Cirebon

Forkappmi Bekali 1.500 Calon Mahasiswa Al-Azhar Kairo, Kiai Maman: Ini Investasi Strategis Bangsa

12
×

Forkappmi Bekali 1.500 Calon Mahasiswa Al-Azhar Kairo, Kiai Maman: Ini Investasi Strategis Bangsa

Share this article
IMG 20261021 WA0057
Pembekalan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan Forum Komsultan Pendidikan Al-Azhar Cairo Mesir dan Indonesia, di hotel Luxton, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Rabu (21/10/2026). Foto : Ist/GM

CIREBON, GM – Sebanyak 1.500 calon mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, mengikuti Pembekalan Wawasan Kebangsaan yang digelar Forum Konsultan Pendidikan Al-Azhar Mesir Indonesia (Forkappmi) di Hotel Luxton Cirebon, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Rais Syuriah PBNU KH. Imam Jazuli, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof. Amin Suyitno, dan Wakil Duta Besar Mesir Dr. Amar Mukhtar.

Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Penasihat Forkappmi, Dr. KH. Maman Imanulhaq, menegaskan keberangkatan ribuan santri ke Al-Azhar bukan sekadar urusan administrasi pendidikan, melainkan investasi strategis bagi masa depan umat dan bangsa.

Menurut Kang Maman, sapaan akrabnya, Forkappmi memiliki peran vital untuk memastikan proses keberangkatan hingga studi di Mesir berjalan profesional, transparan, aman, dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan kesempatan belajar di Al-Azhar tidak hanya untuk yang punya akses informasi dan ekonomi. Anak-anak pesantren dari berbagai daerah harus dapat kesempatan yang adil, pendampingan layak, dan perlindungan penuh,” tegas Kang Maman.

Ia memaparkan lima urgensi utama kehadiran Forkappmi. Pertama, memperluas akses pendidikan dengan membantu santri memahami prosedur pendaftaran dan seleksi. Kedua, melindungi calon mahasiswa dari informasi menyesatkan, biaya tidak transparan, hingga praktik percaloan.

Ketiga, memperkuat sinergi kelembagaan antara pesantren, madrasah, orang tua, pemerintah, dan institusi pendidikan di Mesir. Keempat, mendorong efisiensi dan keterjangkauan biaya melalui transparansi pembiayaan dan informasi beasiswa. Kelima, mengawal keberlanjutan studi mulai dari orientasi akademik, adaptasi budaya, hingga pembinaan sosial dan spiritual di Kairo.

Kang Maman menekankan, pembekalan wawasan kebangsaan menjadi kunci agar para calon mahasiswa tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki identitas kebangsaan yang kuat dan pemahaman Islam moderat.

“Jangan hanya berangkat ke Mesir untuk menjadi sarjana. Berangkatlah untuk menjadi insan berilmu yang memberi manfaat bagi masyarakat, memperkuat kehidupan beragama yang moderat, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Kita ingin melahirkan ulama dan intelektual muslim yang mendunia tanpa kehilangan akar kebangsaannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Dandim 0614/Kota Cirebon Resmi Tutup Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

Ia berharap kolaborasi Forkappmi, pemerintah, pesantren, dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar ekosistem pendidikan Islam internasional semakin inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

“Keberhasilan tidak cukup diukur dari banyaknya yang diberangkatkan, tapi dari proses yang transparan, studi yang berkelanjutan, dan kontribusi nyata lulusan bagi umat dan bangsa,” pungkasnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *