Oleh: Syamsudin Kadir
Penulis Buku “Ketika Allah Memilihmu”
NAMANYA Ibu Setima. Akrab saya sapa Inang Tu’a Leheng, karena beliau tinggal di kampung Leheng. Beliau merupakan anak pertama dari beberapa bersaudara dari pasangan Bapak Jatong dan Ibu Siti Seria. Bapak Jatong merupakan kakek saya atau ayah dari ayah saya, atau ayah dari Pua Abdul Tahami (almarhum). Mereka beberapa bersaudara yaitu Ibu Setima, Bapak Abdul Tahami, Ibu Hatima, Bapak Abdullah Malik, Bapak Muhamad Hamnu (almarhum) dan si bungsu Ibu Siti Haisa.
Kakek saya punya istri namanya Ibu Siti Seria. Bila kakek berasal dari Cereng, sementara nenek berasal dari Ceremba, kampung tetangga yang masih satu desa. Ibu Setima atau Inang Tu’a (bibi tertua) adalah kakak tertua dari beberapa bersaudara seperti yang saya sebutkan di atas. Dua dekade silam, salah satu menantu dan cucunya meninggal dunia saat rumahnya terbakar. Beberapa tahun lalu, salah satu anaknya (Bapak Muhamad Syuaib) dan suaminya (Bapak Abdullah Aba) meninggal dunia juga karena sakit.
Saya punya kesan dan kenangan indah dengan Inang Tu’a kelahiran 1946 ini. Sejak kecil hingga hari ini, beliau belum pernah marah dan mengeluarkan kata kotor untuk saya. Bahkan bila ayah dan ibu saya memberi hukuman atau memarahi saya, tentu karena saya salah, beliau selalu menjadi pembela utama. Beliau sosok pelindung dan penyayang pada semua keponakan dan cucu-cucunya. Saya sendiri merasakan kelembutan hati dan sikapnya yang tulus. Beliau selalu tersenyum dan bicara seperlunya.
Beberapa kesempatan, terutama saat saya belum masuk SD, akhir 1980-an dan awal-awal masuk SD 1990 hingga kelas 2 SD tahun 1992, saya sering tidur di rumahnya, baik di rumah yang ada di sawah Ajo maupun di rumah yang ada di kampung Leheng, di Golo Sengang, Sano Nggoang, Manggarai Barat, NTT. Selain lauk ayam, ikan dan sayur hijau, saya kerap makan jagung dan ubi khas hasil kebun juga masakannya. Saya benar-benar diperlakukan layaknya anak kandungnya sendei. Baik dalam hal makan dan minum maupun yang lainnya.
Dalam beberapa kesempatan, baik saat pulang libur kala menempuh pendidikan di Lombok Barat, NTB (1996-2002) maupun saat melanjutkan pendidikan tinggi di Bandung, Jawa Barat (2002-2010) dan saat sudah menikah dan berkarier di Cirebon, Jawa Barat (2010 hingga saat ini), saya selalu berupaya untuk silaturahim dan istirahat di rumahnya di Leheng. Bahkan dalam satu dekade terakhir, bisa dikatakan saya lebih sering tidur di rumahnya daripada tidur di rumah orangtua saya di Cereng.
Bahkan bukan saya saja yang melakukan hal serupa. Hampir semua keluarga besar di Cereng, rerata pernah silaturahim dan tidur di rumahnya. Baik sepupu dan keponakan maupun cucu-cucunya yang masih sedarah. Letaknya yang cukup strategis, karena dekat dengan jalan lintasan antar kampung, membuat rumahnya mudah untuk dijangkau dari arah mana pun. Selain itu, kondisi rumahnya yang cukup besar, cukup nyaman dan menenangkan hati saat beristirahat.
Saat silaturahim ke rumahnya, saya beberapa kali memperhatikan beliau sudah mulai akrab dengan sajadah. Beliau juga sudah akrab berkerudung. Ini pertanda beliau sudah menyicil untuk menjalankan shalat lima waktu dan menutup aurat secara bertahap. Ilmu yang terbatas bukan alasan bagi beliau untuk enggan dan malas beribadah. Walau sesekali ada saja kendala, sehingga tertinggal. Selain itu, perbincangannya juga lebih sering tentang ibadah dan kehidupan akhirat. Saya sangat senang atas perubahan dirinya belakangan ini.
Saat Ramadan seperti ini, terutama karena saya sudah merantau selama 30-an tahun lebih, sejak 1996 hingga hari ini, saya sangat rindu bisa bersua beliau. Rindu sentuhan tangannya saat memegang dagu, mencium pipi dan memeluk saya dengan erat. Saya rindu kepala saya diusap oleh tangannya yang lembut. Rindu air mata tulusnya kala menyapa. Rindu cerita masa lalu keluarga besar dari lisannya. Dan rindu masakan khasnya yang enak untuk berbuka dan sahur. Sungguh, kehangatan yang beliau hadirkan tak bisa dihitung bilang dan tak tergantikan, selamanya. Insyaa Allah, sehat selalu Inang Momang yang kini sudah berusia 80 tahun. (*)






