MAJALENGKA, GM – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Majalengka cukup peduli terhadap pembangunan bidang pangan yang saat ini menjadi salahsatu bidang perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah. Hal itu terbukti dengan salah satu upayanya untuk membahasnya melalui seminar dengan tema :”Strategi Kolaborasi Membangun Ketahanan Pangan Kabupaten Majalengka,” bertempat di ruang auditorium Universitas Majalengka, Senin (22/12/2025).
Seminar diawali dengan pengarahan dari Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman, MM dan dihadiri langsung Ketua ICMI Orwil Jawa Barat, Prof Dr, Ir H Sutarman, M.Sc. IPU dan Ketua ICMI Orda Kabupaten Majalengka, Dr H Diding Badjuri, M.Si serta pengurus ICMI Orsat Kecamatan dan Perguruan Tinggi.
Sementara pembicara dalam seminar yang membahas soal ketahanan pangan tersebut yakni Wakil Rektor 1 Universitas Majalengka Prof Jaka Sulaksana, MP. Ph.D, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka yang diwakili Kabid Ketahanan Pangan, H Ence, SKM, MM, MSi dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka, Joni Kasmuri, S.ST, SE, ME.
Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman, MM dalam sambutannya mengatakan, seminar ini merupakan salah satu inovasi dari para pengurus ICMI untuk membantu pemerintah dalam membangun daerah. Terlebih masalah ketahanan pangan saat ini menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah mengingat bagaimana kondisi masalah pangan saat ini Indonesia sebagai negara agraris tetapi beras saja masih harus impor.
Secara lokal yakni Kabupaten Majalengka kata Bupati Eman, saat ini Majalengka menjadi salah satu daerah strategis yang menjadi tujuan bagi para pengusaha untuk berinvestasi. Banyak perusahaan yang ingin menginvestasikan modalnya di Majalengka dengan membuka usaha di berbagai bidang.
“Ketertarikan para pengusaha untuk berinvestasi di Majalengka tersebut salahsatunya karena hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. Meskipun saat ini belum beroperasi dengan maksimal tetapi lambat Laun terus diupayakan agar BIJB bisa beroperasi secara maksimal sehingga dapat mendongkrak pembangunan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Majalengka, H Ence SKM, MM, MSi dalam paparannya mengatakan bahwa meskipun saat ini di Majalengka sudah banyak lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi industri dan bandara internasional, tapi soal pangan masih surplus. Artinya bidang ketahanan pangan Kabupaten Majalengka masih aman karena lahan pertanian masih cukup luas.
Dikatakan Ence, sebagaimana dijelaskan Bupati Majalengka bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Majalengka akan mempertahankan lahan pertanian pertanian produktif untuk cadangan pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 30.996,42 hektare yang tersebar di hampir semua kecamatan.
LP2B ini terluas berada di Kecamatan Ligung mencapai 3.218,19 hektare. Kemudian di Kecamatan Jatitujuh seluas 2.18,11 hektare dan Kecamatan Lemahsugih seluas 1.965,65 hektare.
Lanjut dia, yang menjadi permasalahan saat ini khususnya bidang pertanian adalah sulitnya regenerasi sumber daya manusia karena minimnya generasi muda yang mau terjun di bidang pertanian.
Saat ini bidang pertanian dan perkebunan banyak dikerjakan generasi tua sedangkan generasi mudanya lebih memilih bekerja di pabrik atau bidang lainnya. (Eko)






