Opini

Urgensi dan Kiat Menghafal Al-Qur’an

6
×

Urgensi dan Kiat Menghafal Al-Qur’an

Share this article
IMG 20260514 WA0025
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Dawud Dzulbashar

Guru di SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an Kota Cirebon

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati malaikat Jibril as. Di hari kiamat nanti Allah akan memanggil para penghafal al-Qur’an dan memerintahkan kepadanya “Bacalah dan naiklah sebagaimana yang kamu baca ketika di dunia! Karena kedudukanmu ada pada akhir ayat yang kamu baca (hafal).”

Menghafal al-Qur’an adalah suatu keindahan yang tidak bisa dirasakan oleh banyak orang dalam kesehariannya. Banyak orang di sana ada yang menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk dijadikan sebagai bahan debat atau hanya sebatas ucapan saja. Padahal ketika seseorang menghafalkan al-Qur’an, maka yang timbul adalah sebuah tanggung jawab untuk mengamalkan isi-isi dan kandungan al-Qur’an.

Kiat Menghafal al-Qur’an

Pertama, Kondisi atau Lapangan

Ketika menghafal al-Qur’an, kita harus tahu betul bahwa menghafal tidak sembarang menghafal, ada trik yang ampuh bila kita ingin mencobanya. Di sini saya akan membagikan kembali beberapa bagian.

Pertama, menghafal di waktu shubuh. Mengapa saya menganggap waktu shubuh adalah waktu yang pas buat menghafal? Karena waktu shubuh adalah waktu yang pas untuk mengisi kekosongan pikiran kita.

Kedua, saat ramai mengaji. Tentukan tempat yang membuat mood kita menjadi lebih semangat lagi. Banyak pondok yang membuka khusus tahfidz di negara kita. Berbagai sekolah juga membuka program tahfidz.

Ketiga, jadikanlah saingan kebaikan mereka yang mempunyai hafalan yang lebih banyak. Mungkin di antara kita minder ataupun tidak merasa mampu untuk menyaingi teman yang memiliki kualitas hafalan yang lebih dari kita.

Justru di situlah kita harus selidiki, mengapa teman kita bisa mempunyai hafalan yang sangat banyak?

Dahulu saat saya masuk pondok, saya merasa minder dengan salah satu teman saya yang pernah menghafal 20 juz saat di bangku SD. Saya mendeteksi kebiasaannya. Saya menemukan bahwa ia memulai hafalan al-Qur’an itu setelah ia melewati banyak rintangan.

Baca Juga :  Mengenang Kakek Tercinta, Bapak Ngempo

Keempat, akrab dengan mereka yang biasa mengaji. Bagi kita yang baru mulai menghafal, berteman dan akrablah dengan mereka yang terbiasa membaca juga menghafal al-Qur’an. Pada saat yang sama, menjauhlah dari perkumpulan dan pembicaraan yang sia-sia atau yang tidak ada faedahnya.

Kelima, membawa alat tulis saat menghafal. Mungkin ada di antara kita yang bertanya untuk apa alat tulis dibawa saat menghafal? Gunanya adalah untuk menandai kesalahan saat kita membaca al-Qur’an. Perlu diingat menandai al-Qur’an itu diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan. Alat tulis yang kita pakai, misalnya, pensil yang bisa dihapus.

Teknis Menghafal

Pertama, mengenal huruf-huruf hijaiyyah terlebih dahulu. Banyak diantara kita yang langsung menghafal ayat-ayat al-Qur’an, padahal belum mengetahui bentuk huruf-huruf hijaiyyah yang ada di dalam al-Qur’an. Karena itu, pelajarilah dari yang paling dasar terlebih dahulu, huruf-huruf hijaiyyah, kemudian langkah berikutnya.

Kedua, membuat target. Kita mesti miliki target tertentu. Target menghafal al-Qur’an sangatlah penting dan membuat kita menjadi lebih semangat.

Ketiga, mulailah dengan menghafal sedikit demi sedikit. Kesalahan terbesar bagi yang mulai menghafal adalah menyetorkan yang banyak, akan tetapi ketika dimuraja’ah mereka mengalami kesusahan atau kesulitan.

Keempat, membaca terlebih dahulu sebelum dihafal. Salah satu tips yang mungkin jarang ditemui di banyak kalangan adalah metode ini. Kita perlu ketahui bahwa otak kita itu umumnya belum siap menerima hal-hal yang baru.

Untuk memanfaatkan otak kita adalah dengan cara membaca. Di sini ketika membaca harus benar-benar yakin bahwa kita ini apakah sudah layak untuk mulai hafal ayat baru atau belum, kalau dirasa sudah maka lanjut metode menghafal.

Kelima, mengulang-ngulang setoran. Mengulang setoran adalah suatu keharusan bagi seorang penghafal al-Qur’an. Kita tentu mendengar riwayat bahwa unta itu akan lepas bilamana tali pengikatnya tidak mengekangnya dengan kuat. Seperti itulah permisalan dengan orang yang tidak menjaga hafalannya.

Baca Juga :  Desakralisasi Gelar dan Profesor Berhala

Keenam, target muraja’ah. Muraja’ah hafalan adalah suatu keharusan bagi yang memiliki hafalan. Bilamana kita mempunyai hafalan 1-3 juz, misalnya, maka muraja’ahlah dengan sebanyak 5 lembar dalam sehari. Lalu bilamana kita mempunyai hafalan 4 juz ke atas, maka muraja’ahlah dengan sebanyak 1 juz dalam sehari. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *