Cirebon

Wakil Wali Kota Cirebon Dorong Generasi Muda Jadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman di Tengah Arus Digitalisasi

0
×

Wakil Wali Kota Cirebon Dorong Generasi Muda Jadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman di Tengah Arus Digitalisasi

Share this article
IMG 20261107 WA0052
Foto : Ist

CIREBON, GM – Perkembangan teknologi digital membawa kemudahan dalam mengakses berbagai informasi, termasuk pengetahuan keagamaan. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memahami dan menyaring informasi agar teknologi tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk memperkuat literasi, karakter, dan nilai-nilai keislaman.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang dirangkaikan dengan Talkshow Kebangsaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini mengangkat tema “Mengukuhkan Literasi Al-Qur’an Gen-Z di Era Disrupsi Digital melalui Klik, Baca, Tadabbur” sebagai upaya mendorong generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menilai tema tersebut sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Menurutnya, kebiasaan mengakses informasi melalui telepon genggam harus diiringi dengan kemampuan membaca secara kritis dan memahami makna dari setiap informasi yang diterima.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan algoritma media sosial kerap membuat seseorang hanya terpapar informasi yang sesuai dengan minat dan pandangannya sendiri. Jika tidak diimbangi kecakapan literasi, kondisi tersebut dapat membuat generasi muda mudah menerima informasi yang keliru, termasuk pemahaman keagamaan yang tidak utuh.

“Di sinilah pentingnya kita tidak berhenti hanya pada tahap klik. Generasi muda perlu melanjutkannya dengan membaca dan tadabbur. Membaca bukan sekadar melihat rangkaian tulisan, tetapi memahami konteks dan maknanya. Sementara tadabbur mengajak kita untuk merenungkan serta mengambil pelajaran dari apa yang dibaca. Dengan begitu, Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga pedoman dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa literasi Al-Qur’an perlu dibangun secara menyeluruh. Kemampuan membaca ayat-ayat suci harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki kecakapan teknologi, tetapi juga landasan etika, moral, dan spiritual yang kuat.

Baca Juga :  Operasional Kereta Api Berangsur Normal, Layanan Refund Diperluas

Menurutnya, makna santri di era modern juga semakin luas. Santri bukan hanya mereka yang menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, melainkan juga generasi muda yang mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital.

“Pemerintah Kota Cirebon mendukung berbagai inisiatif yang mendorong penguatan literasi dan karakter generasi muda. Membangun infrastruktur fisik kota memang penting, tetapi membangun pola pikir dan kualitas sumber daya manusia juga tidak kalah penting. Kami berharap anak-anak muda dapat menjadi agen yang menghadirkan konten dan narasi positif, menyejukkan, ilmiah, serta dapat dipertanggungjawabkan di ruang digital,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dr. H. Fahruddin Faiz sebagai narasumber talkshow. Ia berharap pemikiran dan wawasan yang disampaikan dapat memperkaya cara pandang peserta dalam memahami agama melalui pendekatan yang rasional, kritis, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Cirebon, KH. Mustofa, mengajak seluruh peserta untuk lebih bijak dalam memanfaatkan perangkat digital. Menurutnya, hampir semua kelompok usia kini akrab dengan telepon genggam. Karena itu, waktu yang digunakan untuk mengakses perangkat tersebut sebaiknya juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat perlu menyediakan waktu lebih banyak untuk membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Menurutnya, kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak cukup diwujudkan melalui kemampuan melafalkan ayat, tetapi juga harus disertai pemahaman dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.

“Berapa lama kita memegang telepon genggam setiap hari, membuka berbagai informasi dan melihat beragam konten? Mari kita sisihkan waktu untuk sesuatu yang memiliki nilai ibadah, salah satunya mempelajari Al-Qur’an. Jangan sampai perangkat yang kita genggam hanya menjadi sarana hiburan, tetapi manfaatkan juga untuk menambah ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesannya.

Baca Juga :  Warung Miras di Jalan Permata Digerebek Malam Hari, Polisi Amankan Puluhan Botol

Di sisi lain, Ketua Umum HMJ Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) 2026, M. Nurul Amin, menyampaikan bahwa IQTAF FEST XIV telah menghadirkan sejumlah kegiatan kompetitif, di antaranya Musabaqah Qira’atul Kutub, Musabaqah Tilawatil Qur’an, dan Musabaqah Hifzil Qur’an. Seluruh rangkaian perlombaan tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai instansi dan wilayah, termasuk Cirebon, Majalengka, dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana memperkuat tradisi keilmuan Islam dan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam memahami Al-Qur’an.

Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini berangkat dari kenyataan bahwa tingginya penggunaan perangkat digital belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan literasi keagamaan. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan kebiasaan generasi muda agar Al-Qur’an tetap hadir dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

“Melalui konsep klik, baca, dan tadabbur, kami ingin mengajak generasi muda menjadikan teknologi sebagai pintu masuk untuk mengenal Al-Qur’an lebih dekat. Namun, prosesnya tidak boleh berhenti pada pencarian informasi. Harus ada upaya untuk membaca secara utuh, memahami kandungannya, kemudian menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” ujarnya.

Nurul Amin juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, PCNU Kota Cirebon melalui LAKPESDAM, Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir se-Indonesia, para alumni lintas angkatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Kolaborasi dengan LAKPESDAM PCNU Kota Cirebon, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat penyelenggaraan kegiatan sekaligus memperluas ruang diskusi keislaman di kalangan mahasiswa.

“Saya berharap Melalui peringatan Hari Santri Nasional dan IQTAF FEST XIV, penyelenggara berharap tumbuh kesadaran bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai agama, intelektualitas, dan karakter,” tuturnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *