Opini

Motivasi dan Kiat Menghafal Al-Qur’an

17
×

Motivasi dan Kiat Menghafal Al-Qur’an

Share this article
IMG 20260430 WA0048
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Wahyu Aprilliani

Guru di SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an Kota Cirebon

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwasannya “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Diantara tanda-tanda kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan”. Termasuk hilangnya ayat-ayat dalam alquran, seperti perkataan Ibnu Taimiyyah rahimahullah, “Di akhir zaman al-qur’an dihilangkan dari mushaf dan dada-dada atau ingatan manusia, maka tidak ada yang tersisa satu katapun di ingatan manusia, dan tidak ada satu huruf pun yang tersisa dalam mushaf”.

Maka dari itu tersebar banyak sekolah di zaman sekarang gencar membuat program yang sangat istimewa yaitu Sekolah Tahfizh atau Menghafal Alqur’an, seperti SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an yang beralamat di Jalan Kemuning Indah, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Jawa Barat.

Dalam membimbing buah hati atau anak didik menghafalkan al-Quran tidak jarang menemukan berbagai macam kendala terutama dengan kemampuan setiap anak yang berbeda-beda. Berdasarkan pengalaman pribadi saya dan beberapa teman, berikut kiat atau langkah menghafal al-Qur’an.

Pertama, niatkan hanya kepada Allah. Agar suatu kegiatan bernilai pahala, maka niatkan hanya kepada Allah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, konsentrasi. Menghafal al-Quran juga butuh konsentrasi. Konsentrasi artinya, kita dalam keadaan tidak sedang memikirkan hal lain. Kita mesti fokus agar setiap ayat yang dihafalkan bisa mengikat dalam ingatan dengan baik dan tepat.

Ketiga, bersih lingkungan atau diri. Bayangkan, jika kita menghafalkan al-Qur’an dalam keadaan berkeringat setelah melakukan aktifitas berat atau kita berada di lingkungan yang tidak nyaman seperti bau atau kotor, hal itu tentu akan mengurangi semangat serta kenyamanan kita dalam menghafal.

Baca Juga :  Selamat Jalan Sahabatku Mas Afif Rivai!

Keempat, membaca ayatnya berulang. Seperti yang dicontohkan oleh Imam Bukhari bahwa kunci dari melekatnya ayat-ayat al-Qur’an adalah membacanya berulang-ulang. Berdasarkan pengalaman pribadi saya, mengulang hingga 15-30 kali sudah cukup. Terlebih untuk anak usia dini, mereka biasanya berhenti di 15 kali karena bosan atau lelah.

Kelima, membaca arti dari ayat yang dihafal. Mengapa? Karena bukan bahasa sehari-hari, seringkali kita atau anak didik kita merasa kesulitan. Membaca arti dari ayatnya dapat membantu mengingat ayatnya perkata dan dapat menambah pengetahuan kosa kata Bahasa Arab.

Keenam, menonton video murottal. Anak-anak visual, cenderung dapat menghafal atau bahkan mengerti pada saat melihat langsung, baik berupa video murottal atau tulisan ayat di al-Qur’an. Menonton video murottal dengan gambar animasi yang disukai dapat memudahkan mereka, terutama bagi yang belum bisa membaca ayat pada al-Qur’an.

Ketujuh, perdengarkan murottal. Mendengarkan ayat al-Qur’an terus menerus dapat membantu anak-anak menghafal, terutama saat alam bawah sadar mereka aktif seperti sedang asyik bermain, kondisi rileks dan hampir tertidur tapi masih ada respon sedikit saat diajak bicara. Cara ini sama persis seperti sounding, karena di kondisi ini anak-anak cenderung akan mengingatnya, tentu dengan cara yang baik, tepat dan berulang kali.

Kedelapan, tidak ada musik. Ayat al-Qur’an tidak dapat bercampur dengan musik. Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengungkapkan bahwa cinta al-Qur’an dan cinta nyanyian atau musik tidak akan pernah bersatu dalam hati seorang hamba. Layaknya air dan minyak.

Mengacu pada ayat dalam al-Qur’an surat Luqman ayat 6, “Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” Para ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai dalil larangan terhadap nyanyian atau musik yang melalaikan.

Baca Juga :  Dari Alumni untuk Negeri; Gagasan SDGs Menggema di Workshop KMMI 2024

Langkah-langkah di atas dapat dicoba, tentunya dengan niat yang baik dan hati yang ikhlas mengharap keridhoan Allah. Berhasil atau tidaknya, mudah atau sulitnya, semua kehendak Allah dan bernilai pahala di sisi-Nya. Maka sudah kewajiban kita untuk mengharap kemudahan dalam membimbing anak-anak kita, anak didik kita atau diri kita sendiri dalam menghafal al-Qur’an. Semoga Allah kuatkan, mudahkan dan lancarkan! (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *