Opini

Banjir Gebang Menanti Kepedulian Pemda Kabupaten Cirebon

11
×

Banjir Gebang Menanti Kepedulian Pemda Kabupaten Cirebon

Share this article
IMG 20260213 WA0061
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Syamsudin Kadir

Penulis Buku “Prabowo Subianto: Optimisme, Kepenimpinan dan Sepak Terjang”

CURAH hujan di Cirebon dan sekitarnya selama beberapa bulan terakhir, sejak November 2025 hingga Februari 2026 ini, cukup tinggi. Hal ini menyebabkan beberapa wilayah terkena banjir dan dampak ikutannya. Setelah Talun dan Sumber ibukota Kabupaten Cirebon, yang beberapa waktu lalu terkena banjir, kini beberapa tempat lainnya juga terkena banjir. Bahkan banjirnya cukup parah dan meluas ke banyak tempat.

Masalah Banjir

Salah satu daerah yang terkena banjir cukup parah adalah Kecamatan Gebang dan sekitarnya. Gebang Udik, Gebang Ilir dan sekitarnya merupakan daerah yang berkali-kali terdampak banjir. Volume air yang cukup besar membuat air menggenang di berbagai sudut dan gang rumah warga. Hal ini sudah terjadi beberapa kali, terutama bila curah hujan cukup besar. Bahkan banjir masuk memenuhi rumah warga cukup tinggi, dari 15 cm hingga 80 cm.

Tak sedikit warga setempat yang menyampaikan keluhan kepada sesama warga termasuk melalui berbagai akun media sosial. Hal ini sangat wajar, sebab bencana banjir sudah datang berkali-kali, namun seperti belum menemukan jalan keluar. Beberapa warga sempat mengeluhkan belum adanya respon dan tindak lanjut dari pemerintah daerah Kabupaten Cirebon, baik Bupati dan Wakilnya maupun dinas terkait, dalam menyelesaikan kondisi ini sejak beberapa tahun lalu.

Diantara masalah pelik yang masih dihadapi warga adalah (1) got atau selokan air yang kecil dan kotor, (2) banyaknya sampah yang mengikuti aliran air kala banjir tiba, (3) sampah masuk ke rumah warga, (4) tidak bisa bekerja dan beraktivitas karena transportasi terhalang banjir, dan (5) belum adanya perhatian pihak berwenang, termasuk pemerintah daerah yang berdampak nyata bagi warga yang menjadi korban banjir.

Baca Juga :  Jadilah Sahabat Al-Quran

Langkah Konkret

Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa hal berikut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk para warga. Pertama, menyimpan sampah pada tempatnya. Sehingga bila hujan tiba, sampah tidak menumpuk dan tercecer ke berbagai tempat termasuk tidak memenuhi tempat aliran air. Karena itu pula, pemerintah daerah perlu menyediakan tempat sampah dan tempat pembuangan sampah atau TPS yang representatif.

Kedua, Pemda perlu menyediakan mobil khusus untuk mengangkut sampah dari TPS ke tempat yang sudah disediakan sebagai tempat pembuangan akhir atau TPA. Curah hujan yang cukup tinggi, bukan satu-satunya biang banjir. Volume sampah yang meninggi namun tidak terkelola dengan baik bisa menjadi biang adanya banjir. Hal ini akan berdampak baik manakala dinas terkait juga menyediakan tempat pengelolaan sampah secara produktif, sehingga bernilai ekonomis.

Ketiga, menata drainase secara menyeluruh. Drainase yang baik dapat menjadi sistem saluran yang mengalirkan air secara teratur. Hal ini dapat mencegah genangan air dan banjir sekaligus menjaga kesehatan lingkungan dan keawetan infrastruktur. Dinas terkait perlu melakukan tindakan konkret dengan melibatkan TNI, Polri dan OKP. Bila memungkinkan, lakukan pembenahan di berbagai lini, bukan saja saat banjir tiba tapi jauh-jauh hari sebelum musim hujan.

Keempat, Pemda perlu menyediakan mesin penyedot air. Mesin penyedot air juga mesti tersedia, sehingga bila musim hujan tiba, air yang tertampung di selokan utama dan yang mengalir di kawasan rumah warga dapat disedot, lalu dibuang ke selokan yang sudah ditata sebelumnya. Langkah semacam ini butuh biaya, karena itu, Pemda (Bupati dan Dinas terkait) perlu berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Cirebon, sehingga anggarannya bisa disediakan sejak awal.

Banjir adalah masalah yang beranak pinak, terutama warga yang kesulitan bekerja atau beraktivitas. Dampaknya, pendapatan harian warga menipis bahkan kosong. Akhirnya, muncul penyakit gatal dan dilengkapi oleh pendapatan yang terhambat, membuat warga sakit dan dilanda kekurangan untuk kebutuhan sehari-hari. Bila dibiarkan berlarut-larut, hal ini bakal menimbulkan masalah sosial baru. Di sinilah pentingnya pemimpin yang peduli, gerak cepat dan bertindak nyata. Semoga Pemda Kabupaten Cirebon lebih sigap dan segera turun tangan! (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *