MAJALENGKA, GM – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi guru, tenaga kependidikan dan kepala sekolah di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dilakukan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF).
Hal itu dilakukan melalui kegiatan In-House Training (IHT) yang dibuka langsung Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Majalengka, Drs H Ajid Yatiman, MM di aula SMK Muhammadiyah Majalengka, Sabtu (18/7/2026).
Wakil Ketua PDM Bidang Pendidikan dan PNF, Drs H Dadan Fauzan, M.Pd dalam pembukaan acara IHT mengatakan, kegiatan IHT merupakan salah satu program yang dilaksanakan Majelis Dikdasmen dan PNF untuk para kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan dalam mengelola dan memajukan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
”Kita semua menyadari bahwa saat ini lembaga pendidikan di lingkungan Muhammadiyah Kabupaten Majalengka masih jauh tertinggal dari lembaga pendidikan lain, baik swasta maupun negeri. Ini semua menjadi tanggungjawab kita semua untuk terus melakukan berbagai langkah dan upaya agar sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat menjadi sekolah tujuan dan pilihan bagi masyarakat yang mau menyekolahkan anak-anaknya,” jelas Dadan Fauzan di hadapan para peserta IHT.
Dikatakan Dadan, sebagai lembaga pendidikan yang sebenarnya sudah cukup lama berdiri, lembaga pendidikan Muhammadiyah di Majalengka seharunya sudah mampu bersaing dengan sekolah lain dalam segala hal. Karena itu para kepala sekolah di lembaga pendidikan Muhammadiyah harus mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan ada progres peningkatan setiap tahunnya.
Ditegaskan Dadan, untuk memacu dan memicu semangat para kepala sekolah Muhammadiyah, Dikdasmen dan PNF sudah seharusnya menjalankan tugas dan fungsinya dengan tegas kepada pengelola lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pengawasan harus dilakukan dengan ketat dan penegakkan aturan harus diterapkan kepada kepala sekolah, guru atau tenaga kependidikan yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik untuk kemajuan sekolah.
”Dengan monitoring dan evaluasi yang terprogram dan berkala, maka Dikdasmen berhak untuk menegur, mengevaluasi serta memberikan reward and fanishmen kepada kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di sekolah Muhammadiyah. Dengan begitu mulai saat ini, sudah saatnya Dikdasmen betul-betul menegakkan aturan yang tegas kepada kepala sekolah yang dinilai tidak cakap dalam memimpin lembaga seperti melakukan rolling,” tandasnya.
Sementara itu Ketua PDM Majalengka, Drs H Ajid Yatiman, MM dalam sambutannya mengatakan, Muhammadiyah merupakan salahsatu satu ormas Islam yang cukup dikenal sebagai Ormas yang mampu menghadirkan lembaga pendidikan dengan baik. Karena itu para pengelola lembaga pendidikan di Muhammadiyah yang belum mampu menghadirkan lembaga pendidikan dengan baik, harus terus berupaya keras agar sekolahnya bisa bersaing dengan sekolah lain.
Kegiatan IHT kata Ajid, harus menjadi motivasi bagi para kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan di Muhammadiyah untuk meningkatkan kompetensi dan kinerjanya. Jangan sampai dalam memimpin sekolah dari waktu ke waktu tidak ada perubahan atau bahkan menurun dan hal itu harus menjadi catatan dan evaluasi bagi diri sendiri dan organisasi Muhammadiyah Majalengka ini. (Eko)






