Nasional

Dukung Kerja Sama Indonesia-Mesir, Kiai Maman: Bahasa Indonesia di Al-Azhar Bentuk Diplomasi Budaya

5
×

Dukung Kerja Sama Indonesia-Mesir, Kiai Maman: Bahasa Indonesia di Al-Azhar Bentuk Diplomasi Budaya

Share this article
IMG 20261007 WA0049 1
Dr. KH. Maman Imanulhaq

JAKARTA, GM – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Dr. KH. Maman Imanulhaq mendukung penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir. Menurutnya, hubungan kedua negara memiliki fondasi sejarah yang kuat dan harus diperluas menjadi kemitraan akademik yang produktif.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen memperluas kerja sama pendidikan dengan Mesir, mulai dari pertukaran mahasiswa, kemitraan universitas, hingga riset bersama.

“Indonesia siap memperluas kerja sama pendidikan melalui pertukaran mahasiswa, kemitraan antara universitas, riset bersama dan menjajaki peluang kerja sama di bidang-bidang lain,” kata Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Kiai Maman menilai, penguatan kerja sama harus melibatkan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah dan perguruan tinggi, tetapi juga lembaga dan komunitas yang menjadi penghubung mahasiswa Indonesia dengan institusi pendidikan di Mesir.

“Kerja sama pendidikan Indonesia dan Mesir memiliki fondasi sejarah yang sangat kuat. Sekarang saatnya kita memperluasnya menjadi kemitraan akademik yang produktif, termasuk melalui riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan jejaring pendidikan,” ujar Kiai Maman di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Ia juga mengapresiasi peran Forum Komunikasi Alumni dan Peminat Al-Azhar Mesir (Forkapmi) yang selama ini menjadi konsultan studi Al-Azhar dan mendampingi calon mahasiswa Indonesia.

“Forkapmi memiliki peran penting. Kehadiran lembaga seperti ini membantu calon mahasiswa dan keluarga memperoleh informasi dan pendampingan yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan di Mesir,” katanya.

Kiai Maman juga menyoroti keberadaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo yang disebut Presiden Prabowo sebagai bukti meningkatnya kerja sama kedua negara.

“Sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa kerja sama kita semakin meningkat,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Puluhan Tokoh Nasional Raih Anugerah Sahabat Pers dan Pin Emas Dalam Konvensi Nasional SMSI

Menurut Kiai Maman, keberadaan prodi tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pengajaran bahasa.

“Ketika Bahasa Indonesia diajarkan di Al-Azhar, yang hadir bukan hanya bahasa, tetapi juga kebudayaan, sejarah, tradisi intelektual dan pengalaman keislaman Indonesia. Ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Ia berharap ke depan kerja sama dapat diperluas dalam bentuk double degree, riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengembangan pusat kajian Indonesia.

“Al-Azhar adalah salah satu jembatan intelektual Indonesia dengan dunia Islam. Memperkuat hubungan pendidikan dengan Mesir berarti juga memperkuat jejaring intelektual Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *