Opini

Pesan dan Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk MUI dan Umat Islam Indonesia

31
×

Pesan dan Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk MUI dan Umat Islam Indonesia

Share this article
IMG 20260207 WA0084
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Syamsudin Kadir

Penulis Buku “Prabowo Subianto; Optimisme, Kepemimpinan dan Sepak Terjang”

PENGUKUHAN pengurus MUI Masa Khidmat 2025-2030 berlangsung di Masjid Isriqlal, Jakarta pada Sabtu 7 Februari 2026. Selain unsur pimpinan, dewan pertimbangan dan pengurus MUI dari berbagai komisi, bidang dan lembaga, Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Prof. Nazaruddin Umar juga turut menghadiri acara lima tahunan ini. Di samping itu, para menteri, pimpinan berbagai lembaga dan institusi pemerintah, pimpinan dan perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) Islam serta puluhan ribu jamaah juga hadir pada acara ini.

Pengukuhan Pengurus dan Peran MUI

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MUI sebagai organisasi ulama terbesar di Indonesia untuk beberapa hal. Pertama, pengukuhan dan pelantikan pengurus untuk Masa Khidmat 2025-2030, baik pimpinan pusat maupun pimpinan di berbagai komisi, bidang dan lembaga atau KBL. Dengan demikian pengurus MUI periode sebelumnya telah dinyatakan demisioner, sementara
pengurus baru secara otomatis mesti siap menjalankan tugas untuk periode baru.

Kedua, MUI sebagai tenda besar umat Islam di Indonesia. MUI sendiri terisi oleh para ulama, cendekiawan dan ju’ama lintas latar belakang. Dengan demikian, hal ini sebagai penegas bahwa MUI merupakan tenda besar untuk semua organisasi masyarakat Islam dan umat Islam di Indonesia. Keragaman latar belakang unsurnya menjadikan MUI semakin relevan untuk menjalankan peran sebagai penjaga ukhuwah islamiyah dan perekat keragaman umat.

Ketiga, MUI berkomitmen melanjutkan berbagai kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai elemen. MUI memiliki peran sentral sebagai pencerah sekaligus pelayan umat, juga sebagai mitra strategis pemerintah. Dalam rangka itu, MUI juga membangun kerjasama dan kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga dan institusi yang memiliki keterkaitan dengan konsen, peran dan agenda MUI dalam beragam bentuknya. Bukan saja dalam hal fatwa, dakwah dan keagamaan, tapi juga dalam hal agenda kebangsaan, sosial kemasyarakatan dan peradaban dunia.

Pesan dan Komitmen Penting Presiden

Pada kesempatan ini Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan arahan resmi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan dalam bentuk Taklimat Kebangsaan. Kehadiran Presiden pada forum terhormat ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempererat sinergi antara pemerintah dan para ulama, tokoh muslim serta umat Islam lintas organisasi dan latar belakang di Indonesia.

Baca Juga :  Persoalan Belum Selesai dan Muncul Persoalan Baru

Adapun beberapa poin penting dari Taklimat Kebangsaan yang disampaikan Presiden antara lain, pertama, Masjid adalah lambang persatuan dan semangat kemandirian. Menurut Presiden, kehadiran para ulama dan umara dalam satu momentum, seperti pada kegiatan yang berlangsung di masjid Istiqlal ini, menunjukkan lambang kekuatan dan persatuan untuk menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan berdiri di atas kaki sendiri. Bahkan, kemakmuran dan perdamaian hanya bisa dicapai dengan syarat utama yaitu bersatunya para ulama dan umara.

“Ini adalah acara istimewa, acara yang berlangsung di Masjid Istiqlal yang merupakan masjid kebesaran umat Islam Indonesia. Yang merupakan kesatuan bangsa lambing semangat bangsa untuk menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang berdaulat, bangsa yang penuh kehormatan, bangsa yang ingin berdiri di atas kaki kita sendiri. Bangsa yang ingin berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Masjid ini adalah lambing semangat bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang bisa melindungi segenap rakyatnya, segenap tumpah darah Indonesia,” ungkap Presiden.

Kedua, MUI adalah perekat dan penjaga keharmonisan antara sesama umat dan umat lainnya. Menurut Presiden, selama ini MUI telah menjalankan peran strategis dan penting dalam berbagai macam peran seperti pilar stabilitas, ketenangan, kesejukan, dan toleransi. MUI selalu hadir saat pemerintah membutuhkan pandangan dan bantuan untuk berbagai permasalahan termasuk bencana alam yang baru saja terjadi di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, juga daerah lainnya.

“Selama ini MUI selalu mengambil peran yang sangat besar dan menentukan dalam lehidupan bangsa dan negara. MUI selalu menjadi pilar stabilitas, pilar ketenangan, pilar kesejukan, dan pilar toleransi antara seluruh umat dan seluruh agama. MUI tidak pernah tidak hadir setiap bangsa mengalami kesulitan…. Salut dan bangga saya terhadap peran dan rasa tanggung jawab Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya.

Ketiga, pemerintah bertekad untuk mengentas kemiskinan dan korupsi dari bumi Indonesia. Presiden menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, namun masih banyak rakyat yang hidup dalam kesulitan dan hal tersebut harus dihadapi secara jujur dan bersama-sama.

Baca Juga :  Menjadi Bangsa Kaya Adab

Salah satu biang utama kemiskinan adalah korupsi. Itulah masalah yang harus dilawan secara bersama-sama dan tanpa toleransi apapun. Karena itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa termasuk MUI untuk bekerjasama dan bergandengan tangan untuk mengentas kemiskinan sekaligus memberantas korupsi dengen penegakan hukum yang lebih tegas. Bila pemerintah dan ulama solid, maka kemiskinan dan korupsi bakal dapat diberantas.

“Tiap kali melakukan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, kelompok koruptor, kelompok garong ini menyerang balik. Mereka selalu ingin bikin kerusuhan. Selalu ingin adu domba diantara kita. Karena mereka tidak ingin ada pemerintah yang bersih di bumi republik Indonesia ini… Tapi saya sudah disumpah, karena itu tidak akan mundur setapak pun,” tegas Presiden.

Keempat, pemerintah berkomitmen dan mengajak seluruh elemen untuk bersatu dalam mengubah keadaan dan menghormati keragaman latar belakang, posisi atau peran juga pendapat atau sikap. Presiden pun mengutip ayat al-Qur’an, tepatnya surat ar-Ra’du ayat 11, “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Karena itu, ungkap Presiden, ulama dan umara berkomiten sekaligus menyatakan secara tegas untuk lebih solid dan bersatu padu dalam menyelamatkan bangsa dari berbagai permasalahan yang dihadapi. Keselamatan bangsa, ungkap Presiden, kuncinya adalah solid dan bersatu. Untuk itu, saatnya kita hilangkan sikap saling curiga diantara kita. Sehingga soliditas antar sesama bangsa tercipta dengan baik dan berdanpak pada utuhnya bangsa dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

Presiden pun berharap agar seluruh elemen bangsa untuk menghargai perbedaan pendapat, namun tetap dalam bingkai persatuan. Karena itu, kata Presiden, kita juga perlu hilangan dendam karena perbedaan pilihan apapun di masa lalu. Kita hilangkan rasa benci yang tidak produktif. Saling cela, geliat caci maki dan mengobarkan dendam adalah musuh bersama yang harus kita sudahi dan tidak boleh dipelihara atas nama apapun, untuk tujuan apapun dan sampai kapan pun.

Baca Juga :  NTB Sukses Menjadi Tuan Rumah Fornas VIII 2025

“Sungguh, perbedaan dan persaingan adalah baik. Namun setelah berlangsung dan berlalu, kita mesti kembali bersatu untuk kesatuan dan keselamatan bangsa….. Itu adalah teladan yang diwariskan oleh para ulama dari satu generasi ke generasi hingga saat ini,” ujar Presiden seperti yang juga disampaikan berulang kali pada forum yang lain di beberapa tempat.

Keempat, Pemerintah menyediakan kantor rapat dan kegiatan bagi MUI dan berbagai badan umat Islam. Presiden berjanji, melalui Kementrian Agama pimpina Prof. Dr. Nazarudin Umar, berkomitmen menyediakan gedung 40 lantai di atas lahan di sekitar Bundaran HI, Jakarta, yang digunakan menjadi kantor dan kegiatan MUI dan berbagai badan umat Islam.

Bundaran HI, kata Presiden, tak boleh hanya ada hotel mewah dan pusat perbelanjaan saja. Kantor institusi-institusi Islam mesti tersedia di jantung kota, termasuk di Bundaran HI, Jakarta. Dengan demikian, tegas Presiden, di pusat kota Jakarta, jangan dikenal hanya karena hotel dan mal-mal mewahnya saja, tapi juga dikenal dengan kegiatan Islam dan tersedianya gedung-gedung yang membawa dan menebarkan nilai-nilai Islam.

“Dan hari ini saya bisa sampaikan, bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung. Bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam, seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan kita akan bangun gedung,” tegasnya.

Pengukuhan kali ini menegaskan sekaligus mengingatkan MUI tentang peran dan tanggungjawab yang dimandatkan oleh umat. Menjalankan peran mencerahkan umat sekaligus mitra strategis pemerintah membutuhkan soliditas yang kuat dan terjaga dengan baik. Bergandengan tangan dalam berbagai agenda keulamaan dan keumatan adalah kunci penting bagi suksesnya MUI dalam mewujudkan tenda besar umat Islam Indonesia dalam kehidupan nyata. Dukungan Presiden Prabowo Subianto adalah salah satu modal penting MUI dalam menjalankan amanah. Barokallah dan selamat serta semoga sukses menjalankan amanah untuk Pimpinan dan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025-2030. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *