Opini

Jadilah Sahabat Al-Quran

63
×

Jadilah Sahabat Al-Quran

Share this article
IMG 20260120 WA0015 2
Foto : Illustrasi/GM

Oleh: Syamsudin Kadir

 

KITA sebagai muslim layak bersyukur karena mendapatkan anugerah berupa iman. Iman adalah nikmat yang paling besar dan tak tertandingi dari pada nikmat yang lainnya. Dengan iman, kita dapat merasakan betapa nikmatnya menjadi hamba Allah yang dicintai-Nya. Salah satu iman yang wajib kita miliki adalah beriman kepada kitab-kitab Allah, salah satunya adalah beriman kepada al-Quran.

Al-Quran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam melalui malaikat Jibril secara berangsur-angsur dalam skala waktu yang ditentukan dan membacanya adalah ibadah. Ia mengandung berbagai hal seperti keimanan, ibadah, akhlak dan muamalah. Ia juga mengandung sejarah dan pembelajaran bagi kita. Menjadi panduan di dunia yang fana dan sebentar, serta berdampak baik bagi kehidupan kita di akhirat kelak.

Salah satu keunggulan al-Quran adalah memberi syafaat bagi pembacanya kelak pada hari kiamat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah riwayat yang singkat namun penuh pesan penting dan berharga. Beliau bersabda,

اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ.

“Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (HR. Muslim dari Abu Umamah)

Dua Kandungan

Hadits tersebut mengandung dua pesan penting, yang dapat kita renungi dan pahami, yaitu sebagai berikut

Pertama, aktif membaca al-Quran

Salah satu amal soleh yang dapat kita lakukan setiap hari, kapan dan di mana pun adalah membaca al-Quran. Kita buat jadwal rutin, misalnya sebelum dan sesudah shalat lima waktu. Kita biasakan membaca beberapa ayat atau satu halaman saja, itu sudah cukup baik. Bila sudah terbiasa, kita bakal merasakan dampaknya. Bahkan kita semakin rindu untuk membacanya. Baca lagi dan baca terus.

Baca Juga :  Teknologi, Guru dan Masa Depan Indonesia

Bila tidak bisa membaca langsung, kita bisa membaca ulang ayat-ayat atau surat-surat yang sudah kita hafal. Pada umumnya kita sudah menghafal surat-surat pendek yang ada di juz 30. Kita bisa membaca ulang beberapa surat, minimal tiga surat “qul” yaitu al-ikhlas, al-falaq dan an-Nas. Kita bisa mengulang-ulang sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan kita. Bila kita sudah rutin melakukannya, nanti berdampak pada kebiasaan kita sendir

Kedua, al-Quran memberi syafaat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara tegas menyampaikan bahwa siapapun yang membaca al-Quran maka dirinya bakal mendapatkan garansi langsung berupa syafaat nanti pada hari kiamat. Beliau tidak menyebut banyak atau sedikitnya, yang penting membaca, insyaa Allah bakal mendapat balasan. Beliau juga tidak menegaskan rutin atau tidaknya, tapi bila rutin kita lakukan, tentu jauh lebih baik dan mendapat syafaat.

Bayangkan saja, pada hari kiamat nanti, tak ada lagi ruang dan waktu bagi kita untuk beribadah dan beramal soleh lainnya. Saat itu adalah momentum pengadilan, yang menentukan mana amal baik dan buruk kita yang sesungguhnya. Kita tak tahu mana dan apa saja kebaikan kita yang menolong kita di hadapan Allah. Saat itulah syafaat al-Quran hadir. Kebiasaan kita membaca al-Quran membuatnya hadir memberi syafaat kepada kita. Betapa baiknya al-Quran!

Berbagai kesibukan kita sehari-hari kerap membuat kita kehilangan kesempatan untuk menjadi sahabat al-Quran. Bahkan selalu saja ada alasan untuk tak menyentuh al-Quran di setiap harinya. Tapi coba cek sendiri, berapa kali kita menyentuh atau memegang HP kita di setiap harinya. Pertanyaannya, apakah kelak pada hari kiamat HP yang seringg kita pegang itu memberi syafaat? Tentu saja tidak. Karena itu, sudah saatnya kita berbenah, mari menjadi sahabat al-Quran dengan cara aktif membacanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *