IniJAKARTA, GM – Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rangkaian tiga acara berskala nasional yang bertempat di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).
Ketua MUI Bidang Pengkajian, Prof Utang Ranuwijaya, menyatakan bahwa penyelenggaraan tiga acara ini sengaja dirancang untuk memanfaatkan tiga momentum besar yang tengah dihadapi oleh umat Islam dan bangsa Indonesia saat ini.
“Kegiatan hari ini dalam kerangka, pertama, memperingati Tahun Baru Hijriyah 1448 Hijriyah. Kedua, momentum memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan yang ketiga, dalam kerangka memeriahkan Pra-Kongres Umat Islam Indonesia VIII,” ujar Prof Utang di sela-sela acara.
Prof Utang menambahkan, integrasi ini menjadikan acara tahunan LPBKI terasa berbeda dan luar biasa, karena mampu menyatukan berbagai urgensi umat ke dalam satu wadah.
Adapun tiga agenda yang dilaksanakan oleh LPBKI MUI kali ini, yakni Silaturahim Nasional Forum Penulis dan Konten Kreator Muslim. Acara tahunan ini mempertemukan seluruh mitra penulis dan pembuat konten yang biasa bekerja sama dengan LPBKI MUI dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemudian, kegiatan Bahtsul Fikrah (Pengkajian Pemikiran) yang secara khusus membedah draft buku mengenai pemikiran ekonomi syariah gagasan Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin.
Agenda ini juga dirangkaikan dengan acara Workshop Literasi Islam, yakni pelatihan intensif terkait penulisan dan literasi keislaman yang digelar bagi para peserta yang hadir.
“Ini kegiatan yang cukup unik karena ada tiga momentum, kita mengadakan tiga kegiatan sekaligus. Dan alhamdulillah, ini luar biasa mendapat sambutan hangat dari para mitra yang memang setiap tahun berkumpul di sini,” jelas Prof Utang.
Selain sebagai ruang silaturahim para penulis Muslim, Prof Utang menekankan bahwa Bahtsul Fikrah yang membedah pemikiran ekonomi KH Ma’ruf Amin memiliki kaitan erat dengan Pra-Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang akan datang.
Sebagai sosok utama di balik lahirnya berbagai lembaga keuangan syariah dan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN), pemikiran Kiai Ma’ruf dinilai menjadi fondasi penting yang akan dibahas dalam kongres umat tersebut.
Terlebih, saat ini Kiai Ma’ruf telah purna tugas dari jabatan Wakil Presiden RI. Dia menyebut saat-saat seperti ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk membaca kembali secara lebih luas dan mendalam seberapa besar kontribusi pemikiran beliau.
“Momentumnya sangat pas, apalagi kita juga sedang menyongsong Kongres Umat Islam yang salah satunya berfokus pada penguatan ekonomi syariah,” kata dia. (SK)






