Cirebon

Doakan Empat Jurnalis yang Berpulang, Jurnalis Cirebon Gelar Tahlil Bersama, Maman Imanulhaq: Solidaritas Pers Kunci Jaga Demokrasi

10
×

Doakan Empat Jurnalis yang Berpulang, Jurnalis Cirebon Gelar Tahlil Bersama, Maman Imanulhaq: Solidaritas Pers Kunci Jaga Demokrasi

Share this article
IMG 20261013 014522
Foto : Ist/GM

CIREBON, GM – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al-Kausar, Balai Kota Cirebon, Senin (12/10/2026) malam. Puluhan jurnalis yang tergabung dalam PWI, IJTI, dan SMSI Kota Cirebon menggelar Tahlil Bersama, Istighosah dan Muhasabah untuk mendoakan empat rekan seprofesi yang telah berpulang.

Keempat jurnalis tersebut yakni Taufik Hidayat (Kabar Cirebon), Hendra Sumiarsa (Pikiran Rakyat), Irwan Gunawan (fajarsatu.com), dan Puguh Purwandono (E-satu.com). Keempatnya berpulang dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan hadhoroh, Surah Yasin, tahlil, dan ditutup doa bersama yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Zikir Suluk Mizani, Dr. KH. Maman Imanulhaq.

Dalam tausiyahnya, Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PKB tersebut menyoroti pentingnya solidaritas insan pers di tengah berbagai tantangan jurnalistik dan demokrasi saat ini.

Menurutnya, kegiatan doa bersama ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat kepedulian antar wartawan sekaligus merefleksikan kondisi kebebasan pers, persoalan sosial, dan kehidupan demokrasi di Tanah Air.

“Di tengah berbagai tantangan, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengawal kepentingan publik, serta menyuarakan persoalan yang butuh perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan,” ujar Maman.

Maman juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar bangsa yang masih perlu penanganan serius, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga kekerasan termasuk kekerasan seksual.

Ia menekankan, persoalan tersebut membutuhkan demokrasi yang kuat, dan demokrasi yang kuat mensyaratkan pers yang tetap kritis dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

“Regulasi dan program harus dijalankan sungguh-sungguh agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Demokrasi dan kesejahteraan sosial harus terus diperjuangkan,” katanya.

Meski demikian, Maman mengaku optimis melihat keteguhan jurnalis Cirebon yang tetap setia menjalankan profesi di tengah berbagai tantangan. Keteguhan tersebut, kata dia, menjadi harapan dalam menjaga kehidupan demokrasi.

Baca Juga :  HUT ke 80 Tahun PT KAI, Wali Kota Cirebon: Semakin Melayani Masyarakat Dengan Lebih Prima

“Semangat wartawan untuk terus menyuarakan persoalan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan ruang demokrasi yang sehat,” ucapnya.

Ketua PWI Kota Cirebon, M Alif Santosa, mengatakan kegiatan ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi almarhum selama mengabdi di dunia jurnalistik, sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai kemanusiaan dan persaudaraan.

“Ini wujud solidaritas kami. Dedikasi mereka patut dikenang. Di tengah dinamika kerja jurnalistik, kebersamaan dan rasa saling menghormati harus terus dijaga,” ujar Alif.

Melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, para peserta memanjatkan doa agar keempat almarhum mendapatkan ampunan, rahmat Allah SWT, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *