Oleh: M. Sahril
Pemuda Muhammadiyah asal NTB asli NTT
Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, terutama diberikan kesempatan yang amat berharga untuk hadir dan berpartisipasi dalam Tanwir 2 Pemuda Muhammadiyah yang diselenggarakan di Pulau Dewata, Bali, yang berlangsung pada tanggal 21–23 Mei 2026 M bertepatan dengan 4–6 Zulhijah 1447 H.
Kegiatan akbar ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen organisasi dalam membangun fondasi gerakan yang kokoh dan ber
kelanjutan bagi generasi muda Islam di Indonesia. Tema yang diusung dalam perhelatan bersejarah ini, yakni “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”. Ini tentu bukan sekadar rangkaian kata yang indah secara retorika, melainkan sebuah filosofi gerakan yang mendalam dan penuh makna.
Seperti pohon yang berakar kuat ke bumi namun terus tumbuh menjangkau langit, Pemuda Muhammadiyah dipanggil untuk tetap teguh pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, sembari terus bergerak maju menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis. Pemuda Muhammadiyah bukan saja mesti hadir, tapi juga berdampak bagi kemajuan umat dan bangsa.
Mengikuti rangkaian kegiatan Tanwir 2 ini memberikan pengalaman intelektual dan spiritual yang sungguh tak ternilai harganya. Kehadiran para peserta dari seluruh penjuru Nusantara menjadi simbol yang sangat kuat tentang persatuan dan kebhinnekaan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dalam satu barisan dan wadah organisasi Pemuda Muhammadiyah.
Perbedaan latar belakang daerah, budaya, dan pengalaman justru menjadi kekayaan tersendiri yang memperkaya wawasan dan memperluas perspektif dalam memandang berbagai persoalan bangsa. Hal ini menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah adalah rumah bersama yang sangat nyaman bagi seluruh elemen pemuda yang mendambakan kemajuan Indonesia.
Secara pribadi, keikutsertaan saya dalam forum terhormat ini telah memperkuat keyakinan bahwa tanggung jawab seorang kader tidak berhenti pada tataran wacana dan retorika semata. Tanwir telah mengingatkan kembali bahwa amanah organisasi adalah amanah sejarah yang harus diemban dengan sepenuh hati, dengan kapasitas keilmuan yang terus diasah, integritas moral yang terjaga, serta keberanian untuk mengambil langkah nyata di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan kehadiran dan kontribusi pemuda.
Rasa haru yang mendalam menyelimuti hati ketika menyadari bahwa ribuan kader yang hadir dalam forum ini adalah bagian dari mata rantai panjang perjuangan para pendahulu yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kejayaan Islam dan Indonesia. Warisan perjuangan itu kini diletakkan di atas pundak generasi ini, sebuah kepercayaan yang sekaligus menjadi tantangan untuk dijawab dengan kerja nyata, bukan hanya dengan semangat yang membara sesaat.
Saya berharap Tanwir 2 Pemuda Muhammadiyah kali ini benar-benar menjadi titik tolak kebangkitan dan penguatan gerakan yang berdampak luas bagi masyarakat luas, umat dan bangsa. Berbagai keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum mulia ini diharapkan dapat diimplementasikan dengan sungguh-sungguh dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.
Sungguh, cita-cita besar Indonesia Jaya sebagaimana yang dicita-citakan bersama dapat terwujud bila generasi kita, bila Pemuda Muhammadiyah berperan dan berkontribusi nyata. Akhirnya, fastabiqul khairat, mari berlomba-lomba dalam kebaikan, karena itulah sejatinya ruh gerakan Pemuda Muhammadiyah sepanjang masa. Selamat ber-Tanwir, salam Pemuda Persyarikatan Muhammadiyah! (*)






