LOMBOK BARAT, GM – Kulliyatul Mu’allimin wal Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMMI) Yayasan Nurul Hakim Lombok menyelenggarakan kegiatan literasi berupa bedah buku bertajuk How To Win Friends & Influence People, karya Dale Carnegie yang berlangsung khidmat di Masjid Al-Walidaen KMMI Kampus 3, Jumat sore (22/5/2026).
Menurut salah satu pembina santri, Ustadz Muhamad Azka, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan literasi dan emosional santri, serta membekali mereka dengan keterampilan komunikasi.
Kegiatan ini jelas dia, diselenggarakan guna meningkatkan minat baca dan membekali santri dengan teori komunikasi dan sosialisasi yang efektif, serta dikontekstualisasikan dengan perspektif Islam dan kepondok-pesantrenan agar relevan dengan kehidupan santri.
“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan literasi dan kecerdasan emosional, serta membekali santri dengan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan yang beradab,” ujarnya.
Ustadz Sapa Ibnu Hidayatullah, S.Pd., selaku pemateri utama, mengupas gagasan-gagasan Dale Carnegie tentang teknik dasar berinteraksi, menghargai orang lain, dan cara memikat simpati.
“Senyum tidak membutuhkan biaya apa pun, tetapi menghasilkan banyak hal,” ungkap Ustadz Sapa di hadapan ratusan santri yang hadir.
Diskusi menjadi semakin terarah ketika Ustadz Muhammad Azka hadir sebagai pembanding untuk memberikan ulasan dari perspektif Islam. Ia menyoroti keselarasan antara prinsip human relations dalam buku tersebut dengan konsep akhlakul karimah dan keteladanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bermuamalah serta berdakwah.
“Nabi hampir tidak pernah mengkritik orang secara langsung di depan umum. Beliau menggunakan kalimat ta’ridh atau sindiran halus yang menjaga harga diri orang lain,” terang Ustadz Azka.
Acara bedah buku ini diikuti dengan penuh antusias oleh santri KMMI Putra Kampus 3. Antusiasme tersebut terlihat dari suasana yang kondusif, hidup, dan interaktif sejak dimulainya acara hingga selesai.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen KMMI dalam merawat tradisi keilmuan dan literasi santri. Sebagai calon guru dan pemimpin masa depan, santri KMMI dibekali wawasan komprehensif agar tidak sekadar menguasai literatur keislaman, namun juga memiliki kecerdasan emosional dan daya pengaruh (influence) yang kuat berlandaskan akhlakul karimah untuk membentuk generasi yang ilmy, imany, ‘amaly dan rabbani. (Syam)






