Cirebon

KAI Daop 3 Cirebon Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Perlintasan Sebidang

6
×

KAI Daop 3 Cirebon Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Perlintasan Sebidang

Share this article
IMG 20260305 WA0050

CIREBON, GM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon melaksanakan kegiatan simulasi kondisi darurat dan sosialisasi keselamatan, serta mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin dan waspada saat melintasi perlintasan rel kereta api.

Kegiatan simulasi kondisi darurat dilaksanakan di JPL 157 petak jalan Kertasemaya – Arjawinangun yang dijaga oleh Dinas Perhubungan serta JPL 153 petak jalan Kertasemaya – Jatibarang yang dijaga oleh swadaya masyarakat. Petugas PJL diberikan penjelasan mengenai tata cara penjagaan JPL sesuai prosedur dan penanganan kondisi darurat.

Kemudian dilakukan peragaan/simulasi langsung oleh PJL dengan skenario kendaraan mogok yang menghalangi jalur KA. Dalam praktiknya, petugas PJL terlebih dahulu melaporkan kejadian kepada PPKA, kemudian berusaha berlari ke arah datangnya KA sambil mengibarkan bendera merah sebagai tanda berhenti dengan tetap mengutamakan keselamatan diri sesuai dengan prosedur keselamatan yang berlaku.

Selain simulasi tanggap darurat, dilaksanakan pula sosialisasi keselamatan dan keamanan di perlintasan sebidang yang berkolaborasi dengan komunitas pecinta kereta api Indonesian Railfans Preservation Society (IRPS) Wilayah Cirebon. Sosialisasi ini juga dilakukan di JPL 157 petak jalan Kertasemaya – Arjawinangun, JPL 153 petak jalan Kertasemaya – Jatibarang, JPL 191 Cangkring dan JPL Truag Petak Jalan Cangkring – Cirebon.

Kegiatan sosialisasi di perlintasan sebidang dilaksanakan dengan pendekatan persuasif dan humanis, antara lain dengan membentangkan spanduk imbauan keselamatan, membagikan stiker keselamatan, memberikan edukasi langsung kepada para pengendara yang melintas, serta melakukan orasi keselamatan mengingatkan masyarakat untuk selalu berhenti sejenak ketika sinyal berbunyi atau palang pintu mulai tertutup, menoleh ke kanan dan ke kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi rel kereta api.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang.

Baca Juga :  Wali Kota Tinjau Lokasi Longsor di Tambang Galian C Argasunya

“Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Melalui simulasi tanggap darurat dan sosialisasi ini, kami ingin membangun budaya disiplin dan waspada kepada masyarakat. Kami berharap kesadaran untuk berhenti saat sinyal berbunyi, tidak menerobos palang pintu, serta selalu memastikan kondisi aman sebelum melintas dapat semakin meningkat,” ujar Muhibbuddin. Kamis (5/3/2026).

Muhibbuddin juga menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang menyatakan bahwa perjalanan kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang dengan jalan. Selain itu, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi seluruh rambu serta sinyal yang ada.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Jangan memaksakan diri menerobos palang pintu yang sudah atau akan ditutup, tidak berhenti di atas rel, serta selalu patuhi rambu dan arahan petugas. Disiplin dan kewaspadaan merupakan kunci utama dalam meminimalisir potensi kecelakaan.” ujar Muhibbuddin.

“Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan partisipasi aktif masyarakat, kami berharap angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat terus ditekan, sehingga tercipta perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat bagi semua khususnya menjelang masa angkutan lebaran 2026.” Tutup Muhibbuddin. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *