Nasional

Minta Aparat Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Kiai Maman: Negara Tidak Boleh Tunduk Pada Teror

8
×

Minta Aparat Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Kiai Maman: Negara Tidak Boleh Tunduk Pada Teror

Share this article
IMG 20260301 WA0052 1

JALARTA, GM – Board Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), KH. Maman Imanulhaq, menyampaikan kutukan keras atas tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, di kawasan Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat.

Tindakan itu, kata Kiai Maman, adalah bentuk kekerasan brutal yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi di Indonesia. Bahkan ia menyebut penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator KontraS merupakan teror terhadap para pembela hak asasi manusia dan ancaman serius bagi kebebasan sipil serta kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Saya mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus. Ini adalah aksi teror yang keji, biadab, dan tidak berperikemanusiaan. Serangan terhadap aktivis kemanusiaan adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri,” tegas Kiai Maman yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, Jumat (13/3/2026).

Andrie Yunus selama ini dikenal sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan bagi para korban kekerasan. Karena itu, imbuh Kiai Maman, serangan terhadap dirinya harus dipandang sebagai ancaman terhadap gerakan pembelaan hak asasi manusia di Indonesia.

Kiai Maman pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional, serta memastikan para pelaku dan pihak yang berada di balik peristiwa tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Aparat penegak hukum harus bergerak cepat, serius, dan transparan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan ini. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan teror yang membungkam suara keadilan. Pelaku lapangan harus ditangkap, tetapi yang lebih penting adalah mengungkap siapa aktor di belakang serangan ini. Negara tidak boleh tunduk pada teror terhadap pembela HAM, imbuhnya.

Baca Juga :  Biaya Haji 2026 Sebesar Rp87,4 Juta, Kiai Maman: Harga Turun, Kualitas Pelayanan Harus Meningkat

Sebagai anggota Dewan Pembina Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, KH. Maman Imanulhaq menyatakan solidaritas penuh kepada Andrie Yunus serta seluruh aktivis yang terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia merupakan tanggung jawab negara dan bagian penting dari komitmen demokrasi.

“Negara wajib memastikan bahwa para pembela HAM dapat bekerja tanpa intimidasi dan kekerasan. Jika serangan seperti ini dibiarkan, maka kita sedang membuka pintu bagi kemunduran demokrasi,” kata Kiai Maman menegaskan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi dari segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun teror terhadap pembela hak asasi manusia.

“Kita semua harus berdiri bersama melawan kekerasan. Indonesia harus tetap menjadi ruang yang aman bagi para pejuang kemanusiaan dan pembela hak asasi manusia,” pungkasnya. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *