Cirebon

Ratusan Warga Kalisapu Turun ke Jalan Ritual Nadran Pesta Laut, Suhana: Sedekah Bumi Sebagai Momentum Kebersamaan

24
×

Ratusan Warga Kalisapu Turun ke Jalan Ritual Nadran Pesta Laut, Suhana: Sedekah Bumi Sebagai Momentum Kebersamaan

Share this article
IMG 20251212 WA0060
Foto : Ist

CIREBON, GM – Tradisi budaya kembali hidup di Desa Kalisapu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon dengan digelarnya arak-arakan Condong dalam rangka memperingati Sedekah Bumi dan Nadran Pesta Laut, Jumat (12/12/2025).

Ratusan warga tumpah ruah memadati jalan untuk menyaksikan rangkaian ritual adat yang menjadi warisan leluhur masyarakat pesisir Cirebon.

Arak-arakan dimulai dari Blok Penderesan Condong Kalisapu, diiringi kesenian tradisional seperti genjring, singa depok, hingga arak-arakan hasil bumi yang melambangkan rasa syukur masyarakat kepada Sang Pencipta atas berkah panen dan hasil laut. Ikon utama acara, yakni Condong, boneka raksasa yang menjadi simbol keharmonisan antara manusia dan alam, turut menjadi pusat perhatian warga.

Kuwu Kalisapu, Suhana, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi dan Nadran bukan hanya ritual budaya, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan warga.

“Tradisi ini kami lestarikan sebagai ungkapan syukur dan bentuk penghormatan kepada leluhur. Selain itu, kegiatan ini memperkuat persaudaraan dan gotong royong antar warga,” ujarnya.

Usai arak-arakan esoknya masyarakat berbondong-bondong menuju lokasi pesisir untuk melaksanakan Nadran, yaitu prosesi melarung sesaji ke laut sebagai simbol pengharapan keselamatan bagi para nelayan. Suasana meriah dipadukan dengan doa bersama yang dipimpin para tokoh agama dan sesepuh desa setempat.

Tak hanya menjadi ritual sakral, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi warga. Berbagai pedagang kaki lima, UMKM, hingga sektor pariwisata lokal merasakan dampak positif dari ramainya pengunjung yang datang.

Dengan penuh khidmat dan kegembiraan, acara Sedekah Bumi dan Nadran Desa Kalisapu ditutup dengan pagelaran seni tradisional pada malam harinya, menegaskan bahwa adat dan budaya masih menjadi identitas kuat masyarakat Cirebon. (Yus)

Baca Juga :  Festival Milm Kampung 2025 Bertema : "Kampung Bocahe Kita" Memperebutkan Trofi Herman Khaeron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *