Opini

Madrasah Aliyah Putra Nurul Hakim Lombok dan Indonesia Emas 2045

24
×

Madrasah Aliyah Putra Nurul Hakim Lombok dan Indonesia Emas 2045

Share this article
IMG 20260513 WA0026
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Suhaimi Makmun Asgar

Pengajar di Madrasah Aliyah Putra Ponpes Nurul Hakim Lombok

PADA Rabu 4 Februari 2026 lalu Madrasah Aliyah Putra Nurul Hakim Lombok mengadakan pelatihan calon pengurus atau Mudabbir Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Nurul Hakim (OP3NH) dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) di lingkungan Madrasah Aliyah Dakwah Islamiyah Putra. Acara ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi pelajar yang tidak hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga matang dalam kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian.

Sebab sejatinya, sebuah lembaga pendidikan (1) tidak hanya mencetak siswa yang pandai membaca buku, melainkan juga (2) melahirkan pribadi-pribadi yang siap memimpin, melayani, dan memberi teladan di tengah masyarakat. Sehingga mereka bukan saja memiliki pengetahuan dan wawasan tapi juga memiliki pengalaman dan mampu berperilaku baik di tengah masyarakat.

Melalui pelatihan ini, para calon pengurus yang berasal dari kelas XI ini dibimbing untuk (1) memahami arti amanah, (2) belajar mengatur waktu, (3) membangun komunikasi yang baik, serta (4) menanamkan sikap disiplin dan kerja sama. (5) mereka diajak menyadari bahwa menjadi seorang Mudabbir ataupun pengurus OSIM bukanlah sekadar jabatan, tetapi bentuk pengabdian yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan keteladanan dalam setiap sikap dan tindakan.

Di tengah derasnya tantangan zaman, pelatihan kepemimpinan seperti ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan layak dilanjutkan di masa mendatang. Karena madrasah dan pesantren membutuhkan kader-kader muda yang mampu menjaga nilai-nilai adab, keilmuan, serta semangat perjuangan dakwah Islamiyah

Tujuan dan Orientasi Kegiatan

Dari kegiatan ini diharapkan tercapainya beberapa hal. Pertama, lahir para pemimpin muda yang memiliki jiwa visioner, berpikiran luas, namun tetap rendah hati dan berakhlak baik atau mulia. Mereka adalah calon estafeta kepemimpinan umat dan bangsa di berbagai level dan lembaga atau institusinya di masa mendatang.

Baca Juga :  Teknologi, Guru dan Masa Depan Indonesia

Kedua, momentum pembentukan mental dan karakter pengurus. Mereka belajar menghadapi persoalan dengan bijak, mengambil keputusan dengan musyawarah, serta membiasakan diri untuk mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Pembahasan semacam ini akan berpengaruh ketika kelak memimpin dan dipercaya untuk menjalankan roda kepemimpinan di mana pun.

Nilai-nilai inilah yang kelak akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan mereka, baik di lingkungan madrasah, masyarakat, maupun ketika terjun di masa depan. Semua itu menjadi bekal berharga yang akan menguatkan mereka selama menjadi pengurus dan modal hidup saat kelak di masyarakat atau berkarier di berbagai profesi, bahkan pada saat memimpin negara.

Karena itu, keberadaan pelatihan calon pengurus (Mudabbir) dan OSIM di lingkungan Madrasah Aliyah Dakwah Islamiyah Putra bukan hanya program tahunan semata, melainkan bagian dari proses mencetak kader penerus yang siap menjaga marwah lembaga, menghidupkan semangat organisasi, serta menjadi generasi Indonesia Emas 2045 yang bermanfaat bagi agama, umat dan bangsa juga negara tercinta Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *