CIREBON, GM – KAI Daerah Operasi 3 Cirebon mengimbau seluruh pelanggan kereta api untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Aktivitas erupsi tersebut menghasilkan abu vulkanik yang sebarannya dapat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin.
KAI Daop 3 Cirebon terus memantau perkembangan kondisi di wilayah operasional dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan perjalanan kereta api tetap berlangsung aman dan terkendali.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan bahwa hingga saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal. KAI memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan.
“Sampai saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal. Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Muhib. Minggu (6/9/2026).
Sebagai bagian dari mitigasi di perjalanan, petugas di atas kereta api juga melakukan pengawasan secara berkala terhadap kondisi perjalanan. Kondektur, Polsuska, dan petugas terkait memastikan pintu-pintu kereta tetap tertutup selama perjalanan, khususnya pada saat kereta melintas di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan masuknya abu dari lingkungan luar ke dalam rangkaian kereta serta menjaga kenyamanan pelanggan.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan. Apabila terdapat paparan abu vulkanik, pelanggan dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan pelindung mata. Pelanggan yang memiliki sensitivitas terhadap abu vulkanik atau kualitas udara diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas sesuai kondisi di lapangan.
Selain perlindungan bagi pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan pekerja. Unit Kesehatan KAI Daop 3 Cirebon telah menyiapkan masker kesehatan di Pos Kesehatan Cirebon, Pos Kesehatan Cirebon Prujakan, dan Pos Kesehatan Arjawinangun.
Masker tersebut diprioritaskan bagi petugas yang akan menjalankan dinas menuju Jakarta sebagai upaya perlindungan terhadap potensi paparan abu vulkanik selama menjalankan tugas. Selain itu, masker juga dapat diberikan kepada pekerja nonoperasional yang terdampak paparan abu vulkanik di lingkungan kerja.
“Keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi prioritas KAI. Kami telah menyiapkan masker kesehatan di sejumlah Pos Kesehatan Daop 3 Cirebon untuk melindungi pekerja yang berpotensi terdampak abu vulkanik,” ujar Muhib.
Di sisi pelayanan, KAI juga melakukan penyesuaian kapasitas untuk mengantisipasi dinamika kebutuhan angkutan penumpang akibat kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penyesuaian tersebut dilakukan melalui pengoperasian tiga kereta api tambahan serta peningkatan kapasitas pada sejumlah kereta api reguler.
Langkah ini merupakan bagian dari kesiapan KAI dalam menyediakan layanan transportasi bagi masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.
“Penyesuaian layanan kami lakukan untuk memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik. Setiap pengaturan perjalanan tetap memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, dan aspek keselamatan,” tambah Muhib.
Adapun tiga perjalanan kereta api tambahan yang dioperasikan yaitu:
1. KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir, berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.
2. KA Tambahan relasi Malang–Gambir, berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB.
3. KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir, berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB.
Selain menghadirkan perjalanan tambahan, KAI juga meningkatkan kapasitas pada dua kereta api reguler, yaitu:
* KA Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir.
* KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.
KAI Daop 3 Cirebon akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi vulkanik dan menyesuaikan langkah operasional apabila diperlukan. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan terkendali.
Untuk itu, KAI mengimbau pelanggan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, memastikan kembali jadwal keberangkatan, serta mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun selama perjalanan.
Pelanggan juga diimbau untuk memperoleh informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, dan kanal informasi resmi KAI lainnya. Sementara itu, informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau agar mengacu pada keterangan resmi Badan Geologi/PVMBG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pihak berwenang.
“Kami mengajak pelanggan tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas. KAI akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan terkendali,” tutup Muhib.
KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan melalui kesiapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, serta pemantauan kondisi operasional secara berkelanjutan. ***






