Cirebon

Tragedi MBG di Harjamukti: Puluhan Siswa Dilarikan ke 3 RS, Dinkes Sita Sampel Makanan

15
×

Tragedi MBG di Harjamukti: Puluhan Siswa Dilarikan ke 3 RS, Dinkes Sita Sampel Makanan

Share this article
IMG 20261020 WA0090
Foto : Yus Firdhaus/GM

CIREBON, GM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon memakan korban. Sekitar 100 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, dilarikan ke rumah sakit usai mengalami keracunan massal pada Selasa (20/10/2026) sore.

Para siswa mengeluhkan gejala serupa yakni mual, muntah, nyeri perut hingga diare setelah menyantap menu MBG yang dibagikan saat jam istirahat sekolah.

Akibatnya, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Siloam Putera Bahagia Cirebon mendadak penuh sesak. Kapasitas IGD yang overload membuat sebagian pasien anak harus dirujuk ke rumah sakit lain, yakni RST Ciremai dan RSD Gunung Jati. Ambulans pun tampak hilir mudik mengevakuasi korban.

Kepanikan menyelimuti koridor rumah sakit. Para orang tua berdatangan dengan wajah cemas mendampingi anaknya yang lemas terbaring di ranjang perawatan.

Salah satu orang tua siswa, Agus Bachtiar, mengaku kaget saat mendapat kabar anaknya muntah-muntah usai makan.

“Saya langsung telepon gurunya. Kata guru, siswa lain juga merasakan hal yang sama. Kata anak saya, telur puyuhnya sudah terasa asam saat dimakan. Setelah jam istirahat langsung mengeluh sakit perut massal,” ujar Agus di RS Siloam.

Keluhan serupa disampaikan orang tua lainnya, Doni. Ia menyebut anaknya baru merasakan gejala sekitar pukul 15.00 WIB setelah menyantap sayur sop dan telur puyuh.

“Anak saya mual, muntah, sakit perut dan diare. Tadi di sekolah makan sayur sop dan telur puyuh. Karena khawatir, saya bawa ke Siloam, ternyata sudah ramai anak-anak dari sekolah lain,” katanya.

Menanggapi insiden tersebut, Walikota Cirebon memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis maksimal dan menginstruksikan investigasi menyeluruh.

“Kami pastikan seluruh anak terdampak ditangani cepat, baik di RS Siloam maupun rumah sakit rujukan. Kami sudah instruksikan Dinkes dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengambil sampel sisa makanan guna diuji laboratorium,” tegas Walikota.

Baca Juga :  Pengukuhan Kepala BI Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Pengendalian Inflasi Daerah

Ia juga memastikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan makanan di wilayah Kalijaga akan dievaluasi total.

“Kami tidak akan mentolerir kelalaian SOP keamanan pangan. Jika hasil lab membuktikan ada kelalaian dari penyedia atau dapur SPPG, kami akan ambil tindakan tegas. Keselamatan anak-anak adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, membenarkan jumlah korban mencapai sekitar 100 siswa termasuk balita.

“Ada sekitar 100-an siswa dan balita yang terkena keracunan dan kami akan terus mendata jumlah tersebut,” kata Yulian.

Pihaknya mengaku telah menghentikan sementara operasional SPPG terkait.

“Kami sudah mensuspend hingga batas waktu yang belum ditentukan,” tandasnya.

Hingga Selasa malam, tim medis masih melakukan penanganan intensif, sementara polisi mulai menyelidiki dapur produksi tempat menu MBG tersebut diolah. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *