Oleh: Syamsudin Kadir
Penulis Belasan Buku Biografi Tokoh
KABAR mualafnya Dokter Richard Lee menyebar di berbagai berita media dan perbincangan media sosial selama setahun terakhir. Sosok yang arab disapa Dokter Richar tersebut bersyahadat pada tahun 2023 di sebuah tempat di Palembang, Sumatara Selatan.
Saat prosesi mulia dan spesial tersebut, Dokter Richard tampak mengenakan peci hitam lengkap dengan baju koko warna putih. Ia terlihat mengucap syahadat di depan Ustaz Derry Sulaiman dan Ustadz Felix Siauw. Hal itu terpantau lewat unggahan instagram milik Abdillah Onim atau yang akrab disapa Bang Onim, relawan Palestina, di akunnya @bangonim.
Dalam unggahan milik Bang Onim, Dokter Richard tampak mengenakan pakaian koko berwarna putih dan peci hitam. “Allahu Akbar, Ahlan wa sahlan dr. Richard Lee @dr.richard_lee, semoga istiqomah dan iman dan Islam. Btw siapa nama Islamnya ya? Alhamdulillah kekuatan Islam dan hidayah dari Allah,” tulis akun tersebut dilansir Sripoku.com edisi Jumat, 7 Maret 2025.
Alasan Masuk Islam
Belakangan, Dokter Richard pun mengakui bahwa dirinya benar-benar sudah masuk Islam atau menjadi mualaf. Ia lakukan hal tersebut setelah selama beberapa waktu beredar rumor bahwa dokter tersebut sudah memeluk agama Islam. Namun kala itu belum pernah ada pengakuan resmi dari dirinya.
Status mualafnya juga dikonfirmasi sosok mualaf yang kini menjadi pendakwah Ustadz Hanny Kristianto. Ia mengunggah foto Dokter Richard bersama Ustadz Felix Siauw dan Ustadz Derry Sulaiman sambil memegang sertifikat mualaf.
Dokter Richard telah menyampaikan secara terbuka alasan dirinya menjadi mualaf. Hal tersebut dilansir dari YouTube Mantra News edidi Jumat, 7 Maret 2025.
Dokter Richard memberi penjelasan tentang alasannya menjadi mualaf, memilih berpindah agama, dari Katolik ke Islam.
Pertama, ada ruang kosong yaitu tujuan hidup yang hakiki
Dokter Richard mengakui bahwa pencapaian materi dan kariernya sudah mencapai puncak. Namun apa yang ia gapai tak mampu membuatnya tenang dan merasa ada ruang kosong yang belum terisi yaitu tujuan hidup. Ia merasa apa yang ia peroleh secara duniawi tidak mampu membuatnya tenang.
“Sebenarnya aku merasa ada kekosongan aja. Aku dulu merasa sudah sempurna banget, di puncak, tapi aku merasa semuanya karena akunya hebat. Tapi aku merasa kayak ada yang kosong, aku kehilangan tujuan hidup, aku merasa tujuan hidupku cuma dunia. Kebetulan ada yang ngajarin, ada yang bimbing, itu cukup mengubah hidup aku,” pungkasnya.
Kedua, beriman kepada Allah dan menjaga hubungan dengan-Nya
Dokter Richard merespon berbagai komentar netizen, bahwa dirinya memilih menjadi mualaf karena ingin tenar. Justru, kata dia, ia menjadi muslim karena dia merasa ketenaran tak mampu membuat dirinya bahagia. Setelah masuk Islam, dirinya merasa mendapatkan pembelajaran dan nilai hidup.
“Kalau aku cari tenar, mungkin dua tahun lalu sudah aku umumkan, ini kan enggak. Aku juga enggak punya niat berbicara ke media. Ini kah hubunganku dengan Tuhan. Paling enggak aku buktikan dengan karya. Kalian islam atau tidak kan kalian tunjukin, kalian sholat enggak, sedekah enggak,” ujarnya.
Ketiga, terinpirasi surat al-Baqarah ayat 155-157
Dokter Richard mengaku terketuk oleh penjelasan al-Quran, tepatnya surat al-Baqarah ayat 155-157. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Baginya, ayat-ayat tersebut mengubah pandangan hidupnya tentang ragam ujian yang menerpa.
“Jujur ujian hidupku itu banyak. Tapi aku beruntung, Pak Ustadz, ada beberapa ayat yang mengubah pandanganku tentang ujian hidup. Dulunya aku menganggap ujian hidup itu berat. Tapi sejak satu kata ini, sejak aku belajar Islam dan sejak aku Islam, aku benar-benar mengubah pandanganku tentang ujian hidup,” ungkap Dokter Richard di YouTube pribadinya edisi Kamis, 6 Maret 2025.
Dokter Richard mengatakan, apa yang diajarkan Islam melalui tiga ayat tersebut yaitu tentang ujian hidup selaras dengan pandangan pribadinya. Ia menjelaskan tiga ayat itu menekankan bahwa semua yang ada di dunia merupakan milik Allah.
“Itu menurut aku se-value dengan apa yang kuyakini, bahwa semua masalah yang datang untuk buat kita jadi lebih baik,” jelasnya.
Sempat Ditentang Keluarga
Sebelum memutuskan untuk berpindah dari Katolik ke Islam, Dokter Richard awalnya mendapat penolakan dari keluarganya. Penolakan terjadi sekira 2 tahun sebelum dirinya benar-benar masuk Islam.
“Respon keluarga, yang pertama penolakan dari dua tahun lalu, penolakan besar-besaran, bahkan aku diancam, ancaman keluarga. Tapi aku diam aja, strategiku pelan-pelan untuk dibicarakan. Tepatnya satu tahun yang lalu istriku juga (bilang) go ahead enggak jadi masalah, kalau memang pilihan hidup, ya lakukan saja. Aku senang istriku support banget,” terangnya.
Dokter Richard memilih diam dan pelan-pelan membicarakan kepada keluarga. Sampai pada satu tahun sebelum bersayahadat, ia pun memberitahu istrinya, Reni Effendi. Kabar baiknya, sang istri menyetujui bahkan mendukung sang suami untuk menjadi mualaf.
“Namun aku diem aja. Mungkin strategiku pelan-pelan untuk dibicarakan. Tepatnya satu tahun yang lalu, istriku baru aku kasih tahu. ‘Go head gak jadi masalah, kalau memang itu pilihan hidup kamu. Aku seneng banget, istriku support banget,” jelasnya.
Sang istri dulunya memeluk agama Buddha, lalu menikah dengan dirinya dan memeluk agama Katolik. Kini, sang istri memilih kembali memeluk Budha.
“Istri itu adalah Buddha, istri pindah ke Katolik karena menikah dengan saya. Dan ketika saya pindah memeluk agama lain, ya berati kan dia nggak perlu lagi dong, karena waktu itu pindah agama Katolik karena menikah dengan saya. Sehingga ia bilang apa yang ia percayai, saya bilang monggo,” terangnya.
Terus Belajar Islam
Dokter Richard sendiri sudah menjadi mualaf sejak 2023. Walau begitu, menjelang dan setelah menjadi mualaf, ia tetap belajar untuk mendalami berbagai ajaran Islam dari berbagai sumber dan kepada para tokoh yang direkomendasikan.
“Sebenarnya sejak tiga tahun yang lalu aku tuh sudah Islam dan selama tiga tahun ini aku belajar Islam, dan sampai sekarang aku masih belajar Islam,” ungkapnya.
Ia mengakui merasa beruntung bisa berkenalan dengan Ustadz Derry Sulaiman dan Ustadz Felix Siauw. Ia mendalami Islam melalui dua pendakwah yang kerap muncul di media layar TV dan media sosial tersebut.
Namun, kendati telah memutuskan untuk masuk Islam pada tahun 2023 secara cepat setelah belajar, selama dua tahun, 2023 hingga awal 2025, dirinya memilih untuk merahasiakannya. Lalu kelak, pada awal 2025, ia sendiri yang menyampaikannya kepada khalayak, baik untuk syiar maupun memohon kesaksian secara umum.
“Dari awal itu aku diajak oleh Ustaz Derry dan dibimbing oleh Ustaz Felix Siauw, itu terlihat jelas. Aku meminta mereka berdua untuk merahasiakan hal ini. Ada beberapa alasan, pertama aku tidak ingin menyakiti hati orang lain. Bagaimanapun juga keluargaku keluarga non muslim. Aku harus menjaga perasaan mereka,” akunya.
Dokter Richard memilih masuk Islam karena petunjuk sekaligus wujud kasih sayang Allah padanya. Ia belajar dan terus belajar mencari, lalu Allah menakdirkannya melalui proses syahadat yang disaksikan oleh beberapa orang, tiga diantaranya yaitu Ustadz Hanny Kristianto, Ustadz Felix Siauw dan Ustadz Derry Sulaiman.
Mudah-mudahan Allah selalu membimbing, menguatkan dan memberkahi seluruh niat baik, kesungguhan dan langkah-langkahnya. Mari saling menguatkan, mendukung dan mendoakan, tanpa merusak hubungan baik dan tanpa mencela keyakinan atau agama dan umat agama lain! (*)






