Cirebon

Dewan Energi Nasional Menilai Cirebon Power Layak Jadi Role Model Pengelolaan PLTU di Indonesia

5
×

Dewan Energi Nasional Menilai Cirebon Power Layak Jadi Role Model Pengelolaan PLTU di Indonesia

Share this article
IMG 20260615 WA0048
Foto : Istimewa/GM

CIREBON, GM – Pembangkit listrik milik Cirebon Power mendapat apresiasi dari 7 orang anggota Dewan Energi Nasional (DEN) setelah melakukan kunjungan ke fasilitas pembangkit listrik Cirebon Power, Sabtu (13/6/2026).

Kinerja operasional yang andal, penerapan teknologi rendah karbon, serta komitmen terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dinilai menjadikan perusahaan ini layak sebagai role model pengelolaan PLTU di Indonesia.

Anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan kalangan industri, Sripeni Inten Cahyani, mengatakan Cirebon Power merupakan contoh yang baik bagi industri ketenagalistrikan nasional, khususnya dalam pengelolaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

“Kami ingin memastikan bagaimana pelaksanaan industri kelistrikan, khususnya dari sisi penyediaan tenaga listrik, berjalan dengan baik. Di PLTU Cirebon ini kami melihat salah satu contoh yang bagus, mulai dari pengelolaan batu bara hingga operasional pembangkitnya,” ujar Sripeni.

Menurut Sripeni yang pernah menjabat sebagai Plt Direktur Utama PT PLN (Persero), salah satu aspek yang patut diapresiasi adalah kinerja operasi pembangkit yang sangat baik. Ia menyebut nilai Equivalent Availability Factor (EAF) berada di atas 85 persen dengan kapasitas faktor mencapai sekitar 80 persen.

“Menurut saya itu sangat bagus. Pengelolaan batu baranya juga baik dan pembangkitnya bersih, padahal ini adalah PLTU berbahan bakar batu bara,” katanya.

Sripeni menambahkan penggunaan teknologi supercritical (SC) dan ultra super critical (USC) menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengurangi dampak lingkungan. Selain itu, Cirebon Power juga tengah mengkaji penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon.

“Mereka sudah concern terhadap isu lingkungan. Bahkan sudah memikirkan penerapan CCS dan kemungkinan pengembangan PLTS karena masih tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan,” ujarnya.

Baca Juga : 

Tidak hanya dari sisi operasional, Sripeni juga mengapresiasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Program penanaman mangrove, pemberdayaan UMKM, peningkatan pendidikan, hingga pelatihan bagi masyarakat dinilai memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

“Penerimaan masyarakat menjadi salah satu kunci agar perusahaan bisa beroperasi secara berkelanjutan. Kalau IPP (independent power producer) bisa melakukan seperti ini, menurut saya sangat bagus,” katanya.

Senada dengan itu, anggota DEN, Muhammad Kholid Syeirazi, menilai Cirebon Power telah menunjukkan praktik terbaik dalam pengelolaan pembangkit berbasis batu bara yang tetap berkomitmen terhadap agenda dekarbonisasi.

“Saya mengapresiasi kinerja PLTU ultra super critical yang sangat maju dalam penerapan teknologi rendah karbon. Meskipun menggunakan batu bara, teknologi USC mampu memberikan pengurangan emisi yang signifikan,” ujarnya.

Kholid menyebut Cirebon Power juga memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang keandalan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Selain itu, penerapan standar keberlanjutan lingkungan di perusahaan tersebut dinilai berjalan dengan baik.

“Tadi kami mendapatkan informasi mengenai penanaman hampir 200 ribu mangrove yang dilakukan Cirebon Power. Program CSR juga dilaksanakan dengan sangat baik. Saya kira ini salah satu role model PLTU dan pembangkit listrik secara umum yang bisa dijadikan barometer,” katanya.

Menurut Kholid, Indonesia saat ini masih membutuhkan PLTU sebagai pembangkit beban dasar (base load) untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya komitmen perusahaan dalam menjalankan agenda dekarbonisasi melalui penerapan teknologi yang mampu menekan emisi.

“Kita belum bisa sepenuhnya meninggalkan PLTU sebagai tulang punggung elektrifikasi nasional. Tetapi kita terus mendorong agar PLTU berkomitmen terhadap pengurangan emisi dan menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan para anggota DEN selama kunjungan berlangsung.

Baca Juga :  Ini Bukan Razia Tapi Monitoring! Kapolres AKBP Eko : Dengan Pendekatan Persuasif dan Sentuhan Hati, Lebih Mengena Bagi Anak Remaja

Dalam pertemuan tersebut juga, terjadi diskusi menarik, terutama terkait dengan kondisi pasokan batu bara ke sejumlah pembangkit yang mengalami penurunan cukup signifikan.

Joseph berharap, berbagai rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan energi nasional, termasuk terkait tantangan pasokan batu bara yang saat ini mengalami penurunan.

“Kami berharap apa yang kami sampaikan bisa menjadi bahan masukan untuk perbaikan kebijakan energi nasional, terutama terkait pasokan batu bara yang saat ini berkurang. Kami berharap isu-isu di sekitar batu bara dapat diselesaikan dengan baik,” kata Joseph.

Terkait upaya perusahaan menjaga keandalan pasokan bahan bakar, Joseph menjelaskan Cirebon Power terus melakukan koordinasi dengan para pemasok batu bara.

“Dari sisi perusahaan, kami terus berdiskusi dengan supplier batu bara untuk meningkatkan pasokan dan juga membuka peluang memperoleh suplai dari pemasok lainnya,” ujarnya. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *