Opini

Persahabatan Dua Tuan Guru Karismatik Lombok

14
×

Persahabatan Dua Tuan Guru Karismatik Lombok

Share this article
IMG 20260916 WA0039
Foto : Istimewa

Oleh: Suhaimi Makmun Asgar

Tenaga Pengajar di Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok

DI antara jejak panjang perjalanan dakwah dan pendidikan Islam di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdapat sebuah kisah persahabatan yang indah antara dua ulama karismatik yang sama-sama mendedikasikan hidupnya untuk ilmu, Al-Qur’an, dan pembinaan generasi: Abuya TGH. Mustofa Umar Abdul Aziz, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek, Gunungsari, dan Abuna TGH. Safwan Hakim, pendiri Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri. Keduanya di Kabupaten Lombok Barat.

Keduanya tumbuh dengan tradisi keilmuan yang kuat dan menempuh jalan pengabdian dengan corak pendidikan yang memiliki kekhasan masing-masing. Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek dikenal sebagai salah satu pesantren yang kuat dalam pendidikan dan tahfizul Qur’an, bahkan menjadi salah satu pesantren tahfiz besar di NTB yang telah melahirkan ratusan, bahkan ribuan, para huffaz yang kemudian mengabdikan ilmu mereka di berbagai tempat.

Sementara itu, Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri berkembang dengan memadukan tradisi pendidikan klasik dan sistem pendidikan modern. Pembinaan bahasa, penguatan wawasan keislaman, serta kaderisasi menjadi bagian penting dalam membentuk santri agar mampu melanjutkan estafet dakwah dan pendidikan di tengah masyarakat.

Dua pesantren dengan karakter yang khas tersebut kemudian dipertemukan oleh sebuah ikatan yang jauh lebih dalam daripada sekadar hubungan antarlembaga: persahabatan, kecintaan kepada ilmu, dan silaturahmi yang terjalin antarkeluarga.

Abuya TGH. Mustofa Umar Abdul Aziz dan Abuna TGH. Safwan Hakim dikenal sering saling mengunjungi. Pertemuan keduanya bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi bagian dari tradisi silaturahmi para ulama—berbincang tentang umat, pendidikan, pesantren, dan masa depan generasi Islam.

Indahnya persahabatan itu bahkan menemukan jejak yang sangat dekat dalam perjalanan pendidikan keluarga Abuna TGH. Safwan Hakim. Salah seorang putra beliau, TGH. Nawawi Hakim, Lc., MA, pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek, Gunungsari, hingga menyelesaikan hafalan Al-Qur’annya di sana.

Baca Juga :  LGBTQ, Kebebasan atau Kebablasan?

Dari seorang ayah yang mendirikan dan membangun pesantren, lahirlah seorang putra yang menimba ilmu dan menyempurnakan hafalan Al-Qur’an di pesantren sahabatnya. Sebuah kisah yang seolah menggambarkan bahwa persahabatan para ulama tidak berhenti pada diri mereka, tetapi mengalir menjadi ikatan keilmuan yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hari ini, jejak silaturahmi itu masih terus berlanjut. Hubungan antara keluarga besar Al-Aziziyah dan Nurul Hakim tetap terjalin dalam suasana kekeluargaan dan penghormatan. Ribuan santri dari kedua pesantren terus tumbuh, belajar, menghafal Al-Qur’an, memperdalam ilmu, membangun karakter, dan kelak mengabdi di berbagai pelosok negeri, bahkan hingga ke luar negeri.

Mungkin inilah salah satu keindahan dunia pesantren: persahabatan para guru menjadi jembatan bagi persaudaraan para santri; silaturahmi para ulama menjadi jalan bertemunya generasi; dan kecintaan kepada ilmu menjadi warisan yang terus mengalir melampaui zaman.

Al-Aziziyah dan Nurul Hakim boleh memiliki corak pendidikan yang berbeda, tetapi keduanya bertemu pada satu cita-cita: menjaga ilmu, membina generasi, menghidupkan Al-Qur’an, dan melanjutkan perjuangan dakwah.

Dan di balik perjalanan panjang itu, tersimpan sebuah kisah sederhana namun begitu bermakna—persahabatan dua Tuan Guru yang menjadi bagian dari sejarah indah perjalanan pendidikan Islam di Lombok.

Pembelajarannya, “Bersainglah dalam mencetak prestasi, tetapi tetaplah bergandengan dalam ukhuwah. Karena kelak yang paling indah dari perjalanan sebuah pesantren bukan hanya tentang seberapa banyak santri yang dilahirkan, tetapi tentang seberapa luas persaudaraan yang mampu diwariskannya.” (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *