CIREBON, GM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menggelar pembinaan bagi Petugas Regu Perawatan Jalur dan Jembatan Kereta Api, Petugas Perawatan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR), serta Petugas Jaga Lintas (PJL) atau penjaga pintu perlintasan sebidang. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memperkuat keselamatan perjalanan kereta api melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang bertugas di lapangan.
Pembinaan diikuti oleh petugas dari berbagai wilayah kerja Daop 3 Cirebon dengan materi yang disampaikan oleh narasumber internal KAI yang berpengalaman di bidang operasional, prasarana, dan keselamatan perjalanan kereta api.
Manager Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan bahwa pembinaan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk menyegarkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat sikap profesional para petugas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Petugas Regu Perawatan Jalur dan Jembatan, Petugas Perawatan KPJR, maupun Petugas Jaga Lintas memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang terus terbarui sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional sesuai standar keselamatan yang berlaku,” ujar Muhibbuddin, Kamis (2/7/2026).
Muhibbuddin menjelaskan bahwa pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari langkah preventif KAI dalam meminimalkan potensi gangguan perjalanan kereta api melalui peningkatan kualitas pemeriksaan, perawatan, pengawasan prasarana, serta pengamanan operasional di lapangan.
Selama pembinaan, peserta memperoleh materi yang disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing, meliputi pemahaman terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), penerapan budaya keselamatan, disiplin kerja, penanganan kondisi darurat, serta penguatan koordinasi dan komunikasi antar petugas.
Pembinaan dilaksanakan melalui kombinasi penyampaian teori dan diskusi agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam berbagai kondisi yang dihadapi di lapangan.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap seluruh petugas semakin siap menjalankan tugas secara profesional, mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat sesuai SOP, serta terus mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan,” tambah Muhibbuddin.
Menurut Muhibbuddin setiap petugas memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan operasional perkeretaapian. Petugas Regu Perawatan Jalur dan Jembatan bertanggung jawab memastikan kondisi prasarana tetap laik dan aman dilalui kereta api, Petugas Perawatan KPJR mendukung efektivitas perawatan melalui kesiapan sarana kerja, sedangkan Petugas Jaga Lintas berperan dalam mengamankan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang.
“Pembinaan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental, kedisiplinan, serta profesionalisme seluruh petugas agar mampu bekerja secara sigap, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap situasi,” tutup Muhibbuddin.
Melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, KAI Daop 3 Cirebon berharap kualitas perawatan prasarana, kesiapan sarana pendukung perawatan, serta pengamanan di perlintasan sebidang terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya perjalanan kereta api yang semakin selamat, aman, dan andal.
KAI juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang, berhenti saat sinyal peringatan berbunyi dan palang pintu mulai menutup, serta selalu mendahulukan perjalanan kereta api sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan sekaligus upaya menjaga keselamatan bersama. (Yus)






