Oleh: Riza Zulfa
Koordinator Umum Alumni KMMI 2024
Workshop Sustainable Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan oleh Alumni Kuliyatul Mualimin wal Mu’alimat Islamiyah (KMMI) 2024 Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok sukses digelar pada 12 Januari 2026 bertempat di Nutrihub Lombok, NTB. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan alumni KMMI angkatan 2024 yang saat ini tengah menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat untuk terus belajar, berdiskusi, dan berkontribusi terhadap isu-isu strategis pembangunan.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus ruang konsolidasi gagasan bagi para alumni untuk kembali menegaskan peran strategis generasi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals. Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, krisis kesehatan, dan persoalan pendidikan, pengkajian SDGs menjadi sangat relevan. Terlebih bagi alumni yang kini sedang menempuh pendidikan tinggi, posisi mereka sebagai insan akademis memberikan peluang besar untuk menghadirkan solusi berbasis riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
Acara dibuka dengan pemaparan komprehensif mengenai konsep dasar SDGs, mulai dari latar belakang lahirnya 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, target-target yang ingin dicapai hingga tahun 2030, hingga pentingnya implementasi di tingkat lokal. Pemateri juga menekankan bahwa SDGs bukan sekadar dokumen global, melainkan agenda bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan alumni pesantren. Nilai-nilai kepedulian sosial, keadilan, dan tanggung jawab yang selama ini ditanamkan di lingkungan pendidikan menjadi modal penting dalam mendukung agenda tersebut.
Memasuki sesi inti, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari beberapa orang dengan latar belakang keilmuan yang beragam. Pembagian kelompok ini bertujuan untuk memperkaya perspektif dan menghasilkan ide yang lebih komprehensif. Setiap kelompok diminta untuk merumuskan minimal dua program konkret yang selaras dengan SDGs dan memungkinkan untuk diimplementasikan secara bertahap di lingkungan masing-masing.
Suasana diskusi berlangsung sangat hidup. Para alumni terlihat antusias menyampaikan gagasan, saling mengkritisi secara konstruktif, serta menggali potensi kolaborasi. Tawa dan diskusi serius berpadu dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak sedikit peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru dan merasa termotivasi untuk mulai bergerak dari hal-hal sederhana namun berdampak.
Dari proses diskusi tersebut, lahirlah berbagai gagasan program yang memadukan nilai keislaman dan pendekatan umum yang inklusif, di antaranya, pertama, “Program Sedekah Sampah Berbasis Masjid”, yaitu gerakan pengumpulan dan pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan aktivitas masjid. Sampah yang memiliki nilai ekonomis akan dikelola dan hasilnya disalurkan untuk santunan pendidikan, bantuan sosial, maupun kegiatan pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya mendukung tujuan pengelolaan lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi sosial masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
Kedua, “Gerakan Wakaf Buku dan Beasiswa Pendidikan”, yang bertujuan meningkatkan akses literasi dan pendidikan bagi pelajar kurang mampu. Alumni berperan sebagai penggerak pengumpulan buku layak pakai serta penggalangan dana beasiswa secara transparan dan berkelanjutan.
Selain program bernuansa keislaman, muncul pula berbagai gagasan umum yang bersifat inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, seperti: “Bank Sampah Digital dan Edukasi Lingkungan”, yang melibatkan pemuda desa dalam sistem pengelolaan sampah berbasis pencatatan digital untuk meningkatkan kesadaran ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi sirkular.
Lalu, “Pendampingan UMKM Lokal Berbasis Digital Marketing”, berupa pelatihan pembuatan konten promosi, manajemen keuangan sederhana, serta strategi pemasaran melalui media sosial untuk membantu pelaku usaha kecil meningkatkan daya saing.
Di samping itu, ada juga “Program Edukasi Kesehatan dan Gizi Remaja”, yang digagas oleh alumni berlatar belakang kesehatan untuk memberikan penyuluhan terkait pola hidup sehat, pencegahan anemia, serta pentingnya gizi seimbang di kalangan remaja.
Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah “Gerakan Penanaman Pohon dan Konservasi Sumber Air”, sebagai respons terhadap isu perubahan iklim dan degradasi lingkungan di tingkat lokal.
Seluruh gagasan tersebut kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok di hadapan peserta lainnya. Sesi presentasi berlangsung interaktif dan penuh semangat. Setiap kelompok menerima masukan, saran pengembangan, serta peluang kolaborasi lintas bidang. Forum ini menjadi bukti bahwa diskusi yang terarah dapat melahirkan ide-ide aplikatif yang tidak berhenti pada tataran konsep.
Workshop ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan kolektif Alumni KMMI 2024 dalam mengimplementasikan SDGs secara nyata dan berkelanjutan. Tidak hanya sebagai wacana akademik, tetapi sebagai aksi sosial yang terukur dan berdampak.
Ke depan, besar harapan agar semangat ini terus menyala dan menginspirasi generasi muda, khususnya para alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim, untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan bekal ilmu, nilai moral, pengalaman organisasi, dan semangat kolaborasi, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan yang membawa kebermanfaatan bagi umat, bangsa, dan lingkungan secara berkelanjutan. (*)






