Majalengka

Tingkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Melalui Coaching Clinic

25
×

Tingkatkan Kemampuan Menulis Karya Ilmiah Melalui Coaching Clinic

Share this article
IMG 20260523 WA0032
Foto : Waska Eko/GM

MAJALENGKA, GM – Universitas Sindang Kasih Majalengka (USKM) terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kompetensi keilmuan dan keterampilan para mahasiswa dan dosen. Salahsatu upaya konkret yang dilakukan antara lain meningkatkan kompetensi dan skill penulisan karya ilmiah bagi para mahasiswa semester akhir melalui kegiatan Coaching Clinic Karya Tulis Ilmiah tahun 2026. Sabtu (23/5/2026).

‎Ketua Panitia Coaching Clinic Karya Tulis Ilmiah Universitas Sindang Kasih Majalengka, Rosi Gasanti, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, Coaching Clinic Penulisan Karya Ilmiah mahasiswa kali ini mengangkat tema “Transformasi Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa melalui Pemanfaatan Artificial Intelegence yang Etis, Kritis, dan Inovatif.”

Adapun pemateri yang akan memberikan pencerahan penulisan karya ilmiah antara lain Wakil Dekan 1 FKIP, Lanlan Muhria, M.Pd, Wakil Dekan 3 FKIP, Benny Anggara, M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Rosi Gasanti, M.Pd, dan Ketua Prodi Pendidikan Matematika, Elly Rizeqia Fadilah, M.Pd serta Keynote Speaker Dr Tofan Stofiana, M.Pd.

‎”Kegiatan Coaching Clinic Penulisan Karya Ilmiah batch 1 Universitas Sindang Kasih Majalengka diikuti sebanyak 84 peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Pendidikan Matematika. Kegiatan ini sangat penting bagi para mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya dengan membuat karya tulis ilmiah atau skripsi,” jelas Rosi Gasanti, ‎Dekan FKIP Universitas Sindang Kasih Majalengka.

Dr. Arip Amin, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, program Coaching Clinic Penulisan Karya Ilmiah ini penting diikuti para mahasiswa tingkat akhir khususnya. Sebab, salah satu bekal yang harus dimiliki bagi sarjana lulusan Universitas Sindang Kasih Majalengka adalah kemampuan menulis karya ilmiah yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan akademik dan dunia kerja.

‎”Kita sedang hidup di sebuah zaman dimana perubahan bergerak lebih cepat dibanding kemampuan sebagian orang untuk beradaptasi. Artificial Intelligence hadir bukan lagi sebagai wacana masa depan, tetapi sebagai realitas yang sudah masuk ke ruang belajar, ruang diskusi, ruang penelitian, bahkan ruang berpikir manusia,” jelas Arip Amin.

Baca Juga :  Nasdem Majalengka Harus Kembalikan Kursi Yang Hilang

Namun kata Arip, di tengah kemajuan teknologi ini, saya ingin mengingatkan satu hal penting kepada anda semua, AI boleh membantu manusia bekerja lebih cepat, tetapi ingat bahwa hanya manusia yang mampu memberi makna, nilai, dan arah bagi ilmu pengetahuan.

‎Oleh karena itu, kegiatan Coaching Clinic jangan hanya dimaknai sekadar pelatihan menulis ilmiah biasa. Ini adalah gerakan intelektual luar biasa untuk mempersiapkan mahasiswa FKIP USK Majalengka menjadi generasi akademik yang mampu memimpin perubahan zaman dimasa yang akan datang.

‎Dalam sambutannya Arip mengatakan, ada tiga pesan utama yang ingin di titipkan kepada seluruh peserta pada kesempatan kegiatan Coaching Clinic.

‎Pertama, jadilah mahasiswa yang berpikir kritis, bukan sekadar cepat.
‎Di era digital, informasi bisa dibuat dalam hitungan detik. Tetapi kedalaman ilmu tidak pernah lahir dari proses yang instan. Teknologi dapat menghasilkan teks, tetapi hanya manusia yang mampu melahirkan gagasan besar.

Maka jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah pemikir yang mampu mengarahkan teknologi untuk kemajuan peradaban.

Saya ingin menegaskan prinsip “Think deeper, not faster.” Kalimat ini memang pendek, tetapi memiliki makna besar. Dunia hari ini tidak kekurangan informasi.

“Dunia justru kekurangan manusia yang mampu berpikir mendalam, kritis, dan reflektif,” ujarnya.

‎Pesan yang kedua kata Arip, gunakan Artificial Intelligence dengan etika dan tanggung jawab akademik. Integritas adalah fondasi utama dunia pendidikan tinggi. Kejujuran ilmiah tidak boleh runtuh hanya karena teknologi semakin canggih. AI harus menjadi alat bantu pembelajaran, bukan jalan pintas yang mematikan proses berpikir mahasiswa. Sebab kualitas seorang sarjana tidak diukur dari seberapa cepat ia menghasilkan tulisan, tetapi dari seberapa jujur dan bertanggung jawab ia membangun ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  34 Tim Bola Voli SLTA Berebut Piala USKM Cup 2026

‎Karena itu saya ingin seluruh mahasiswa mengingat satu kalimat penting “Technology needs integrity.”
‎Teknologi tanpa etika hanya akan melahirkan kecerdasan yang kehilangan arah. Tetapi teknologi yang dipandu integritas akan menjadi kekuatan besar untuk kemajuan bangsa.

‎Pesan yang ketiga sambung dia, bangun keberanian untuk menjadi generasi inovatif yang menerangi dunia.

‎Saya percaya mahasiswa FKIP USK Majalengka bukan generasi yang hanya ingin menjadi penonton perubahan. Kalian adalah calon pendidik, calon pemimpin, calon intelektual bangsa yang harus mampu menghadirkan solusi dan melahirkan karya.

Jangan takut bermimpi besar. Kampus ini harus melahirkan sarjana yang mampu berdiri sejajar dengan dunia global tanpa kehilangan jati diri dan nilai kemanusiaannya.

‎Dan untuk itu, saya juga ingin menitipkan satu kalimat sederhana yang semoga mudah anda diingat: “Create impact, not imitation”. Jangan hanya meniru karya orang lain. Ciptakan pengaruh. Bangun perubahan. Tinggalkan jejak intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat.

‎Ditegaskan Arip, kampus USK Majalengka bukan hanya sekadar tempat mendapatkan gelar akademik. Kampus ini merupakan tempat membangun karakter, menumbuhkan kepemimpinan, dan melahirkan peradaban baru.

“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang karya tulis ilmiah. Kita sedang membangun budaya berpikir ilmiah. Kita sedang menyiapkan generasi yang mampu memanfaatkan teknologi dengan kecerdasan moral dan tanggung jawab sosial,” tandasnya.

‎Sementara itu Wakil Rektor 1 Universitas Sindang Kasih Majalengka, Drs Aceng Jaelani, M.Ag, saat membuka Coaching Clinic Penulisan Karya Tulis Ilmiah menyampaikan rasa bangganya dengan program yang dilaksanakan FKIP dengan menggelar Coaching Clinic Penulisan Karya Ilmiah.

Pihak rektorat sangat mendukung berbagai kegiatan positif yang sangat membantu para mahasiswa dalam meningkatkan kompetensinya di bidang penulisan karya tulis ilmiah khususnya.

Baca Juga :  ICMI Dorong Kolaborasi Bangun Ketahanan Pangan

‎”Mewakili Pak Rektor yang kebetulan hari ini tidak dapat hadir ke kampus, saya mengucapkan selamat mengikuti kegiatan coaching clinic karya tulis ilmiah bagi para mahasiswa tingkat akhir. Kepada Bapak dan Ibu unsur pimpinan FKIP khususnya, kami dari pihak rektorat mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini, semoga upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi kita semua dalam mengembangkan kampus kita tercinta Universitas Sindang Kasih Majalengka,” tandasnya. (Eko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *