Opini

Pengabdian di Tengah Keterbatasan, Alumni KMMI Angkatan 24 Mengabdi di SDN 3 Bukit Tinggi

165
×

Pengabdian di Tengah Keterbatasan, Alumni KMMI Angkatan 24 Mengabdi di SDN 3 Bukit Tinggi

Share this article
IMG 20260118 WA0075
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Riza Zulfa

Koordinator Umum

Sabtu, 17 Januari 2026, langkah-langkah kecil Alumni KMMI yayasan Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat, NTB, Angkatan 24 menyusuri jalan setapak yang jauh dari hiruk pikuk pusat kota, menuju SDN 3 Bukit Tinggi. Perjalanan yang tidak mudah itu justru menjadi pengingat bahwa pengabdian sering kali lahir dari kesediaan untuk mendekat pada keterbatasan. Di tempat yang sederhana inilah, semangat belajar dan harapan tumbuh dengan begitu tulus.

SDN 3 Bukit Tinggi merupakan sekolah dasar dengan jumlah peserta didik yang tidak banyak serta fasilitas yang terbatas. Namun di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan semangat luar biasa dari anak-anak yang datang dengan wajah penuh harap dan keinginan besar untuk belajar. Sambutan hangat dari para siswa, tenaga pengajar, serta masyarakat sekitar menjadi awal yang menguatkan bahwa kehadiran Alumni KMMI Angkatan 24 bukan sekadar kunjungan, melainkan perjumpaan yang sarat makna dan kepedulian.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai wujud pengamalan visi pesantren sekaligus implementasi nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai keikhlasan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian yang selama ini ditanamkan dalam proses pendidikan, kini diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

Pada jam kedua hingga menjelang siang, kegiatan difokuskan pada pembelajaran Bahasa Arab, sesuai dengan harapan tenaga pengajar di SDN 3 Bukit Tinggi. Anak-anak mengikuti pembelajaran dengan antusias yang tulus dan tatapan mata yang berbinar, semangat untuk mencoba, serta keberanian untuk belajar hal baru menjadi pemandangan yang mengharukan. Di ruang kelas yang sederhana, ilmu disampaikan bukan hanya dengan metode, tetapi juga dengan hati.

Memasuki siang hari, kegiatan dirangkai dengan agenda pengembangan dan penguatan kebersamaan sesama Alumni KMMI Angkatan 24. Kebersamaan ini menjadi ruang refleksi, saling menguatkan, serta meneguhkan kembali komitmen sebagai alumni untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Dari diskusi sederhana, tumbuh kesadaran bahwa pengabdian adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi dan keikhlasan.

Baca Juga :  Ide Menulis dan Biaya Cetak Buku

Pada sore hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan prakarya bersama para siswa. Keceriaan, tawa, dan semangat memenuhi suasana. Karya-karya sederhana yang dihasilkan anak-anak bukan hanya bentuk kreativitas, tetapi juga simbol dari mimpi-mimpi kecil yang sedang tumbuh dan layak untuk terus dijaga.

Antusiasme juga terlihat dari masyarakat sekitar. Orang tua dengan penuh kepercayaan mengantarkan anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan, seolah menitipkan harapan akan masa depan yang lebih baik. Dukungan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah ikhtiar bersama yang tumbuh dari kepedulian dan kebersamaan.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah peristiwa, melainkan menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pendidikan, kepedulian, dan kebermanfaatan dapat tumbuh dari langkah-langkah sederhana. Semoga apa yang telah dilakukan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa setiap individu memiliki peran untuk saling menguatkan, menyalakan harapan, dan menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang berada dalam keterbatasan.

Bagi Alumni KMMI Angkatan 24, pengabdian ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk terus melangkah, menjaga nilai, dan memperluas kontribusi di mana pun berada. Semoga semangat kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian yang tumbuh dalam kegiatan ini tetap hidup dan terjaga, sehingga alumni KMMI tidak hanya dikenal melalui nama, tetapi melalui dampak nyata yang terus mengalir bagi masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026 ini, Alumni KMMI Angkatan 24 menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dan berkontribusi secara nyata. Sejalan dengan tagline “24 Maju, Alumni Berkontribusi Nyata”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian yang dilakukan dengan hati, sekecil apa pun langkahnya, akan selalu meninggalkan makna yang besar bagi mereka yang disentuh olehnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *