LOMBOK BARAT, GM – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan berbasis global terus diperkuat oleh dosen Institut Agama Islam (IAI) Nurul Hakim (Lombok Barat, NTB) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Hal tersebut terlihat dari kegiatan pendampingan pembelajaran di Madrasah Aliyah Dakwah Islamiyah Putra Nurul Hakim yang dilakukan oleh dua dosen IAI Nurul Hakim, Musta’in, M.Ed. dan Iman Hidayatullah, M.E., Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA dan berlangsung selama dua jam tersebut mengusung tema “Integrasi Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah melalui Pendampingan Pembelajaran Ekonomi Berbasis Multibahasa (Bahasa Inggris dan Bahasa Arab) untuk Penguatan Literasi Global Siswa di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Hakim.”
Kegiatan tersebut diikuti oleh santri kelas I dan II Madrasah Aliyah Putra Nurul Hakim serta menghadirkan empat mahasiswa internasional, terdiri dari dua mahasiswa asal Sudan, satu mahasiswa asal Mesir, dan satu mahasiswa dari Niger, yang turut terlibat aktif dalam proses pendampingan pembelajaran.
Dari pihak madrasah, kegiatan dihadiri oleh Ustadz Abdussyakur dan Ustadz Kamal sebagai perwakilan lembaga sekaligus tuan rumah. Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Ustadz Abdussyakur yang menyampaikan apresiasi atas hadirnya program akademik berbasis kolaborasi internasional tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi momentum penting bagi santri untuk berhadapan langsung dengan realitas komunikasi global sekaligus menguji kemampuan bahasa yang selama ini dipelajari di lingkungan pesantren.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dan pendampingan oleh dua dosen IAI Nurul Hakim tersebut. Materi difokuskan pada integrasi pemahaman ekonomi syariah dengan pendekatan pembelajaran multibahasa, sebagai bagian dari penguatan literasi akademik dan pengembangan perspektif global santri.
Musta’in, M.Ed. menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang praktik nyata bagi santri untuk mengembangkan keberanian, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan komunikasi internasional.
“Literasi global hari ini bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi menjadi kebutuhan utama. Santri harus dibiasakan berinteraksi dengan dunia luar, memahami perspektif global, tanpa kehilangan identitas keislaman dan keilmuan pesantrennya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Iman Hidayatullah, M.E. menekankan bahwa pendekatan multibahasa dalam pembelajaran ekonomi syariah memiliki nilai strategis dalam membangun daya saing santri di era global.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris, menjadi instrumen penting dalam membuka akses ilmu pengetahuan dan jejaring internasional.
Hal menarik, seluruh sesi interaksi dalam kegiatan ini berlangsung menggunakan dua bahasa pengantar, yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris. Para santri secara aktif menyampaikan pendapat, argumentasi, dan pertanyaan menggunakan bahasa yang paling mereka kuasai.
Santri yang lebih dominan dalam bahasa Arab tampak percaya diri membangun argumentasi dalam bahasa Arab, sementara santri yang memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih baik aktif bertanya dan berdiskusi dalam bahasa Inggris.
Suasana forum berlangsung hidup dan atraktif. Banyak santri menunjukkan keberanian intelektual dengan mengajukan pandangan kritis seputar ekonomi, pendidikan, dan pengalaman belajar di lingkungan pesantren.
Di sisi lain, para mahasiswa internasional secara bergantian memberikan tanggapan, berbagi pengalaman akademik, serta melemparkan pertanyaan balik kepada para santri, sehingga tercipta dialog akademik lintas negara yang dinamis.
Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan ini dinilai menjadi nilai tambah tersendiri. Selain memperkaya wawasan santri, interaksi langsung tersebut juga menjadi latihan praktis dalam membangun komunikasi lintas budaya.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi bagian dari upaya IAI Nurul Hakim dalam mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan pesantren, sekaligus memperkuat integrasi keilmuan Islam, ekonomi syariah, dan literasi global.
Melalui program semacam ini, IAI Nurul Hakim menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan sosial, tetapi juga pada pembangunan kualitas intelektual generasi muda pesantren agar siap menghadapi tantangan dunia global.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi akademik dan penguatan jejaring pendidikan antara dosen, mahasiswa internasional, guru, dan santri. (SK)






