Opini

Alumni KMMI 2024 Perkuat Literasi Media melalui Digital Creators Qur’anic Values

79
×

Alumni KMMI 2024 Perkuat Literasi Media melalui Digital Creators Qur’anic Values

Share this article
IMG 20260531 WA0029
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Riza Zulfa

Koordinator Umum Alumni KMMI 2024 Nurul Hakim Lombok

Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak tanpa henti, dunia digital telah menjelma menjadi ruang baru tempat gagasan bertemu, kreativitas tumbuh, dan pesan-pesan disebarluaskan hanya dalam hitungan detik. Pada ruang yang sama, setiap unggahan dapat menginspirasi, setiap kata dapat memengaruhi, dan setiap karya dapat meninggalkan jejak yang panjang.

Berangkat dari kesadaran tersebut, alumni Kuliyatul Mu’alimin wal Mu’alimat al-Islamiyyah (KMMI) 2024 Nurul Hakim Lombok menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Digital Creators, Qur’anic Values: Berkarya dengan Etika dan Integritas” yang berlangsung di SMK 3 Mataram pada Ahad, 31 Mei 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan media digital, melainkan sebuah ikhtiar untuk meneguhkan bahwa di balik kecanggihan teknologi, manusia tetap membutuhkan nilai sebagai penuntun. Sebab kreativitas yang besar tanpa arah dapat kehilangan makna, sementara teknologi yang berkembang pesat tanpa etika berpotensi menjauhkan manusia dari tujuan mulianya.

Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat belajar, peserta diajak menyelami dunia kreatif melalui pelatihan pengembangan media digital, khususnya penggunaan Canva sebagai sarana untuk menuangkan ide menjadi karya visual yang menarik dan komunikatif.

Berbagai materi disampaikan mulai dari prinsip dasar desain, penyusunan elemen visual, hingga strategi membangun konten yang mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens. Setiap peserta tidak hanya belajar mengoperasikan perangkat, tetapi juga belajar bagaimana mengubah gagasan menjadi karya yang memiliki nilai dan daya pengaruh.

Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada aspek teknis semata. Di sela pembahasan mengenai kreativitas digital, peserta diajak merenungkan sebuah pertanyaan yang sering luput di tengah hiruk-pikuk media sosial: untuk apa kita berkarya? Pertanyaan sederhana tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana Islam memandang media dan komunikasi.

Baca Juga :  Selamat Jalan Bang Muhamad Muhar!

Dalam perspektif Al-Qur’an, informasi bukan sekadar sesuatu yang dapat dibagikan sesuka hati, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap tulisan, gambar, video, maupun komentar yang dipublikasikan adalah bagian dari jejak yang akan terus hidup bahkan ketika pembuatnya telah lama meninggalkan layar.

Melalui diskusi yang mendalam, peserta diajak memahami pentingnya menjunjung nilai kejujuran, melakukan tabayyun sebelum menyebarkan informasi, menjaga adab dalam berkomunikasi, serta menggunakan media sebagai sarana untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Di era ketika perhatian sering kali menjadi komoditas dan popularitas menjadi tujuan, kegiatan ini mengingatkan bahwa seorang muslim tidak hanya dituntut untuk kreatif, tetapi juga bertanggung jawab atas setiap karya yang dihasilkan.

Tema “Digital Creators, Qur’anic Values: Berkarya dengan Etika dan Integritas” menjadi sebuah refleksi bahwa kreativitas dan nilai-nilai Qur’ani bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan, melahirkan karya yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga baik dalam pesan dan tujuan. Sebab ukuran keberhasilan sebuah karya tidak selalu terletak pada seberapa banyak ia dilihat, melainkan seberapa besar manfaat yang ditinggalkannya.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi kreator yang tidak hanya mahir mengolah desain, konten, dan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran moral dalam setiap proses berkarya. Generasi yang memahami bahwa jari-jemari yang menekan papan ketik dapat menjadi jalan lahirnya kebaikan.

Dengan demikian, kita semakin memahami bawah layar gawai dapat menjadi mimbar untuk menyebarkan manfaat. Bahkan, kreativitas yang berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an akan senantiasa menemukan maknanya. Kita ingin menjadi generasi yang giat menyebar manfaat sekaligus produktif menyebar nilai-nilai Al-Quran.

Sungguh, di tengah dunia yang semakin bising oleh beragam informasi, integritas adalah suara yang membuat sebuah karya tetap bernilai. Di tengah ruang digital yang begitu luas, nilai-nilai Al-Qur’an akan selalu menjadi cahaya yang menuntun arah perjalanan para kreator dalam berkarya dan memberi makna. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *