Opini

Guru Menulis Buku, Optimis Bisa!

14
×

Guru Menulis Buku, Optimis Bisa!

Share this article
IMG 20260419 WA0027
Foto : Syamsudin Kadir

Oleh: Syamsudin Kadir

Penulis Buku “Kapita Selekta Pendidikan: Gagasan untuk Indonesia Emas 2045”

PADA Sabtu 18 April 2026, saya mendapat kesempatan yang sangat berharga dan istimewa karena didaulat menjadi narasumber acara “Workshop Konsultasi Peningkatan Mutu Pendidikan” dengan tema “Motivasi dan Langkah Praktis Menulis Buku untuk Guru”. Kegiatan yang diikuti oleh 50-an lebih unsur yayasan, pimpinan sekolah, guru dan pendamping ini berlangsung di Meeting Room Penerbit Erlangga, di Jl. Pemuda Raya, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Bila ditelisik, sejak berdiri hingga saat ini SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an Kota Cirebon semakin maju sehingga mendapatkan dukungan dan respon yang baik dari berbagai kalangan, baik pemerintah maupun masyarakat luas. Bertambahnya jumlah siswa dari tahun ke tahun dilengkapi berbagai kegiatan berskala lokal juga nasional yang dihadiri oleh banyak kalangan membuat lembaga pendidikan yang dinaungi Yayasan Sabilul Qur’an ini semakin punya daya tarik tersendiri.

Apresiasi dan Catatan Penting

Hal yang menarik, pada acara yang berlangsung selama 3 jam ini dihadiri langsung oleh unsur yayasan dan pimpinan sekolah seperti Roy Hanullah, S.H. (Deputi Sabilul Qur’an), Ichwanuddin, M.Kes. (Konsultan Manajemen Sabilul Qur’an), M.Imadduddin Muqoyim, S.Pd. (HRD Yayasan Sabilul Qur’an) dan Muchsalmina, M.Pd. (Kepala SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an) serta puluhan peserta unsur para wali kelas, pendamping dan guru pelajaran.

“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemateri dan para guru. Kami berharap melalui kegiatan ini bukan saja meningkatkan motivasi berliterasi, tapi juga jadi langkah konkret yang bisa jadi karya. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan bermanfaat, sehingga nanti menghasilkan buku karya dan lahirnya para guru yang jadi penulis hebat,” ungkap Roy Hanullah, S.H. pada sambutannya. Sebuah apresiasi yang membuat optimisme saya semakin meningkat.

Baca Juga :  108 Tahun PUI; Penguatan Gerakan Ishlah untuk Indonesia Emas 2045

Dari sini saya mencatat tiga hal penting, pertama, Sabilul Qur’an sebagai sebuah yayasan yang menaungi SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an memiliki konsen dan kepedulian yang tinggi pada peningkatan mutu pendidikan, terutama kompetensi guru pada bidang literasi. Adanya kegiatan literasi khusus guru ini dapat menambah optimisme kita bahwa literasi guru, terutama literasi dasar berupa baca dan tulis, di berbagai lembaga pendidikan Islam ke depan bakal semakin maju, kompetitif dan berdampak.

Kedua, SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an dari kepala sekolah, wali kelas, guru hingga pendamping memiliki kesungguhan untuk memajukan literasi terutama literasi dasar yaitu baca dan tulis. Baca dan tulis merupakan dua literasi dasar yang mesti diperdalam bahkan dijadikan tradisi oleh para guru. Dampaknya, para guru juga semakin kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugas mulianya sebagai pendidik. Dengan demikian, baca dan tulis mampu menunjang proses kegiatan belajar mengajar.

Ketiga, pembudayaan literasi di kalangan guru mesti dikembangkan menjadi karya. Baca dan tulis yang diminati oleh para guru akan lebih menarik dan berdampak manakala ditindaklanjuti dalam bentuk karya seperti buku. Menjadi seorang literat memang tidak selalu diwujudkan dalam bentuk buku, namun guru yang literat dan mampu menghasilkan karya tulis seperti buku memiliki daya tarik tersendiri. Selain berdampak baik pada kualitas guru dan proses kegiatan belajar dan mengajar juga pada mutu lembaga pendidikan.

Refleksi untuk Aksi

Pada awal sesi yang dipandu oleh Abdu Tawab, S.Pd. selaku salah satu guru yang didaulat jadi moderator kegiatan ini, saya menyampaikan urgensi, tantangan dan peluang literasi saat ini dan di masa mendatang. Saya meyakinkan bahwa salah satu kunci majunya pendidikan adalah guru mesti melek literasi, terutama literasi dasar yaitu baca dan tulis. Tentu bagi para guru, menulis buku bukan saja menghasilkan buku sebagai karya berharga, tapi juga meninggalkan jejak ilmu pada generasi berikutnya.

Baca Juga :  Ramadan dan Hijrah Diri Menuju Kebaikan

Bila kita menengok rangkaian perjalanan peradaban Islam, baca dan tulis menjadi hal yang sangat penting. Baik dilihat dari spirit al-Quran dan al-Hadits maupun dari tradisi sekaligus karya para ulama lintas mata ilmu. Karya mereka pun dapat kita baca dan kaji hingga saat ini. Bahkan dinikmati oleh umat lain dan jadi mencerahkan peradaban umat manusia. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa peradaban Islam adalah peradaban yang ditopang oleh tradisi literasi yang kuat, terutama baca dan tulis, di samping tradisi tutur atau lisan yang juga kuat.

Pada perkembangannya, umumnya walaupun baca-tulis adalah literasi yang paling dasar dan kerap dianggap sederhana, tapi tak sedikit yang menghadapi kesulitan hingga terhambat untuk menjalaninya, bahkan tidak punya karya tulis. Padahal peluang dan penopangnya tersedia, bahkan lingkungan pendidikan adalah sumber idenya. Ada perpustakaan, pojok baca, aktivitas pembelajaran, situasi lingkungan dan pengalaman menjalankan tugas sebagai pendidik. Di samping perlunya niat dan tekad dari dalam diri.

Selama dua dekade belakangan ini, kita diuntungkan oleh hadirnya media online dan media sosial sekian media massa seperti surat kabar sebagai elemen penting dalam memajukan literasi bangsa kita, Indonesia. Tiga media ini dapat kita manfaatkan sebagai partner terutama pada aspek publikasi, baik publikasi tulisan seperti opini, artikel dan jenis tulisan lainnya maupun publikasi berita kegiatan. Lembaga pendidikan perlu berkolaborasi dengan media yang tersedia, di samping memanfaatkan website lembaga dan media sosial pribadi secara produktif.

Hal lain, lembaga pendidikan juga mesti memiliki kesungguhan untuk memastikan setiap tulisan para gurunya diterbitkan menjadi buku. Komitmen para guru untuk memiliki buku karya buku menjadi unsur penting lainnya. Kuncinya adalah komitmen dari dalam diri agar giat membaca, merenung dan menulis setiap hari, sehingga melahirkan karya yang terpublikasi secara rutin di berbagai media, termasuk yang kelak diterbitkan menjadi buku yang bisa dibaca oleh pembaca di luar sana.

Baca Juga :  Pak Yusuf Gafur; Optimisme untuk Pemuda dan Olahraga Mabar

Saya sangat optimis bahwa lembaga pendidikan terutama SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an kelak semakin maju dan berkembang pesat. Penguatan tradisi literasi dasar yaitu baca dan tulis yang ditandai dengan penerbitan buku adalah salah satu penopang utamanya. Hampir semua tulisan yang dihasilkan pada sesi praktik menulis pada kegiatan kali ini layak dipublikasi dan diterbitkan menjadi buku. Buku adalah bukti konkret bahwa SDIT Tahfizh Sabilul Qur’an berkontribusi nyata dalam memajukan literasi di Kota Cirebon, Jawa Barat dan Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *