MAJALENGKA, GM – Upaya melestarikan warisan budaya Nusantara terus dilakukan sivitas akademika Universitas Sindang Kasih Majalengka.
Melalui pembelajaran Mata Kuliah Drama, para mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) semester IV dan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) selain belajar teori drama mereka juga secara langsung praktek dengan menggelar drama tentang cerita legenda yang tahun ini Legenda Roro Jonggrang yang berlangsung di Studio Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Sabtu (18/7/2026).
Pagelaran drama tentang legenda Roro Jonggrang tersebut disaksikan langsung unsur pimpinan Universitas Sindang Kasih Majalengka seperti Wakil Rektor 1 Drs Aceng Jaelani, M.Ag, Dekan FKIP Dr Arip Amin, M.Pd, Wakil Dekan III FKIP Benny Anggara, M.Pd, Kabag Humas Waska Eko, S.Ag, Ketua Prodi PBSI Rosi Gasanti, M.Pd, Ketua Prodi Pendidikan Matematika Elly Rizekia Fadillah, M.Pd, para dosen, mahasiswa, alumni dan Plt Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Nining Widianingsih, S.IP dan beberapa pejabat lainnya.
Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia(PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sindang Kasih Majalengka (USKM), Rosi Gasanti, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, pagelaran drama merupakan salahsatu agenda tahunan Prodi PBSI.
Tujuannya untuk memberikan pengalaman langsung bagi para mahasiswa PBSI yang mengampu mata kuliah Drama, sehingga mereka bukan saja tahu tentang teori tetapi juga berperan langsung cara memproduksi sebuah drama, menjadi pemain dan lainnya tentang seni drama.
Dekan FKIP Universitas Sindang Kasih Majalengka, Dr Arip Amin, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, tahun ini bangsa Indonesia memperingati 81 tahun kemerdekaan.
Delapan puluh satu tahun adalah usia yang cukup matang bagi sebuah bangsa untuk terus meneguhkan jati dirinya. Kemerdekaan tidak hanya dipertahankan dengan senjata, tetapi juga dijaga melalui pendidikan, kebudayaan, dan karakter.
”Budaya adalah ingatan kolektif sebuah bangsa. Ketika budaya dihargai, bangsa akan mengenal dirinya. Ketika budaya dilupakan, bangsa perlahan kehilangan arah. Karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sindang Kasih Majalengka yang telah menggagas pagelaran budaya dan pentas seni “Roro Jonggrang”. Ini bukan sekadar pementasan cerita rakyat. Ini adalah ikhtiar akademik untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya Nusantara,” jelas Arip.
Plt Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majalengka, Nining Widianingsih, S.IP dalam sambutannya mengatakan, pementasan drama seperti Roro Jonggrang ini merupakan kegiatan positif yang harus terus dikembangkan di masyarakat. Sebab, melalui pementasan seperti ini akan mengenalkan berbagai warisan budaya Nusantara yang merupakan kekayaan milik bangsa akan terus dapat dilestarikan.
Menurutnya, Majalengka merupakan salahsatu daerah yang memiliki potensi pariwisata cukup banyak dan lebih dari 50 objek.
Demikian juga dengan budaya daerahnya, cukup banyak yang harus terus dilestarikan dan bahkan dikembangkan oleh masyarakat dan khususnya generasi muda melalui pembelajaran di kampus dan sekolah-sekolah sehingga Kabupaten Majalengka akan semakin dikenal di berbagai daerah secara nasional.
Sementara itu Rektor Universitas Sindang Kasih Majalengka Prof Dr H Cecep Sumarna, M.Ag yang diwakili Wakil Rektor I Drs Aceng Jaelani, M.Ag mengatakan, mewakili Rektor Universitas Sindang Kasih Majalengka dan unsur pimpinan, pihaknya mengapresiasi kegiatan pagelaran drama Roro Jonggrang yang diperankan dan dibuat para mahasiswa Prodi PBSI, baik dari kelas reguler, online dan program RPL. Terlaksananya pagelaran drama Roro Jonggrang ini menunjukkan para mahasiswa Prodi PBSI sungguh-sungguh belajar tentang drama dan mempraktekkannya dalam dunia nyata.
”Melalui pagelaran drama Roro Jonggrang ini, para mahasiswa bukan hanya menguasai teori tentang drama tapi juga mengetahui budaya Nusantara. Indonesia sebagai negara yang kaya dengan budaya dan seni, dapat dijadikan salahsatu peluang bagi generasi muda untuk mengasah potensi dan bakat yang dimilikinya dalam dunia peran sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupannya di masa yang akan datang,” pungkas Aceng Jaelani. (Eko)






