Kepada Yth.
1. Bapak Presiden RI;
2. Bapak Menko Polkam;
3. Bapak Menko Hukam & Imipas;
4. Bapak Menteri Luar Negeri;
5. Bapak Menteri ESDM.
di
Tempat
Perihal (Surat terbuka sercara elektronik) :
Mencermati Pidato Bapak Presiden terkait menghormati kekuatan Dunia dan Laporan Menteri ESDM terkait kapal kargo berbendera Singapura bermuatan BBM untuk Indonesia di Selat Hormuz balik arah
Dengan hormat,
Sehubungan dalam beberapa minggu ini tagline berita di media sosial terkait Pidato Bapak Presiden terkait menghormati kekuatan Dunia dan Laporan Menteri ESDM terkait kapal kargo berbendera Singapura bermuatan BBM untuk Indonesia di Selat Hormuz balik arah, beberapa hal yang saya cermati dan perlu sampaikan sebagai berikut:
1. Bahwa banyak desakan agar Indonesia keluar dari Board Of Peace (BOP) akan tetapi pidato Bapak Presiden pada pokoknya mengatakan menghormati kekuatan dunia. Hal ini bisa disimpulkan bahwa terkesan Bapak Presiden tidak menghormati dan menghargai negara lemah seperti Palestina. Saya mengetuk hati nurani Bapak Presiden dengan kisah bahwa Raja membakar Nabi Ibrahim AS dan tatkala semut dengan keberanian membawa seonggok air untuk memadamkan api yang berkobar membakar Nabi Ibrahim AS. Kisah inj dapat diambil pelajaran yakni walaupun semut tak berdaya dan hanya membawa setitik air untuk memadamkan api tersebut, secara logika begitu besar kobaran api, mana mungkin akan padam oleh air yang dibawa semut tersebut. Namun disinilah hakekat kebenaran dan keberpihakan kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME);
2. Bahwa pelajaran semut sebetulnya sejalan dengan preambul UUD 45 yang berbunyi *atas berkat rahmat Alloh”;
3. Bahwa Indonesia sebagai negara Non Blok tidak harus mengeblok kepada kekuatan besar melainkan Indonesia harus mengeblok kepada kebenaran sebagaimana Semut _in casu_. Sehingga berdasarkan isi preambul UUD 45 tersebut maka amat pantas Indonesia harus keluar dari BOP;
4. Bahwa atas laporan Menteri ESDM yang pada pokonya impor BBM Indonesia memakai kapal kargo berbendera Singapura agar tidak terjadi krisis BBM di dalam negeri maka saya usulkan sebagai solusi yaitu Pertama, dalam membeli BBM sebaiknya langsung membeli dari Iran dan Rusia atau memakai kapal kargo yang berbendera Rusia maupun Iran. Saya yakin bila kerjasama terwujud harga BBM tersebut murah dan dapat mengantisipasi kelangkaan BBM di dalam negeri. Kedua, dalam jangka pendek pemerintah melalui Pertamina segera membeli kapal kargo pengangkut BBM dan Ketiga, dalam jangka panjang melalui PT PAL pemerintah membuat kapal kargo pengangkut BBM yang nantinya selain untuk kebutuhan sendiri dan untuk di jual kepada negara lai
KONKLUSI
Atas hal-hal tersebut diatas dan tanpa mengurangi peran menteri yang membantu Bapak Presiden kurang berani dalam memberikan solusi, disampaikan sebagai berikut:
1. Sejalan dengan isi Preambul UUD 45 maka Indonesia segera keluar dari BOP;
2. Menandatangani kerjasama BBM dengan negara Rusia dan Iran;
3. Membeli dan membuat kapal kargo pengangkut BBM.
Demikian Surat Terbuka secara elektronik ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.
Cirebon, 18 Maret 2026
Tokoh Muda dari Barat Wong Cirebon
Ttd
BAMBANG WIRAWAN






