Nasional

Denny Sumargo Minta Masyarakat Kawal Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok NTB

12
×

Denny Sumargo Minta Masyarakat Kawal Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok NTB

Share this article
IMG 20260709 WA0035
Denny Sumargo Foto : Istimewa/GM

JAKARTA, GM – Konten kreator Denny Sumargo terus menyoroti kasus dugaan pembakaran santri di Pondok Pesantren Rosyidatus Shaulatiyyah Al Ibrahimy NW, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB.

Melalui dua video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu (8/7/2026), Denny mengajak masyarakat mengawal proses hukum sekaligus menjelaskan alasan batalnya keberangkatan korban ke Jakarta.

Pada video pertama, Denny mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus yang menimpa tiga santri. Ia menyebut satu korban meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka berat hingga cacat permanen.

Denny juga mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga korban, laporan atas kasus tersebut telah disampaikan sekitar 7–8 bulan lalu, namun hingga kini dinilai belum memberikan kepastian hukum.

Denny mengungkapkan bahwa timnya telah membelikan tiket dan menyiapkan akomodasi agar keluarga korban dapat datang ke Jakarta untuk menceritakan kasus tersebut melalui podcast. Namun, keberangkatan itu batal karena berbagai hal.

Menurut Denny, masyarakat tidak sedang mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menginginkan proses hukum yang terbuka agar tidak memunculkan berbagai spekulasi.

“Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, maka keterbukaan itu adalah jawaban terbaik,” tegas Denny.

Dalam unggahan tersebut, ia juga menuliskan ajakan kepada masyarakat untuk ikut mengawal kasus tersebut.

“Kawal… bagaimana kalau itu anak kalian…” tulisnya pada caption unggahan.

Kemudian, pada video kedua, Denny memberikan klarifikasi terkait penyebab korban tidak jadi berangkat ke Jakarta. Ia mengatakan informasi tersebut diperoleh dari pengacara yang mendampingi korban.

“Banyak yang nanya, kenapa mereka nggak jadi berangkat ke Jakarta? Menurut keterangan yang gue dapat dari pengacara yang mendampingi korban, mereka belum diizinkan berangkat karena korban sedang menjalani penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat. Itu yang menjadi alasan kenapa mereka tadi pada saat mau berangkat ke Jakarta, mereka di-stop dan kemudian mereka dibawa oleh pihak terkait,” jelas Denny.

Baca Juga :  50 Persen Bidang Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat, Wamen Ossy: Ini Menunjukkan Sulteng Terus Bertumbuh

Dalam video kedua itu, Denny mendoakan agar para korban segera mendapatkan perawatan terbaik, cepat pulih, serta berharap proses hukum berjalan seadil-adilnya. Ia bahkan menyampaikan keyakinannya bahwa penetapan tersangka akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menyatakan penyidikan kasus dugaan pembakaran santri tersebut masih terus berjalan dan menargetkan penetapan tersangka dilakukan waktu dekat. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *