Cirebon

IDE.IND di Cirebon, Menteri Ekraf Puji Potensi Kreatif dan Talenta Gim Lokal

7
×

IDE.IND di Cirebon, Menteri Ekraf Puji Potensi Kreatif dan Talenta Gim Lokal

Share this article
IMG 20261105 WA0087
Foto : Ist/GM

CIREBON, GM – Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif. Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan IDE.IND yang dihadiri Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, di Kota Cirebon, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI, Herman Khaeron, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Muhamad Neil El Himam, Kepala Disbudpar Kota Cirebon, serta Plt. Kepala DKUKMPP Kota Cirebon.

IDE.IND menjadi ruang temu bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas, inovator, dan talenta digital untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat. Tidak hanya bicara teknologi, kegiatan ini juga membuka kolaborasi agar ide masyarakat bisa berkembang menjadi produk dan peluang usaha yang bernilai ekonomi.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi langkah Pemkot Cirebon dalam mendukung ekonomi kreatif. Menurutnya, Cirebon memiliki modal besar karena akar budayanya kuat dan komunitas kreatifnya berkembang pesat.

Ia menegaskan, ekonomi kreatif kini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sektor ini tidak lagi sekadar pelengkap pembangunan.

“Kami melihat potensi dan perkembangan komunitas kreatif di Cirebon cukup pesat. Ini menjadi modal penting untuk mendorong ekonomi kreatif agar semakin berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujar Teuku Riefky.

Menurutnya, kekuatan Cirebon tidak hanya pada fesyen, kuliner, kriya, dan kerajinan. Potensi baru mulai tumbuh pada sektor digital, seperti pengembangan aplikasi, teknologi pendukung UMKM, hingga industri gim.

Karena itu, IDE.IND menghadirkan pengembang gim dari Bandung untuk bertemu dan berkolaborasi dengan talenta lokal Cirebon. Ia berharap lahir ekosistem gim lokal yang kuat dan produk gim asli Cirebon yang dikenal nasional.

Baca Juga :  Tingkatkan Kapabilitas UMK, KAI Daop 3 Cirebon Selenggarakan Pelatihan Mitra Binaan

“Kami mendengar talenta pembuat gim di Cirebon cukup banyak, tetapi masih membutuhkan wadah. Harapannya, suatu saat Cirebon dapat menghasilkan produk gim asli daerah yang bisa dikenal di Indonesia,” jelasnya.

Teuku Riefky juga menekankan pentingnya komersialisasi dan perlindungan kekayaan intelektual (IP). UMKM naik kelas tidak cukup hanya menambah produksi, tetapi harus mampu mengelola IP agar ide bisa menjadi nilai tambah ekonomi.

“Bagaimana sebuah ide bisa menghasilkan kreativitas, kemudian didaftarkan kekayaan intelektualnya, lalu dikomersialisasikan secara berkelanjutan. Di situlah nilai tambah ekonomi kreatif terbentuk,” paparnya.

Dukungan serupa disampaikan Anggota DPR RI, Herman Khaeron. Ia menyambut baik Cirebon dipilih sebagai lokasi IDE.IND.

Menurut Herman, Cirebon sejak lama dikenal sebagai gudangnya kreativitas. Mulai dari rotan, batik, kuliner, hingga industri alas kaki.

“Cirebon ini gudangnya kreativitas. Tantangannya adalah bagaimana potensi yang sudah ada ini terus dikembangkan melalui inovasi, sehingga mampu memberikan nilai tambah dan memiliki daya saing,” kata Herman.

Ia menilai rotan yang dulu menjadi identitas unggulan Cirebon perlu kembali diperkuat lewat inovasi. Begitu pula batik Cirebon yang harus terus berinovasi desain dan produk agar tetap relevan dengan pasar.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan pengembangan inovasi dan ekonomi kreatif harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berjarak dari warga.

“Pengembangan inovasi teknologi dan ekosistem kreatif tidak boleh berjarak dari masyarakat. Kegiatan seperti ini harus membaur, menjadi bagian dari denyut nadi ekonomi warga,” ujarnya.

Edo menyebut Cirebon punya modal besar. Lebih dari 68 persen penduduknya berusia produktif, didominasi milenial dan Gen Z, dengan penetrasi internet di atas 80 persen.

Ia mengajak anak muda Cirebon tidak hanya menjadi konsumen digital, tetapi menjadi produsen, kreator, dan pencipta solusi teknologi.

Baca Juga :  KAI Daop 3 Cirebon Tangani Mud Pumping, Untuk Meningkatkan Kenyamanan Pelanggan

“Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen digital, yang setiap hari menggunakan aplikasi, gim, dan berbagai platform buatan pihak lain. Kita juga harus mulai mendorong anak-anak muda Cirebon menjadi produsen,” tuturnya.

Pemkot Cirebon pun berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan digital melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, akademisi, dan industri. Tujuannya agar talenta lokal mendapat ruang, pendampingan, dan akses pasar.

“Cirebon bukan hanya kota pelabuhan yang memiliki sejarah panjang, tetapi juga harus menjadi kota masa depan yang mampu melahirkan inovator-inovator digital kebanggaan Indonesia,” pungkas Edo. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *