CIREBON, GM – Acara pelepasan siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Lemahabang menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukan bakat, kemampuan seni dan kreativitas yang selama dikembangkan di lingkungan sekolah. Hal tersebut terlihat dari acara pelepasan siswa kelas XII SMK Muhammadiyah di Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (9/5/2026).
Suasana ramai dan riang semakin lengkap setelah pihak sekolah memastikan seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen dengan hasil yang memuaskan dan membanggakan.
Kepala SMK Muhammadiyah Lemahabang, Ruspandi, S.Pd.I. mengatakan, pihak sekolah terus berupaya membekali siswa agar siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.
“Alhamdulillah tahun ini seluruh siswa lulus 100 persen dengan hasil yang membanggakan. Kami berharap para lulusan mampu bersaing dan menjaga nama baik almamater,” ungkapnya.
Menurut Ruspandi, pendidikan karakter menjadi salah satu pondasi penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Karena itu, lanjut dia, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik sekolah dan keluarga, maupun lingkungan sekitar agar proses pembentukan karakter siswa berjalan optimal dan berdampak.
“Pendidikan karakter harus dibangun bersama. Kami berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, sekolah, dan daerahnya,” ujarnya.
Ruspandi juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua siswa yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMK Muhammadiyah Lemahabang.
Sembari itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan masih terdapat kekurangan dan kekeliruan.
Di tengah perkembangan zaman dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kekayaan kreativitas dinilai menjadi salah satu nilai tambah penting yang harus dimiliki oleh para siswa sebagai generasi baru yang siap berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045.
Acara pelepasan berlangsung meriah, penuh kesan dan menjadi kenangan indah bagi seluruh siswa sebelum meninggalkan bangku sekolah juga memulai perjalanan baru di medan baru menuju masa depan. (SK)






