MAJALENGKA, GM – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, sukses menyelenggarakan konferensi ke-2 MWC NU sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat kecamatan, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan NU di tingkat lokal.
Dalam kegiatan yang mengambil tema “Membangun Sinergitas dan Kemandirian Jam’iyyah” dan dilaksanakan di Lingkungan Pendidikan Tsamrotul Huda, Desa Bonang tersebut panitia dan peserta sukses memilih pucuk pimpinan baru NU Kecamatan Panyingkiran yakni Ustad Muaz, M.Pd sebagai Ketua Tanfidziyah.
Konferensi yang berlangsung dengan khidmat dan demokratis ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka, unsur Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU, perwakilan Badan Otonom NU, delegasi Ranting NU se-Kecamatan Panyingkiran serta unsur Muspika.
Panitia konferensi Ustad Rizalluddin, S.H., MH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar dan penuh kebersamaan.
Semangat gotong royong dan kekompakan seluruh elemen NU Panyingkiran menjadi cerminan kuatnya komitmen jam’iyyah dalam membangun organisasi yang mandiri dan berdaya guna.
Menurut Ustad Rizalluddin, keunikan di panitia konferensi NU ini adalah dimana setelah anggaran disusun, donatur utama dan pertamanya adalah panitia itu sendiri. Dimana list donatur sebelum ke orang lain, panitia menjadi list perdana yang menulis, ini menunjukan bahwa di NU ada nilai khidmah dan kebanggan bagi siapapun yang ada di dalamnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Majalengka yang diwakili oleh Wakil Ketua II PCNU Majalengka K. Solehul Hadi, S.Pd.I., S.Sos dalam sambutannya menegaskan bahwa Konferensi MWC NU bukan sekadar agenda lima tahunan, melainkan wahana penguatan khidmah NU di tengah masyarakat.
Ia berharap kepengurusan yang terpilih mampu melanjutkan perjuangan NU dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah serta meningkatkan pelayanan umat di tingkat Kecamatan. Lebih lanjut Kang Oleh biasa disapa. Orang-orang NU harus mampu berada di lingkungan manapun, lingkungan pemerintahan, organisasi manapun sehingga Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah senantiasa bisa bertahan dan terus di dakwahkan, saat ini hampir semua elemen dengan mudah mengklaim dirinya sebagai Ahlussunnah Wal Jama’ah, namun bagi kita, pengurus dan warga NU, Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah, ingat ada An-Nahdliyah nya.
Dalam rangkaian kegiatan konferensi, peserta membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, evaluasi program kerja, serta perumusan rekomendasi strategis untuk penguatan peran NU di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan. Dalam Laporannya Ketua MWCNU Mas Bakti 2020-2025 K. Dudung Masduki, S.Pd.I merasa sangat bersyukur atas kinerja dan ketercapaiannya selama ini, semua Ranting di Kecamatan Panyingkiran telah terbentuk, ter SK-kan serta dilantik bersama, salah satu lembaga di MWCNU pun sukses dalam melaksanakan tugas dan misi besarnya yaitu UPZISNU, dalam kiprahnya selama 5 tahun, UPZISNU mampu mengistiqomahkan KOIN NU setiap ranting setiap bulan, sehingga diakhir masa jabatan ini, UPZISNU Panyingkiran mampu mengumpulkan KOIN sebesar Rp111. 486.601 dengan capaian diantaranya telah memiliki dua mobil layanan umat untuk kemaslahatan masyarakat kecamatan Panyingkiran.
Puncak acara ditandai dengan proses pemilihan pengurus MWC NU Panyingkiran masa khidmat 2025-2030 yang berlangsung secara tertib, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai musyawarah.
Dalam penentuan Ahlu Hali Wal Aqdi (AHWA) dari lima Kyai kharismatik di Kecamatan Panyingkiran, terpilih KH. Guswahid sebagai Rois Syuriah, sementara itu dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah yang terjaring sebagai bakal calon ketua adalah Ust. Dudung Masduki, S.Pd.I dan Ust. Muaz, M.Pd. Forum konferensi secara demokratis menetapkan Ust. Muaz, M.Pd sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Panyingkiran terpilih Masa Khidmat 2025-2030 sebagai manifestasi Regenerasi Kepemimpinan MWCNU Panyingkiran.
Dengan terselenggaranya Konferensi MWC NU Panyingkiran ini, diharapkan kepengurusan baru mampu membawa NU Panyingkiran semakin berperan aktif dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ke-NU-an Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. (Eko)






