Oleh: Syamsudin Kadir
Penulis Opini Sosial -Politik
MANGGARAI BARAT atau Mabar merupakan salah satu kabupaten termuda di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kabupaten yang beribukota Labuan Bajo ini dikenal dengan pariwisatanya yang mendunia. Dari waktu ke waktu nama Labuan Bajo bukan saja dikenal di Indonesia tapi juga di seluruh dunia, terutama oleh wisatawan asing. Bahkan para pemimpin negara di dunia pun akrab dengan Labuan Bajo, yang ditandai dengan adanya berbagai pertemuan global selama dua dekade terakhir di Labuan Bajo.
Perkembangan Mabar dari waktu ke waktu juga cukup menggembirakan. Kekurangan di berbagai sisi, tentu menjadi catatan dan evaluasi bagi para penggawa daerah berjuta potensi ini untuk melakukan langkah-langkah praktis, sehingga pembangunan merata ke seluruh berbagai pelosok di Mabar. Kuncinya adalah kolaborasi dan inovasi untuk terus menemukan langkah yang memungkinkan untuk menghadirkan kemajuan bersama.
Salah satu elemen kunci dalam rangka memajukan Mabar adalah partai politik. Secara khusus, saya mencatat Partai Amanat Nasional (PAN) Mabar memiliki pengalaman dan sepak terjang yang menggembirakan dalam memajukan Mabar. Dari periode ke periode kepemimpinan daerah, PAN Mabar selalu punya andil. Walau pun belakangan ini sementara belum masuk ke gelanggang eksekutif daerah, namun eksistensi dan peranan PAN tetap nyata juga nampak, baik melalui jalur legislatif maupun struktur partai.
Pada Sabtu 15 November 2015 lalu PAN menggelar Musyawarah Daerah (Musda) serentak di seluruh provinsi NTT melalui virtual zoom. Agenda tersebut memiliki posisi penting, termasuk bagi PAN Mabar. Pada forum bergensi tersebut Innocentius Peni dipilih menjadi Ketua DPD PAN Mabar untuk periode 2025-2030. Sementara politisi sekaligus intelektual muda asal Cereng, Sano Nggoang, Muhamad Salahudin didaulat menjadi Sekretaris Umum PAN DPD Mabar untuk periode 2025-2030.
Lalu, pada Sabtu 25 April 2026, DPD PAN Mabar mengadakan Musyawarah Daerah serentak untuk pemilihan Ketua DPC PAN se-Manggarai Barat. Dalam konteks itu dan ke depan, saya memiliki beberapa catatan dan harapan untuk PAN Mabar. Pertama, ekspansi dan penguatan struktur. Elemen utama organisasi politik adalah struktur. Ekspansi dan penguatan struktur perlu dilakukan dalam rangka penguatan organisasi di setiap levelnya. Namun yang terpenting lagi adalah kerja konkret struktur PAN Mabar ke depan, dari tingkat daerah hingga cabang.
Kedua, perkuat soliditas dan konsolidasi. Soliditas kepengurusan adalah batu bata eksistensi PAN di Mabar. Soliditas dibangun di atas cita-cita kolektif kepengurusan untuk memajukan partai, sehingga semakin kontributif pada perubahan masyarakat juga kemajuan daerah. Konsolidasi partai perlu diperkuat, terutama dengan basis massa di setiap titiknya di Mabar. Konsolidasi yang terjaga akan memungkinkan PAN punya daya tawar, semakin dikenal oleh masyarakat luas dan mampu menjalankan aktivitas sosial kemasyarakatan.
Ketiga, perkuat jejaring dan simpatisan. Sejak berdiri hingga saat ini, PAN dikenal memiliki jaringan yang luas dan kuat. Sebagai partai yang lahir di era reformasi, PAN memiliki modal besar untuk memperluas jaringannya ke berbagai simpul. Bukan saja tokoh masyarakat tapi juga para akademisi, penggiat sosial dan aktivis lintas latar belakang. Selain itu, PAN Mabar perlu menjaga kepercayaan simpatisannya yang memang secara kultural dan emosional lebih dekat dengan PAN.
Keempat, kerja sosial yang berdampak. Bagi masyarakat, partai politik yang baik adalah yang memiliki peran pada perubahan dan kemajuan masyarakat. Kerja atau aksi sosial PAN Mabar adalah cara paling jitu dalam menambah keyakinan dan kepercayaan masyarakat Mabar pada PAN. Sepak terjang PAN Mabar selama ini sudah menjadi pengikat yang baik antar PAN dan masyarakat. Namun, ekspansi dampak aksi sosial, misalnya, mesti diperluas sehingga sampai ke pelosok Mabar.
Pergantian pengurus sebagai instrumen utama struktur PAN Mabar di berbagai levelnya adalah upaya pengeran dan pemberdayaan potensi sehingga lebih fresh dan lebih siap dalam menjalankan roda organsiasi. Rotasi kepemimpinan mesti dimaknai sebagai penguatan dalam rangka memperluas dampak partai selama ini. Pemilu 2029 tak lama lagi, sudah di depan mata. PAN Mabar dituntut untuk lebih solid dan bergerak cepat, juga menjadi laboratorium bagi para politisi handal di Mabar yang siap bertarung juga memenangkan berbagai pertarungan politik ke depan. (*)






