CIREBON, GM – Gemuruh Gor Sumber menjadi saksi lahirnya sejarah baru futsal pelajar. Selama dua belas hari, sejak 29 September hingga 10 Oktober 2026, puluhan tim terbaik tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat se-Kabupaten Cirebon berkompetisi dalam ajang Proton Super Cup Pelajar Qualifiers 2026.
Juara Tingkat SD
Untuk kategori tingkat SD, persaingan berakhir dengan satu kesimpulan, Talun tak terbendung. Delegasi dari Kecamatan Talun tampil dominan dengan mengunci hampir seluruh podium juara.
Laga puncak bahkan berubah menjadi panggung all-Talun final yang mempertemukan dua kekuatan terbaik dari kecamatan yang sama, SDIT Akmala Sabila melawan SDN 2 Cempaka.
Dalam duel final berintensitas tinggi, kedua tim menampilkan transisi cepat dan jual beli serangan hingga detik terakhir. SDIT Akmala Sabila akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah menunjukkan ketenangan dalam penguasaan bola, kekompakan saat bertahan, dan efektivitas dalam penyelesaian akhir, dengan skor tipis 1-0.
SDN 2 Cempaka yang harus puas di posisi kedua pun memberikan perlawanan heroik. Permainan ngotot, pressing ketat, dan disiplin menjaga area pertahanan membuat final kali ini berlangsung sangat kompetitif dan penuh emosi.
Sementara itu, tim KKGO Talun dan KKGO Sumber ditetapkan sebagai juara tiga bersama, setelah keduanya sama-sama terhenti di babak semifinal sebelum laga final Akmala Sabila dan Cempaka 2 berlangsung.
Apresiasi
Apresiasi tinggi datang dari coach KKGO Talun, Hari Setiawan. Pelatih asal SDN 1 Kecomberan itu tak bisa menyembunyikan rasa haru dan kebanggaannya.
“Alhamdulillah, pokoknya luar biasa kita menang. Anak-anak mampu bermain full dengan semangat juara yang tinggi,” ujarnya.
Sang pelatih Cempaka 2, Yusuf, pun mengungkapkan rasa haru juga kebanggaannya.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain ngotot, fight sampai titik darah penghabisan. Mereka mempertontonkan permainan yang sangat membanggakan,” ucapnya.
Sementara Indra Permana, selaku pelatih tim futsal SDIT Sabilul Huda, menilai keberhasilan tim Talun ini tidak lepas dari kekompakan setiap tim asal Talun.
“Alhamdulillah anak-anak sudah bertempur. Secara fisik dan taktik anak-anak unggul serta tampil maksimal. Semua tim Talun jadi yang terbaik dan menang. Kuncinya adalah kekompakan tim. Itu doa, harapan dan optimisme kita semua,” ungkap Indra melalui pesan singkat WhatsApp.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada dua anak asuhnya, yaitu Bukhari Muhtadin dan Muhamad Zein yang turut memperkuat tim futsal KKGO Talun pada turnamen ini. Selain mengharumkan nama baik KKGO Talun, keduanya juga mengharumkan nama baik SDIT Ibnu Abbas.
Di sela-sela pembagian piala, Syamsudin Kadir, selaku orang tua dari Bukhari Muhtadin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengurus KKGO Talun, para guru dan orang tua yang telah mendidik dan berjasa besar pada pengembangan potensi anak-anak khususnya di bidang olahraga futsal.
“Saya mewakili orang tua siswa, menyampaikan terima kasih kepada semuanya. Sinergi dan kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci Talun mampu melahirkan pemenang dengan tetap menjaga karakter dan keunggulan masing-masing tim dan sekolah. Terima kasih pula kepada panitia penyelenggara juga para guru terutama di forum KKGO,” ucapnya dengan bangga.
Kemudian, salah satu orang tua siswa dari tim futsal Akmala Sabila yang tidak mau disebutkan identitasnya menyatakan bahwa kemenangan kali ini adalah dampak latihan dan kolaborasi di belakang layar.
“Kemenangan ini adalah hasil dari dukungan penuh dan kerja sama yang baik anak-anak, para guru juga dukungan dari para orang tua. Kita ikut senang,” ungkapnya.
Kisah Talun di Gor Sumber menjadi pelajaran penting, bahwa prestasi bukan sekadar soal skor akhir. Ia lahir dari proses latihan yang konsisten, pemahaman taktik yang benar, dan pembinaan karakter yang berkelanjutan.
Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh pelajar di Kabupaten Cirebon untuk terus berlatih, menjunjung sportivitas, dan percaya bahwa kerja keras yang dilakukan bersama akan selalu menemukan jalannya menuju podium. (SK)






