LOMBOK BARAT, GM – Di tengah pelaksanaan ijazah semester genap para santri, aktivitas di lingkungan Yayasan Nurul Hakim Lombok di NTB tetap berjalan dengan semangat yang tinggi.
Hal tersebut terlihat dari antusiasme para guru, dosen, dan karyawan yang mengikuti Dauroh Imamah yang diselenggarakan di Masjid Al Walidaen, KMMI Kampus 3, Nurul Hakim Lombok, NTB pada Ahad – Senin (5-6/7/2026) bertepatan dengan 20–21 Muharram 1448 H.
Dauroh ini menghadirkan Ketua Yayasan Nurul Hakim Lombok TGH. Muharrar Mahfudz sebagai pemateri. Kegiatan ini bertujuan membekali seluruh peserta dengan pemahaman yang benar mengenai imamah, baik dari aspek keilmuan maupun praktik, sehingga mampu menjadi imam salat yang baik dan dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
Peserta dauroh terdiri atas para guru, dosen, dan karyawan dari berbagai lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Hakim Lombok. Selama dua hari, para peserta mengikuti materi secara intensif dengan mempelajari kitab “Fikhusshalat” karya TGH. Muharrar Mahfudz. Kitab tersebut memuat tuntunan serta penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan salat yang sesuai dengan syariat, disertai pembahasan praktik imamah.
Dalam penyampaiannya, TGH. Muharrar Mahfudz menekankan pentingnya keteladanan seorang pendidik. Menurut beliau, guru yang baik bukan hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memberikan contoh yang baik kepada para muridnya, terutama dalam memimpin salat sebagai imam.
“Mari menyatukan pikiran, langkah, dan tujuan kita sebagai seorang pendidik untuk senantiasa memberikan teladan bagi para santri dalam praktek ibadah, sikap dan segala hal.” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Nurul Hakim Lombok berharap seluruh tenaga pendidik dan karyawan memiliki kompetensi yang semakin baik dalam bidang ibadah, sehingga dapat menjadi teladan di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat.
Seluruh rangkaian dauroh berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Antusiasme peserta selama mengikuti setiap sesi menunjukkan komitmen Yayasan Nurul Hakim Lombok untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam penguatan kompetensi keagamaan. (MA/SK)






