Opini

MUI Sebagai Rumah Umat Islam Indonesia

65
×

MUI Sebagai Rumah Umat Islam Indonesia

Share this article
IMG 20251125 WA00521

Oleh : Syamsudin Kadir

Penulis Belasan Buku Biografi Tokoh

Struktur pimpinan dan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat masa khidmat 2025-2030 telah terbentuk. Bahkan orientasi kepengurusan sudah diselenggarakan pada Rabu 24 Desember 2025. Acara yang berlangsung di Hotel Grand Syahid Jaya, Jakarta tersebut dihadiri oleh sekitar 300-an lebih peserta, baik unsur pimpinan maupun pengurus, sementara sekitar 900-an lebih mengikuti secara online atau zoom meeting.

Bila menelisik MUI, baik dari sisi kelahiran, tujuan dan peranannya, maka dapat dikatakan bahwa MUI adalah organisasi besar dan memiliki peranan yang sangat penting dalam tubuh umat dan bangsa Indonesia. Ia bukan saja sebagai pemberi fatwa dan pencerah bagi umat Islam, tapi juga mitra pemerintah dalam berbagai aspeknya.

Lebih rinci, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, perawakilan yang luas. MUI merupakan kumpulan ulama, ju’ama dan cendekiawan yang berasal dari berbagai organsiasi berbasis masa Islam. Saat ini organsiasi masyarakat Islam berjumlah sekitar 80-an organisasi. MUI mengakomodir semua ormas Islam yang ada di Indonesia. Sehingga MUI dapat dikatakan rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh ormas Islam sekaligus umat Islam.

Kedua, fungsi pemersatu. MUI adalah lembaga yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjalin ukhuawah islamiyah umat dan meneguhkan persatuan bangsa yang memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia. MUI hadir untuk mencerahkan masyarakat tentang urgensi persatuan dan buruknya cerai berai. MUI mesti menjadi model kokohnya persatuan di tengah umat yang beragam.

Perbedaan pandangan di tubuh MUI dan masyarakat mesti dihadapi dengan hati yang tenang, berbasis pada pada akal sehat dan pandangan yang toleran sekaligus saling menghormati. Bila pun dihadapkan dengan pandangan yang benar-benar meruncing, maka tetap dijalani dan dijadapi dengan hati yang jernih dan mengedepankan persaudaraan yang terus dijaga.

Baca Juga :  Hukum Bisa Direkayasa, Tapi Alam Tak Pernah Bohong

Ketiga, penjaga wasathiyah Islam. Keberagaman latar belakang unsur kepemimpinan dan pengurus di tubuh MUI menjadi modal penting dalam rangka menjaga dan menyebar nilai dan prinsip Islam, salah satunya al-wasathiyah yang berarti adil dalam segala hal, moderat dalam berpikir dan bertindak serta saling menghormati antar sesama.

Keempat, mitra dialog pemerintah dan masyarakat. Sejak didirikan MUI sudah menegaskan diri sebagai mitra terbaik pemerintah. Tak sedikit kebijakan pemerintah yang membutuhkan pandangan bahkan fatwa MUI, baik kebijakan yang langsung bersentuhan dengan umat Islam maupun kebijakan yang berlaku di tengah masyarakat luas.

Pada saat yang sama, MUI juga menjadi pencerah bagi masyarakat, juga memberikan pandangan keagamaan yang bersifat edukatif dan berdampak mencerahkan, bukan membingungkan atau menyesatkan. Berbagai keputusan dan pandangan MUI selama ini sejatinya menggambarkan bahwa MUI punya pernan penting dalam perjalanan bangsa dan negara kita. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu MUI menjadi mitra terbaik pemerintah.

Kelima, rumah bagi semua pandangan dan pemikiran Islam. MUI yang heterogen menjadi penegas bahwa MUI merupakan rumah bagi semua pandangan dan pemikiran dalam tubuh umat Islam. Dengan demikian, MUI lebih luwes dan terbuka dalam memandang berbagai dinamika dalam tubuh umat Islam. MUI bukan pemantik munculnya masalah, tapi penemu sekaligus yang menjalankan solusi dari berbagai masalah yang muncul di tengah kehidupan umat Islam.

Pada saat yang sama, MUI tetap menjalankan perannya sebagai pemandu umat, sehingga tidak tergelincir dari keyakinan dan pemahaman yang didasari oleh sumber pokok ajaran Islam yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Dalam rangka mencari titik temu dan jalan keluar atas berbagai pemrasalahan yang muncul, MUI selalu menggunakan pola dialog, klarifikasi dan kajian yang mendalam.

Baca Juga :  Eksistensi MUI: Refleksi dan Rekomendasi

Dalam menghadapi tantangan yang terus menerus dihadapi oleh umat Islam selama ini dan ke depan, MUI benar-benar perlu meningkatkan kualitas perannya di tengah umat Islam. MUI juga harus siap sedia untuk memberikan pandangan dan sikap sebagai panduan bagi pemerintah dalam memutuskan kebijakan tertentu, terutama yang berkaitan dengan hajat hidup umat Islam di Indonesia.

Karena itu, MUI bukan saja memberikan pandangan keagamaan terhadap aspek aqidah, ibadah dan akhlak tapi juga dalam aspek muamalah antara sesama umat Islam, juga antar sesama umat yang berbeda keyakinan. Dengan demikian, MUI dituntut untuk memahami tantangan umat Islam dan realitas kehidupan masyarakat yang beragam pandangan, pemikiran dan latar belakang.

Posisi dan peran yang sangat strategis tersebut mengharuskan MUI bukan saja mesti menjadi teladan dalam tubuh umat Islam, tapi juga penyebar Islam yang giat. Sehingga Islam semakin dipahami, diyakini dan dapat dijalankan ajarannya olah umat dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam bingkai kehidupan personal dan keluarga maupun dalam skala kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *