpinan dan Sepak Terjang”
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang didirikan pada Rabu 6 Februari 2008 silam, 18 tahun yang lalu. Pada Jumat 6 Februari 2026, Gerindra memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18. Bila ditelisik, salah satu kesuksesan besar Gerindra sejak berdiri hingga saat ini adalah mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2014, 2019 dan 2024 lalu.
Walaupun pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu Prabowo Subianto kalah bertarung, namun pada Pilpres 2024 lalu ia sukses memenangkan pertarungan. Karena itu, usia 18 tahun adalah momentum sekaligus tonggak perjalanan Gerindra sebagai salah satu kekuatan politik nasional yang mencapai puncak pencapaian politik yaitu sukses memenangkan Pilpres 2024 lalu yang ditandai terpilihnya Prabowo Subianto selalu Ketua Umum Gerindra, sebagai Presiden Indonesia untuk Periode 2024-2029.
Sejak berdiri hingga saat ini, Gerindra berkomitmen untuk (1) menjaga martabat kebangsaan, kedaulatan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, untuk (2) menjaga persatuan bangsa dan mengawal kepemimpinan nasional demi kepentingan rakyat. (3) Bersinergi dengan pemerintah dan mendukung program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, memperkuat ketahanan nasional, dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur juga mesti menjadi komitmen Gerindra.
Penegas Langkah
Satu hal yang sangat menarik, “Kompak, Bergerak, Berdampak” diangkat menjadi tema peringatan HUT ke-18 ini. Hal ini mencerminkan semangat kolektif seluruh kader dan simpatisan Gerindra untuk menjaga soliditas internal, bergerak aktif dalam kerja-kerja nyata, dan menghadirkan dampak langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Tema ini sekaligus menegaskan posisi Gerindra sebagai partai pemenang Pilpres yang siap mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah.
Pertama, Kompak. Hal ini menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan di seluruh struktur partai, mulai dari tingkat pusat hingga akar rumput. Kekompakan menjadi fondasi utama yang mengantarkan Gerindra melewati berbagai dinamika politik nasional sejak berdiri hingga saat ini. Terjaganya soliditas membuat Gerindra mampu menjalankan peran strategisnya secara konsisten dan berkelanjutan.
Kedua, Bergerak. Hal ini merepresentasikan semangat kerja aktif dan responsif terhadap kebutuhan bangsa. Gerindra tidak hanya hadir sebagai kekuatan politik di parlemen dan pemerintahan, tetapi juga sebagai gerakan yang turun langsung ke tengah masyarakat. Semangat bergerak ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, pembangunan nasional, dan penguatan kedaulatan negara.
Ketiga, Berdampak. Hal ini menegaskan bahwa setiap langkah, kebijakan, dan gerakan yang dilakukan harus memberikan hasil nyata. Gerindra menempatkan kepentingan rakyat sebagai tujuan utama, sehingga setiap program yang didukung maupun diinisiasi diharapkan membawa perubahan positif yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pendidikan, ekonomi, pangan dan kesejahteraan sosial.
Refleksi untuk Aksi
Gerindra adalah partai berkuasa saat ini. Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai presiden yang dimenangkan oleh Gerindra tentu tak luput dari kritik berbagai kalangan. Hal tersebut sangat wajar sekaligus wujud nyata terbukanya keran kebebasan berpendapat. Kritik adalah energi sekaligus magnet politik yang memacu adrenalin politik Presiden Prabowo Subianto dan Gerindra agar lebih giat dalam melayani masyarakat dan mampu memimpin perbaikan bangsa ke arah yang lebih baik dan maju.
Dalam banyak kesempatan Prabowo Subianto telah menegaskan perlunya elemen kritis sebagai kekuatan kontrol kekuasaan. Hal ini menjadi penegas bagi keluarga besar Gerindra untuk menyediakan telinga lebar dan hati lapang bagi suara kritis sepedas apapun iiiatas berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gerindra tak perlu alergi dengan kritik, sebab kritik adalah tanda peduli, perhatian dan cinta pada Gerindra juga Presiden Prabowo Subianto.
Tantangan Gerindra ke depan tentu menjadi medium ujian bagi identitas dan komitmennya bagi masyarakat, bangsa dan negara. Kemiskinan, putus pendidikan dan gizi buruk, di samping korupsi, kriminalitas dan penyakit sosial adalah masalah pelik yang masih menimpa bangsa ini. Konflik di beberapa kawasan dan dinamika politik global menjadi tantangan yang tak kalah peliknya. Di sinilah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gerindra diuji, apakah dia sukses atau gagal.
Ada banyak hal yang perlu mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto seperti (1) efesiensi anggaran di tengah anggaran yang menipis. (2) Pangkas program dan kegiatan seremonial yang menghabiskan anggaran. (3) Perampingan struktur kabinet dan birokrasi yang gemuk. (4) Profesionalitas penempatan untuk jabatan pimpinan atau komisaris di berbagai BUMN. (5) Evaluasi berkala program makan bergizi gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. (6) Wujudkan kepedulian kepada para guru honorer dalam bentuk anggaran nyata.
Usia 18 tahun adalah usia yang cukup muda. Hal ini menjadi modal penting bagi Gerindra untuk menyicil dan menyiapkan agenda strategis ke depan. Bukan saja penguatan (1) agenda internal seperti (a) kaderisasi, (b) digitalisasi partai, dan (c) ekspansi organisasi; tapi juga (2) agenda eksternal seperti (a) ekspansi jejaring lintas komunitas, dan (b) ekspansi sekaligus merawat agenda pelayanan masyarakat secara nyata seperti pendampingan, advokasi dan bakti sosial.
Gerindra telah menegaskan akan kembali mengusung Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2029 mendatang. Sebagai partai politik pemenang Pilpres 2024, tentu ini hal yang wajar saja. Tapi perlu diperhatikan kembali berbagai janji politik pada saat kampanye lalu. Masyarakat menghendaki pemenuhan janji-janji. Daya tawar dan posisi Presiden Prabowo Subianto di percaturan kawasan dan global cukup menggembirakan. Tapi masalah dalam negeri perlu mendapat perhatian lebih serius, kerja keras dan kepastian jalan keluar.
Perjalanan sejarah bangsa ini mesti terus berlanjut dan tak boleh berhenti di tengah jalan. Gerindra memiliki peran besar untuk memastikan setiap agenda perubahan berlanjut dan memiliki dampak nyata bagi kepentingan ril masyarakat sekaligus keberlanjutan pembangunan di berbagai lininya. Gerindra dengan usia mudanya bukan lagi anak kemarin sore yang layak diremehkan. Kini Gerinda sudah beranjak dewasa dan layak memimpin untuk kepemimpinan bangsa dan negara selanjutnya. Berbagai paradoks mesti dilawan dengan konsistensi perjuangan dan kerja nyata, bukan sekadar pidato dan gemuruh tepuk tangan. Selamat HUT ke-18 untuk Gerindra! (*)






