Cirebon

Akibat Longsor di Saasaksaat, KAI Daop 3 Cirebon Sampaikan Permohonan Maaf Atas Dampak KA Ciremai Tertahan Perjalanan

2
×

Akibat Longsor di Saasaksaat, KAI Daop 3 Cirebon Sampaikan Permohonan Maaf Atas Dampak KA Ciremai Tertahan Perjalanan

Share this article
IMG 20260402 WA0007

CIREBON, GM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya penumpang KA Ciremai relasi Semarang Tawang – Bandung, yang perjalanannya terganggu akibat adanya longsoran tanah di petak jalan Maswati – Sasaksaat pada Rabu, 1 April 2026 pukul 14.53 WIB.

Kejadian tersebut menyebabkan perjalanan KA Ciremai harus berhenti sementara di lokasi terdampak, tepatnya di KM 142+8/9 pada petak jalan Maswati – Sasaksaat. Gangguan ini terjadi sebagai dampak adanya hujan lebat dan kondisi alam di lokasi tersebut yang berada di luar kendali operasional KAI.

Manager Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan bahwa keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama dalam setiap kondisi operasional.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan yang dialami oleh pelanggan KA Ciremai Relasi Bandung- Cikampek-Cirebon- Semarang PP dan KA Harina Relasi Bandung-Cikampek-Cirebon-Surabaya Pasarturi PP akibat gangguan perjalanan ini,” ujar Muhibbuddin.

Setelah kejadian tersebut, KAI mengerahkan petugas prasarana bersama tim terkait ke lokasi untuk melakukan penanganan di jalur lintasan tersebut dan melakukan evakuasi terhadap kondisi KA Ciremai. Proses penanganan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi oleh petugas di lapangan dengan mengutamakan keselamatan seluruh pelanggan.

“KAI memastikan bahwa dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Seluruh penumpang dan awak kereta api KA Ciremai dinyatakan selamat. Penumpang KA Ciremai selanjutnya mendapatkan penanganan lanjutan sesuai prosedur pelayanan,” kata Muhibbuddin.

Sebagai dampak dari kejadian tersebut, perjalanan kereta api Ciremai dan Harina dari Cirebon tujuan Bandung, sebagian perjalanannya dibatalkan sehingga hanya dapat berhenti di stasiun sebelum stasiun akhir.

“Untuk menuju stasiun akhir (Bandung) penumpang KA dilakukan oper stapen yaitu mengalihkan perjalanannya dengan menggunakan moda transportasi lainnya, seperti bus. Sedangkan KA Harina relasi Bandung-Cikampek- Cirebon-Surabaya Pasarturi dilakukan memutar melalui Bandung-Kroya-Prupuk-Tegal,” tambah Muhibbuddin.

Baca Juga :  Jalur Kereta Api di Stasiun Pegadenbaru Sudah Bisa Dilalui Kembali, KA Argo Lawu Jadi Kereta Pertama yang Melintas Dengan Kecepatan Terbatas

Setelah dilakukan penanganan jalur KA secara maksimal oleh para petugas, pada pukul pukul 03.20 jalur sudah dapat dilewati KA dengan kecepatan 5 km/jam, dan secara berangsur-angsur kecepatan akan ditingkatkan sampai dengan kecepatan normal seiring dengan kondisi jalur yang semakin membaik.

KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta memastikan keselamatan dan kenyamanan pelanggan, termasuk dalam situasi darurat sekalipun. Informasi terbaru terkait perjalanan kereta api akan terus disampaikan melalui kanal resmi KAI kepada masyarakat. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *