MAUMERE-FLORES, GM – Muhammadiyah kembali menjadi perbincangan nasional karena salah satu amal usahanya yaitu Universitas Muhammadiyah Maumere di Kabupaten Sikka, Flores, NTT, menerapkan kebijakan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) yang fleksibel dan berpihak pada kondisi ekonomi mahasiswa.
Kebijakan ini memungkinkan mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial untuk membayar biaya pendidikan tidak hanya dengan uang tunai, tetapi juga melalui hasil bumi seperti hasil panen pertanian maupun tangkapan laut. Langkah ini dinilai sebagai bentuk inovasi kampus dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif.
Setelah ditelisik, ternyata kebijakan tersebut telah diterapkan jauh sebelum bencana non alam: Covid-19 tiba yaitu sejak tahun 2018. Kebijakan tersebut muncul karena peduli dan perihatin dari kondisi nyata di lapangan, ketika sejumlah mahasiswa tidak mampu melunasi biaya kuliah tepat waktu.
Pihak kampus kala itu mendata banyak di antara mereka berasal dari keluarga petani dan nelayan yang memiliki keterbatasan akses terhadap pasar dan kesulitan menjual hasil panen. Di samping itu, kondisi ekonomi nasional yang berdampak pada daya beli masyarakat semakin melemah.
Melihat kondisi tersebut, pihak kampus mengeluarkan kebijakan skema pembayaran alternatif yang memungkinkan mahasiswa menyerahkan hasil bumi sebagai bentuk pelunasan UKT. Sehingga para mahasiswa tetap mendapatkan haknya sebagai warga negara yaitu pendidikan yang layak
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere Periode 2021-2025, Erwin Prasetyo, yang mengawali kebijakan tersebut kala itu, hasil bumi yang dibawa mahasiswa dikelola dan dijual kembali oleh pihak kampus melalui sivitas akademika maupun mitra distribusi.
“Akhirnya, keputusan diambil mengarahkan mahasiswa itu untuk membawa hasil bumi ke kampus,” ungkap Erwin Prasetyo dikutip dari Muhammadiyah.or.id, pada Sabtu (6/6/2026).
Ia menegaskan bahwa komoditas yang diterima beragam, mulai dari pisang, kelapa, kemiri, kakao, singkong, cengkeh, hingga hasil tenunan dan hasil laut. Selain itu, kampus juga menyediakan skema cicilan pembayaran UKT untuk meringankan beban mahasiswa.
“Kampus Muhammadiyah Maumere uang kuliahnya murah dan bisa diangsur. Malah sekarang kita ada skema kuliah 4 tahun cicil bisa sampai 6 tahun. Daripada cicil lewat bank ada bunganya, cicil lewat kampus,” jelasnya.
Kebijakan ini tidak hanya membantu mahasiswa bertahan dalam pendidikan, tetapi juga mencerminkan komitmen kampus dalam menghadirkan solusi berbasis kearifan lokal dan kemampuan para mahasiswa.
Selain mengandalkan skema tersebut, Universitas Muhammadiyah Maumere juga menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan beasiswa dari lembaga zakat yang dikelola Muhammadiyah yaitu LazisMu. Kemudahan lain diberikan dengan menawarkan potongan biaya kuliah untuk para pendaftar.
Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere Periode 2025-2029, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum., pun mengamini dan melanjutkan kebijakan tersebut hingga saat ini. Dengan berbagai pendekatan tersebut, Universitas Muhammadiyah Maumere berharap pendidikan tinggi tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala kemampuan ekonomi.
Untuk saat ini, Universitas Muhammadiyah Maumere memiliki dua fakultas. Pertama, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan 8 program studi (pendidikan Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Kewarganegaraan, Ekonomi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Kedua, Fakultas Sains dan Bisnis dengan 3 program studi (informatika, bisnis digital dan administrasi kesehatan). Semua program studi ini sudah terakreditasi B. (SK)






