LOMBOK TENGAH, GM – Eks pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat (ABW) di Lombok Tengah, NTB, Muhammad Imanuddin Sumar (AIS) alias Abah, memilih bungkam saat ditanya wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polres Lombok Tengah, Senin (28/9/2026).
Pantauan di lokasi, AIS keluar dari ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sekitar pukul 16.20 WITA bersama istrinya, Hurmiyati, dan tim kuasa hukumnya, Yuda Aditya Maatfa.
Pemeriksaan tersebut berlangsung selama sekitar 10 jam. Kali ini berkaitan dengan kasus yang sedang viral di jagat pemberitaan media dan media sosial yaitu dugaan upaya pelecehan seksual kepada beberapa santriwati.
Saat dicegat awak media di depan ruang PPA, AIS tidak memberikan sepatah kata pun terkait materi pemeriksaan. Ia hanya melempar senyum sambil mengucapkan salam dan langsung bergegas menuju parkiran.
Bungkamnya AIS berbeda dengan keterangan kuasa hukumnya. Yuda Aditya Maatfa menyebut kliennya dicecar 52 pertanyaan oleh penyidik.
“Pada prinsipnya Abah tetap merasa tidak melakukan pelecehan. Terkait tuduhan-tuduhan itu tetap Abah bantah,” ujar Yuda.
Diketahui, AIS diperiksa terkait laporan dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santrinya. Kuasa hukum memastikan kliennya akan tetap kooperatif dalam proses hukum yang berjalan. (SK)






