CIREBON, GM – Menjaga kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan rumah tangga, terutama keluarga muda. Lebih dari kesehatan fisik, kesehatan juga mencakup mental. Kedua aspek ini merupakan hal penting yang sangat berpengaruh terhadap terbangunnya keluarga yang sehat secara holistik.
Dalam rangka itu, Nasyiatul Aisyiyah Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat adakan acara Talk Show Muslimah dengan tema “Rumah yang Menenangkan: Membangun Kesehatan Mental Keluarga Muda Tangguh dengan Cinta dan Nilai Islam” dan narasumber tunggal Sofia Halida Fatma, S.Psi., M.Psi selaku Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Cirebon yang berlangsung di Masjid Mujahidin, Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sambutannya dr. Nadifa Maulani Fadilla, MARS. selaku Ketua Nasyiatul Aisyiyah Sumber menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurut dia, acara dan tema yang diangkat mencerminkan kepedulian dan kesungguhan Nasyiatul Aisyiyah Sumber dalam membangun keluarga muda yang sehat, baik fisik maupun mental.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian dan kesungguhan Nasyiatul Aisyiyah Sumber dalam membangun generasi yang sehat dari rumah yang sehat. Bukan saja aspek fisik tapi juga aspek kesehatan mental,” ungkapnya.
Pada materinya Sofia Halida Fatma, S.Psi., M.Psi menyampaikan bahwa rumah umumnya ada yang masuk kategori sehat dan ada pula yang penuh tekanan. Rumah sehat memberikan dasar yang aman untuk pertumbuhan emosional, sementara rumah penuh tekanan menciptakan beban emosional yang bertahan hingga dewasa.
“Dalam lingkungan keluarga kita harus membekali anak-anak agar lebih kuat saat menghadapi kenyataan dan memupuk ketahanan juga interaksi sosial yang sehat. Sehingga keluarga tidak membuat individu dalam keluarga tidak kelelahan secara emosional dan tidak rentan, serta tidak menghambat kemampuan untuk memproses identitas pribadi,” ungkapnya.
Menurut dia, seseorang bisa mengalami tekanan secara mental apabila terlalu banyak rangsangan berupa masalah dan informasi buruk yang diserap. Hal lain, suka membandingkan diri dengan orang lain, keinginan untuk memiliki sesuatu terlalu kuat dan kelelahan emosional yang berkepanjangan.
Karena itu jelas dia, dibutuhkan rumah yang menenangkan, bukan rumah mewah dan bukan juga rumah tanpa konflik, tetapi rumah yang menghadirkan psychological safety berupa perasaan aman secara emosional untuk berbicara, merasa, menangis, gagal dan menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.
“Rumah sehat secara psikologis ciri umumnya seperti komunikasi yang hangat atau ramah dan penuh perhatian, tidak dipenuhi oleh lingkungan kritik yang merusak, kedekatan atau ikatan emosional yang kuat dengan orang lain, emosi tervalidasi yang ditandai oleh perasaan diakui dan diterima tanpa penghakiman, rasa diterima dan merasa dihargai, serta koneksi atau menguatnya spiritual,” tegas psikolog klinis ini.
Dalam kehidupan rumah tangga, perhatian bukan saja dalam hal fisik, tapi juga dari aspek perhatian, kehadiran yang utuh, empati dan koneksi emosional antar sesama anggota keluarga.
Dari kegiatan ini diharapkan rumah tangga tidak hanya terlihat harmonis dari luar, tetapi juga sehat secara psikologis di dalam rumah. Rumah mesti menjadi tempat pulang yang nyaman, tempat didengar, tempat dipahami, tempat bertumbuh, dan tempat jiwa merasa aman juga nyaman.
Bagaimana pun, kesehatan mental keluarga bukan dibangun dari kesempurnaan, tetapi dari hubungan emosional yang hangat, aman dan penuh kasih. Dalam dunia dan era yang semakin melelahkan, rumah mesti menjadi tempat yang paling menenangkan bagi semua anggota keluarga. (Syam)






