CIREBON, GM – Menurunnya transfer anggaran dan tantangan fiskal daerah menjadi perhatian serius banyak pemerintah daerah di Indonesia. Kondisi ini mendorong lahirnya berbagai inovasi dan strategi baru agar daerah tetap mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melihat kondisi tersebut, RD Public Policy & Economic Strategy Consultant menghadirkan gagasan strategis bertajuk “APBD Turun, PAD Naik!” sebagai solusi kolaboratif berbasis event, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan potensi lokal daerah.
Program ini hadir dengan pendekatan berbeda. Tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan kegiatan seremonial, tetapi menitikberatkan pada penciptaan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurut penggagas program, Dharma Nababan, daerah saat ini membutuhkan strategi yang lebih adaptif dan kreatif untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Daerah tidak bisa lagi hanya bergantung pada APBD. Potensi wisata, event, industri kreatif, dan UMKM harus diaktivasi menjadi kekuatan ekonomi daerah yang berdampak langsung terhadap PAD,” ujarnya.
Program tersebut menawarkan beberapa fokus strategi utama, di antaranya
Event dan Industri Musik Berdampak
Event dipandang bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai alat penggerak ekonomi daerah yang mampu menghidupkan sektor:
UMKM,
perhotelan,
transportasi,
kuliner,
hingga promosi destinasi wisata daerah.
Aktivasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Melalui pendekatan branding destinasi dan penguatan produk lokal, daerah didorong memiliki identitas ekonomi yang kuat dan mampu bersaing secara nasional.
Optimalisasi PAD Melalui Kolaborasi
Kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, media, dan sektor kreatif menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Strategi Berbasis Dampak
Setiap program diarahkan memiliki indikator dampak yang jelas, mulai dari:
peningkatan kunjungan wisata,
perputaran ekonomi lokal,
pertumbuhan UMKM,
hingga kontribusi terhadap PAD dan kinerja daerah.
Dharma menambahkan bahwa saat ini daerah membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih inovatif dan dekat dengan kekuatan lokal masyarakat.
“Daerah yang maju bukan hanya daerah dengan anggaran besar, tetapi daerah yang mampu mengaktivasi potensi dan membangun kolaborasi secara cerdas,” tambahnya.
Program “APBD Turun, PAD Naik!” sendiri diharapkan dapat menjadi model kolaborasi pembangunan daerah berbasis kreativitas, inovasi, dan dampak ekonomi nyata yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan optimisme pembangunan daerah, gerakan ini diyakini mampu membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan fiskal saat ini. (*)






